{"id":111283,"date":"2025-06-16T14:08:28","date_gmt":"2025-06-16T06:08:28","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=111283"},"modified":"2025-06-16T14:08:28","modified_gmt":"2025-06-16T06:08:28","slug":"bermain-di-laut-dangkal-bocah-di-maratua-jadi-korban-serangan-hiu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bermain-di-laut-dangkal-bocah-di-maratua-jadi-korban-serangan-hiu\/","title":{"rendered":"Bermain di Laut Dangkal, Bocah di Maratua Jadi Korban Serangan Hiu"},"content":{"rendered":"<article class=\"text-token-text-primary w-full\" dir=\"auto\" data-testid=\"conversation-turn-14\" data-scroll-anchor=\"true\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto py-5 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @[37rem]:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @[72rem]:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:32rem] @[34rem]:[--thread-content-max-width:40rem] @[64rem]:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto flex max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 text-base gap-4 md:gap-5 lg:gap-6 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden\" tabindex=\"-1\">\n<div class=\"group\/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"relative flex-col gap-1 md:gap-3\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-5\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"fe95907f-40f8-4c5a-bc74-36d82512c5b4\" data-message-model-slug=\"gpt-4o\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full break-words dark\">\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"315\" data-end=\"717\"><strong>BERAU &#8211;<\/strong> Seorang anak laki-laki berinisial KA (11) mengalami luka serius di kaki kanan setelah diduga diserang oleh hiu saat mencari udang di perairan Pulau Semut, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Minggu (15\/06\/2025) sekitar pukul 15.00 Wita. Korban yang merupakan warga Teluk Alulu, disebut tengah bermain dan mencari udang bersama orang tuanya ketika insiden tersebut terjadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"719\" data-end=\"1163\">Kapolsek Maratua, Iptu Taufik Hidayat, menyampaikan bahwa kejadian berlangsung di kawasan perairan dangkal di depan Kampung Bohe Silian, yang saat itu memiliki kedalaman air sekitar 60 sentimeter. \u201cKorban mengalami luka sobek di kaki kanan,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi. Ia menjelaskan bahwa serangan dilakukan oleh seekor hiu diduga berjenis macan dengan ukuran sekitar 30 sentimeter. Serangan tersebut terjadi sebanyak tiga kali berturut-turut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1165\" data-end=\"1686\">Menurut keterangan, korban tidak menyangka akan menjadi sasaran serangan hewan laut karena ia tidak terlalu jauh dari bibir pantai saat mencari udang. \u201cDiduga, hiu tersebut terinjak, atau merasa terancam, hingga menyerang korban,\u201d ungkap perwira polisi berpangkat Inspektur Satu itu. Setelah kejadian, korban segera dilarikan ke Puskesmas Maratua untuk mendapatkan pertolongan pertama sebelum kemudian dirujuk ke RSUD dr Abdul Rivai di Tanjung Redeb. \u201cSudah dibawa ke RSUD dr Abdul Rivai, kondisinya stabil,\u201d ucap Taufik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1688\" data-end=\"2051\">Kapolsek menambahkan bahwa ini merupakan kasus pertama serangan hiu terhadap manusia yang ia tangani selama menjabat di wilayah tersebut. Ia menduga kemungkinan habitat hiu di sekitar perairan Pulau Semut mengalami gangguan, sehingga mendorong hewan laut itu mendekati kawasan dangkal. \u201cSebelumnya tidak ada, saat terima laporan, kami langsung ke TKP,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2053\" data-end=\"2489\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Mengingat kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di laut, terutama di sekitar wilayah dangkal yang biasa dijadikan lokasi bermain atau mencari hasil laut. \u201cSaya minta warga waspada, kejadian tidak ada yang tahu ke depannya,\u201d ujar Taufik. Masyarakat diharapkan tetap siaga dan menjadikan insiden ini sebagai peringatan dini terhadap potensi ancaman dari ekosistem laut yang berubah. []\n<p data-start=\"2053\" data-end=\"2489\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Admin05<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/article>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BERAU &#8211; Seorang anak laki-laki berinisial KA (11) mengalami luka serius di kaki kanan setelah diduga diserang oleh hiu saat mencari udang di perairan Pulau Semut, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Minggu (15\/06\/2025) sekitar pukul 15.00 Wita. Korban yang merupakan warga Teluk Alulu, disebut tengah bermain dan mencari udang bersama orang tuanya ketika insiden &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":111286,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[478,17,26],"tags":[9891],"class_list":["post-111283","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-berau","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-maratua"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111283","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111283"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111283\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":111288,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111283\/revisions\/111288"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/111286"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111283"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111283"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111283"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}