{"id":111291,"date":"2025-06-16T14:13:07","date_gmt":"2025-06-16T06:13:07","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=111291"},"modified":"2025-06-16T14:13:07","modified_gmt":"2025-06-16T06:13:07","slug":"derawan-rawan-serangan-buaya-warga-diminta-waspada","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/derawan-rawan-serangan-buaya-warga-diminta-waspada\/","title":{"rendered":"Derawan Rawan Serangan Buaya, Warga Diminta Waspada"},"content":{"rendered":"<article class=\"text-token-text-primary w-full\" dir=\"auto\" data-testid=\"conversation-turn-16\" data-scroll-anchor=\"true\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto py-5 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @[37rem]:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @[72rem]:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:32rem] @[34rem]:[--thread-content-max-width:40rem] @[64rem]:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto flex max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 text-base gap-4 md:gap-5 lg:gap-6 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden\" tabindex=\"-1\">\n<div class=\"group\/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"relative flex-col gap-1 md:gap-3\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-5\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"20dee67b-105f-4379-8162-8b88d0ad862f\" data-message-model-slug=\"gpt-4o\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full break-words dark\">\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"316\" data-end=\"698\"><strong>BERAU &#8211;<\/strong> Peristiwa penyerangan buaya kembali mengejutkan warga Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Seorang pria paruh baya bernama Ayong (52) dilaporkan hilang setelah diserang buaya di kawasan RT 01 Kemung Kasai, Kecamatan Pulau Derawan, Sabtu malam (14\/05\/2025). Kejadian tersebut menambah daftar panjang insiden serupa yang terjadi di wilayah pesisir dan perairan sungai Berau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"700\" data-end=\"1045\">Salah satu warga setempat, Edi, mengungkapkan bahwa korban diketahui bernama Ayong. \u201cKorban menurut keterangan yakni Ayong,\u201d ujar Edi saat dimintai keterangan. Ia menyebutkan bahwa keberadaan buaya di sekitar lokasi kejadian bukanlah hal yang baru. Bahkan, beberapa waktu lalu juga pernah terjadi insiden serupa yang melibatkan korban anak-anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1047\" data-end=\"1415\">\u201cKarena belum lama ini ada anak yang menjadi korban buaya, dan ini kembali terjadi,\u201d ucap Edi dengan nada prihatin. Ia juga mengatakan belum bisa memastikan apakah buaya yang menyerang Ayong adalah hewan yang sama yang beberapa kali terlihat sebelumnya. Namun, ia membenarkan bahwa buaya memang kerap muncul di sekitar perairan tersebut, terutama menjelang malam hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1417\" data-end=\"1755\">Pasca-kejadian, laporan hilangnya korban segera ditindaklanjuti oleh tim gabungan yang terdiri dari personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan masyarakat sekitar. Upaya pencarian pun langsung dilakukan dengan menyisir sepanjang aliran sungai, termasuk wilayah muara yang diduga menjadi habitat predator tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1757\" data-end=\"2266\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Pencarian berlangsung intensif sejak malam hari hingga esoknya, namun hingga saat ini keberadaan korban masih belum ditemukan. \u201cHingga berita ini diturunkan, tim BPBD masih terus melakukan pencarian terhadap Ayong,\u201d demikian keterangan yang diterima dari lapangan. Warga diimbau agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar perairan, mengingat meningkatnya frekuensi kemunculan buaya di kawasan ini. Pemerintah setempat diharapkan dapat mengambil langkah antisipatif guna mencegah kejadian serupa terulang. []\n<p data-start=\"1757\" data-end=\"2266\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Admin05<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/article>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BERAU &#8211; Peristiwa penyerangan buaya kembali mengejutkan warga Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Seorang pria paruh baya bernama Ayong (52) dilaporkan hilang setelah diserang buaya di kawasan RT 01 Kemung Kasai, Kecamatan Pulau Derawan, Sabtu malam (14\/05\/2025). Kejadian tersebut menambah daftar panjang insiden serupa yang terjadi di wilayah pesisir dan perairan sungai Berau. Salah satu warga &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":111292,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[478,26],"tags":[1873],"class_list":["post-111291","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-berau","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-buaya"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111291","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111291"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111291\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":111293,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111291\/revisions\/111293"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/111292"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111291"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111291"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111291"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}