{"id":111632,"date":"2025-06-17T15:51:24","date_gmt":"2025-06-17T07:51:24","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=111632"},"modified":"2025-06-17T15:51:24","modified_gmt":"2025-06-17T07:51:24","slug":"bocah-maratua-diserang-hiu-saat-cari-udang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bocah-maratua-diserang-hiu-saat-cari-udang\/","title":{"rendered":"Bocah Maratua Diserang Hiu Saat Cari Udang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"232\" data-end=\"551\"><strong>BERAU<\/strong> &#8211; Peristiwa tak terduga terjadi di perairan sekitar Pulau Semut, Kampung Teluk Alulu, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau. Seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun, berinisial HA, mengalami luka robek di kaki kanannya akibat serangan hiu saat tengah membantu orang tuanya mencari udang di pantai pada Minggu, (15\/06\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"553\" data-end=\"809\">Insiden yang terjadi di kawasan pesisir tersebut mengundang perhatian masyarakat, mengingat aktivitas warga di pesisir kerap melibatkan anak-anak. Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat agar warga lebih berhati-hati saat beraktivitas di perairan terbuka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"811\" data-end=\"1018\">Kapolsek Maratua, Iptu Taufik Hidayat, membenarkan insiden tersebut saat dikonfirmasi, Senin (16\/06\/2025). Berdasarkan keterangan saksi mata, serangan terjadi saat korban sedang mencari udang bersama orang tuanya. \u201cKorban diserang sebanyak tiga kali oleh seekor hiu. Ukurannya diperkirakan tidak terlalu besar, panjang sekitar 40 sentimeter,\u201d ujar Iptu Taufik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1168\" data-end=\"1418\">Luka gigitan pada kaki kanan HA cukup serius, namun beruntung ia berhasil diselamatkan dan segera mendapat penanganan medis. Dugaan sementara, hiu menyerang karena merasa terganggu dengan aktivitas pencarian udang di sekitar wilayah perairan dangkal. \u201cKemungkinan besar hiu merasa terancam sehingga melakukan serangan terhadap korban,\u201d tambah Kapolsek.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1523\" data-end=\"1789\">Setelah serangan terjadi, keluarga langsung membawa HA ke Puskesmas Maratua untuk mendapatkan pertolongan pertama. Mengingat luka yang dialami cukup dalam, pihak medis kemudian merujuk korban ke RSUD dr Abdul Rivai di Tanjung Redeb, Berau, untuk penanganan lanjutan. \u201cKondisi anak saat ini sudah stabil dan masih dalam perawatan di rumah sakit,\u201d jelas Iptu Taufik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1890\" data-end=\"2167\">Peristiwa ini mendorong pihak berwenang untuk mengimbau masyarakat, khususnya di kawasan pesisir, agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut. Kehadiran hewan laut seperti hiu, meskipun jarang menyerang manusia, tetap menjadi potensi risiko yang perlu diantisipasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2169\" data-end=\"2459\">Warga diharapkan lebih memperhatikan waktu dan lokasi saat melakukan aktivitas penangkapan ikan atau udang, terutama ketika melibatkan anak-anak. Peningkatan pemahaman tentang ekosistem laut dan perilaku hewan laut juga dinilai penting agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. [] Admin 02<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BERAU &#8211; Peristiwa tak terduga terjadi di perairan sekitar Pulau Semut, Kampung Teluk Alulu, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau. Seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun, berinisial HA, mengalami luka robek di kaki kanannya akibat serangan hiu saat tengah membantu orang tuanya mencari udang di pantai pada Minggu, (15\/06\/2025). Insiden yang terjadi di kawasan pesisir tersebut mengundang &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":71,"featured_media":111643,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[478,26],"tags":[82,9972],"class_list":["post-111632","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-berau","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-berau","tag-rsud-dr-abdul-rivai"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111632","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/71"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111632"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111632\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":111646,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111632\/revisions\/111646"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/111643"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111632"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111632"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111632"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}