{"id":11262,"date":"2015-07-21T13:45:07","date_gmt":"2015-07-21T05:45:07","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=11262"},"modified":"2015-07-21T13:45:07","modified_gmt":"2015-07-21T05:45:07","slug":"polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan\/","title":{"rendered":"Polemik Putusan Sela Perkara Pemalsuan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong>BALIKPAPAN<\/strong> &#8211; Siapa yang tak marah nama orangtuanya dicatut. Si pencatut nama mengaku sebagai anaknya yang bertujuan untuk menguasai lahan. Itulah yang dialami keluarga Jaini, anak almarhum Lamijo, warga Km 13 Karang Joang, Balikpapan Utara. Seorang pria yang tak dikenalnya mengaku sebagai anak Lamijo. Pelaku adalah Achmad yang mencantumkan nama Lamijo di belakang namanya, Achmad bin Lamijo. Padahal Achmad (60) warga Jl Senayan RT 38 no 42 Karang Rejo, Balikpapan Tengah, anak dari Daim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ketika Achmad diajukan ke persidangan PN Balikpapan sebagai terdakwa kasus pemalsuan, kasusnya mental tidak sampai pada putusan. Majelis hakim yang diketuai F Frans Samuel Daniel SH beranggotakan Muhamad Asri SH dan Makmurin Kusumastuti SH mementahkan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Gunawan Prima SH melalui putusan sela.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cSaya kecewa. Ini namanya tak adil. Dia (Achmad) nyata-nyata memalsukan identitas mencatut bapak saya, ,mengaku anaknya Lamijo, lha kok dibebaskan. Ini bagaimana sih,\u201d ujar Jaini didampingi dua saudara perempuannya, Jinem dan Sri, Minggu (12\/7). \u201cLamijo hanya punya 4 anak. Sugito, Jaini, Jinem dan Sri,\u201d tegas Jaini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sugito, selaku pelapor mengatakan, dirinya saat melaporkan kasus Achmad ke Polres membawa dua saksi ahli hukum. Bahkan membawa putusan pembanding dari PN Bandung. Bahwa kasus di Bandung sama dengan kasus Achmad, diputus penjara selama 1 tahun 6 bulan. \u201cLha, ini belum masuk pemeriksaan pokok perkaranya, sudah dimentahkan melalui putusan sela. Bagaimana kejahatan bisa terungkap kalau begini,\u201d imbuh Sugito.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dia pun heran dengan salah satu isi petikan putusan majelis hakim dalam putusan sela. Yakni yang berbunyi \u201cBerdasarkan keterangan terdakwa dan saksi\u201d. \u201cPadahal, majelis hakim belum memeriksa terdakwa dan saksi. Ini namanya putusan asal-asalan,\u201d tegasnya. \u00a0Sugito pun berniat memperpanjang masalahnya dengan melaporkan para hakim ke Komisi Yudisial (KY). \u201cSaya juga akan protes ke PN Balikpapan,\u201d tegas Sugito.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Untuk diketahui, majelis Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan yang diketuai F Frans Samuel Daniel SH beranggotakan Muhamad Asri SH dan Makmurin Kusumastuti SH mengeluarkan putusan yang terbilang berani. Dan vonis yan dijatuhkan majelis hakim tersebut merupakan yang pertama kali di PN Balikpapan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Yakni persidangan tidak sampai pada pokok perkara, hanya sampai pada putusan sela. Dalam putusan sela itu, majelis hakim menyatakan dakwaan tidak bisa dilanjutkan dan saat itu juga, terdakwa yang sudah ditahan di Rutan kelas II B Balikpapan selama 9 bulan, langsung bebas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Nasib baik ini dialami Achmad bin Daim (60) warga Jl Senayan RT 38 no 42 Karang Rejo, Balikpapan Tengah yang didampingi pengacara Bahyat Talhouni SH Mhum, Yonahnis Maroko SH, Kendro Adi Putra Siregar SH dan Rudy Simanjuntak SH.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cIya benar, klien saya Achmad sudah bebas. Sidangnya tidak sampai pokok perkara. Eksepsi (bantahan dakwaan) kami diterima hakim. Ini kemenangan mutlak kami. Sidangnya seminggu yang lalu,\u201d ujar Bahyat Talhouni didampingi Rudy Simanjuntak, Rabu (8\/7).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kasus yang menjerat Achmad\u00a0 adalah pemalsuan terkait dengan kepemilikan tanah di Km 13 Karang Joang. Dari pemeriksaan polisi dan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Prima Gunawan SH, kasus tersebut bermula dari tahun 1988 sampai 1994 lalu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ada seorang warga bernama Lamijo sudah meninggal, memiliki sebidang tanah yang cukup luas di Km 13 Karang Joang. Dia tidak mempunyai anak bernama Achmad. Tetapi belakangan, tanah milik Lamijo dijual kepada Jakiman dengan akte notaris Hamid Gunawan SH. Jakiman membeli tanah atas dasar pernyataan penguasaan tanah atas nama Achmad bin Lamijo. Padahal Lamijo tidak punya anak, sedangkan Achmad sendiri anak dari Daim atau Acmad bin Daim (alm). Inilah yang menjerat Achmad memalsukan dan melakukan penipuan dengan mencantumkan bin Lamijo di belakang namanya seolah-olah Achmad adalah anak Lamijo.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Yang menjadi dasar majelis hakim menerima eksepsi pengacara Achmad adalah, bahwa kasus yang dialami Achmad terjadi lebih dari 15 tahun yang lalu. Sehingga kasus tersebut terbilang kedaluarsa sehingga tidak bisa diajukan ke persidangan. [] Irwanto Sianturi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BALIKPAPAN &#8211; Siapa yang tak marah nama orangtuanya dicatut. Si pencatut nama mengaku sebagai anaknya yang bertujuan untuk menguasai lahan. Itulah yang dialami keluarga Jaini, anak almarhum Lamijo, warga Km 13 Karang Joang, Balikpapan Utara. Seorang pria yang tak dikenalnya mengaku sebagai anak Lamijo. Pelaku adalah Achmad yang mencantumkan nama Lamijo di belakang namanya, Achmad &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11271,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[467,26],"tags":[1336,1337,1338,1339,1309,1310],"class_list":["post-11262","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-balikpapan","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-frans-samuel-daniel-sh","tag-hamid-gunawan-sh","tag-komisi-yudisial","tag-pengadilan-negeri-pn-balikpapan","tag-prima-gunawan-sh","tag-sugito"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO 5.0.1.1 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"BALIKPAPAN - Siapa yang tak marah nama orangtuanya dicatut. Si pencatut nama mengaku sebagai anaknya yang bertujuan untuk menguasai lahan. Itulah yang dialami keluarga Jaini, anak almarhum Lamijo, warga Km 13 Karang Joang, Balikpapan Utara. Seorang pria yang tak dikenalnya mengaku sebagai anak Lamijo. Pelaku adalah Achmad yang mencantumkan nama Lamijo di belakang namanya, Achmad\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"main-administrator\"\/>\n\t<meta name=\"google-site-verification\" content=\"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U\" \/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO (AIOSEO) 5.0.1.1\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Polemik Putusan Sela Perkara Pemalsuan - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"BALIKPAPAN - Siapa yang tak marah nama orangtuanya dicatut. Si pencatut nama mengaku sebagai anaknya yang bertujuan untuk menguasai lahan. Itulah yang dialami keluarga Jaini, anak almarhum Lamijo, warga Km 13 Karang Joang, Balikpapan Utara. Seorang pria yang tak dikenalnya mengaku sebagai anak Lamijo. Pelaku adalah Achmad yang mencantumkan nama Lamijo di belakang namanya, Achmad\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"449\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"100\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-07-21T05:45:07+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-07-21T05:45:07+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:site\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Polemik Putusan Sela Perkara Pemalsuan - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"BALIKPAPAN - Siapa yang tak marah nama orangtuanya dicatut. Si pencatut nama mengaku sebagai anaknya yang bertujuan untuk menguasai lahan. Itulah yang dialami keluarga Jaini, anak almarhum Lamijo, warga Km 13 Karang Joang, Balikpapan Utara. Seorang pria yang tak dikenalnya mengaku sebagai anak Lamijo. Pelaku adalah Achmad yang mencantumkan nama Lamijo di belakang namanya, Achmad\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan\\\/#blogposting\",\"name\":\"Polemik Putusan Sela Perkara Pemalsuan - Berita Borneo\",\"headline\":\"Polemik Putusan Sela Perkara Pemalsuan\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/kaltim-administrator\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":11271},\"datePublished\":\"2015-07-21T13:45:07+08:00\",\"dateModified\":\"2015-07-21T13:45:07+08:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"Balikpapan, Kalimantan Timur, Frans Samuel Daniel SH, Hamid Gunawan SH, Komisi Yudisial, Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Prima Gunawan SH, Sugito\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-timur-kaltim\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Timur\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-timur-kaltim\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kalimantan Timur\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-timur-kaltim\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-timur-kaltim\\\/kota-balikpapan\\\/#listItem\",\"name\":\"Balikpapan\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-timur-kaltim\\\/kota-balikpapan\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"Balikpapan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-timur-kaltim\\\/kota-balikpapan\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan\\\/#listItem\",\"name\":\"Polemik Putusan Sela Perkara Pemalsuan\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-timur-kaltim\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Timur\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan\\\/#listItem\",\"position\":4,\"name\":\"Polemik Putusan Sela Perkara Pemalsuan\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-timur-kaltim\\\/kota-balikpapan\\\/#listItem\",\"name\":\"Balikpapan\"}}]},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\",\"name\":\"PT Media Maju Bersama Bangsa\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"telephone\":\"+62811545499\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/Logo_beritaborneo_449x100.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan\\\/#organizationLogo\",\"width\":449,\"height\":100,\"caption\":\"berita borneo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan\\\/#organizationLogo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/profile.php?id=100085329087231\",\"https:\\\/\\\/twitter.com\\\/beritaborneo1\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/berita.borneo\\\/?hl=en\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@beritaborneo\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@beritaborneo1\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/beritaborneo\\\/recent-activity\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/kaltim-administrator\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/kaltim-administrator\\\/\",\"name\":\"main-administrator\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/37cd82c511f1c8bff288be47da4c6998dacb5112777142229b74cf30c6590581?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"main-administrator\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan\\\/\",\"name\":\"Polemik Putusan Sela Perkara Pemalsuan - Berita Borneo\",\"description\":\"BALIKPAPAN - Siapa yang tak marah nama orangtuanya dicatut. Si pencatut nama mengaku sebagai anaknya yang bertujuan untuk menguasai lahan. Itulah yang dialami keluarga Jaini, anak almarhum Lamijo, warga Km 13 Karang Joang, Balikpapan Utara. Seorang pria yang tak dikenalnya mengaku sebagai anak Lamijo. Pelaku adalah Achmad yang mencantumkan nama Lamijo di belakang namanya, Achmad\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/kaltim-administrator\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/kaltim-administrator\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":11271,\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan\\\/#mainImage\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2015-07-21T13:45:07+08:00\",\"dateModified\":\"2015-07-21T13:45:07+08:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"name\":\"Berita Borneo\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO -->\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Polemik Putusan Sela Perkara Pemalsuan - Berita Borneo","description":"BALIKPAPAN - Siapa yang tak marah nama orangtuanya dicatut. Si pencatut nama mengaku sebagai anaknya yang bertujuan untuk menguasai lahan. Itulah yang dialami keluarga Jaini, anak almarhum Lamijo, warga Km 13 Karang Joang, Balikpapan Utara. Seorang pria yang tak dikenalnya mengaku sebagai anak Lamijo. Pelaku adalah Achmad yang mencantumkan nama Lamijo di belakang namanya, Achmad","canonical_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"","webmasterTools":{"google-site-verification":"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U","miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BlogPosting","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan\/#blogposting","name":"Polemik Putusan Sela Perkara Pemalsuan - Berita Borneo","headline":"Polemik Putusan Sela Perkara Pemalsuan","author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/kaltim-administrator\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"},"image":{"@type":"ImageObject","url":11271},"datePublished":"2015-07-21T13:45:07+08:00","dateModified":"2015-07-21T13:45:07+08:00","inLanguage":"en-US","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan\/#webpage"},"articleSection":"Balikpapan, Kalimantan Timur, Frans Samuel Daniel SH, Hamid Gunawan SH, Komisi Yudisial, Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Prima Gunawan SH, Sugito"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/#listItem","name":"Kalimantan Timur"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/#listItem","position":2,"name":"Kalimantan Timur","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/kota-balikpapan\/#listItem","name":"Balikpapan"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","name":"Home"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/kota-balikpapan\/#listItem","position":3,"name":"Balikpapan","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/kota-balikpapan\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan\/#listItem","name":"Polemik Putusan Sela Perkara Pemalsuan"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/#listItem","name":"Kalimantan Timur"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan\/#listItem","position":4,"name":"Polemik Putusan Sela Perkara Pemalsuan","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/kota-balikpapan\/#listItem","name":"Balikpapan"}}]},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization","name":"PT Media Maju Bersama Bangsa","description":"Terlengkap se-Kalimantan","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","telephone":"+62811545499","logo":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan\/#organizationLogo","width":449,"height":100,"caption":"berita borneo"},"image":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan\/#organizationLogo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","https:\/\/twitter.com\/beritaborneo1\/","https:\/\/www.instagram.com\/berita.borneo\/?hl=en","https:\/\/www.tiktok.com\/@beritaborneo","https:\/\/www.youtube.com\/@beritaborneo1","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/beritaborneo\/recent-activity\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/kaltim-administrator\/#author","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/kaltim-administrator\/","name":"main-administrator","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan\/#authorImage","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/37cd82c511f1c8bff288be47da4c6998dacb5112777142229b74cf30c6590581?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g","width":96,"height":96,"caption":"main-administrator"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan\/#webpage","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan\/","name":"Polemik Putusan Sela Perkara Pemalsuan - Berita Borneo","description":"BALIKPAPAN - Siapa yang tak marah nama orangtuanya dicatut. Si pencatut nama mengaku sebagai anaknya yang bertujuan untuk menguasai lahan. Itulah yang dialami keluarga Jaini, anak almarhum Lamijo, warga Km 13 Karang Joang, Balikpapan Utara. Seorang pria yang tak dikenalnya mengaku sebagai anak Lamijo. Pelaku adalah Achmad yang mencantumkan nama Lamijo di belakang namanya, Achmad","inLanguage":"en-US","isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/kaltim-administrator\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/kaltim-administrator\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":11271,"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan\/#mainImage"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan\/#mainImage"},"datePublished":"2015-07-21T13:45:07+08:00","dateModified":"2015-07-21T13:45:07+08:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","name":"Berita Borneo","description":"Terlengkap se-Kalimantan","inLanguage":"en-US","publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"}}]},"og:locale":"en_US","og:site_name":"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan","og:type":"article","og:title":"Polemik Putusan Sela Perkara Pemalsuan - Berita Borneo","og:description":"BALIKPAPAN - Siapa yang tak marah nama orangtuanya dicatut. Si pencatut nama mengaku sebagai anaknya yang bertujuan untuk menguasai lahan. Itulah yang dialami keluarga Jaini, anak almarhum Lamijo, warga Km 13 Karang Joang, Balikpapan Utara. Seorang pria yang tak dikenalnya mengaku sebagai anak Lamijo. Pelaku adalah Achmad yang mencantumkan nama Lamijo di belakang namanya, Achmad","og:url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan\/","og:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:secure_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:width":449,"og:image:height":100,"article:published_time":"2015-07-21T05:45:07+00:00","article:modified_time":"2015-07-21T05:45:07+00:00","article:publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","twitter:card":"summary_large_image","twitter:site":"@beritaborneo1","twitter:title":"Polemik Putusan Sela Perkara Pemalsuan - Berita Borneo","twitter:description":"BALIKPAPAN - Siapa yang tak marah nama orangtuanya dicatut. Si pencatut nama mengaku sebagai anaknya yang bertujuan untuk menguasai lahan. Itulah yang dialami keluarga Jaini, anak almarhum Lamijo, warga Km 13 Karang Joang, Balikpapan Utara. Seorang pria yang tak dikenalnya mengaku sebagai anak Lamijo. Pelaku adalah Achmad yang mencantumkan nama Lamijo di belakang namanya, Achmad","twitter:creator":"@beritaborneo1","twitter:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"11262","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":null,"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":null,"og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":null,"robots_max_videopreview":null,"robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":null,"local_seo":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"ai":null,"created":"2023-06-29 01:51:04","updated":"2025-06-04 08:20:35","focus_keyword":null,"additional_keywords":null,"truseo_locale":null,"seo_analyzer_scan_date":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\" title=\"Home\">Home<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/\" title=\"Kalimantan Timur\">Kalimantan Timur<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/kota-balikpapan\/\" title=\"Balikpapan\">Balikpapan<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\tPolemik Putusan Sela Perkara Pemalsuan\n\t\t<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Home","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main"},{"label":"Kalimantan Timur","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/"},{"label":"Balikpapan","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/kota-balikpapan\/"},{"label":"Polemik Putusan Sela Perkara Pemalsuan","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/polemik-putusan-sela-perkara-pemalsuan\/"}],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11262","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11262"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11262\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11262"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11262"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11262"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}