{"id":112687,"date":"2025-06-19T16:10:55","date_gmt":"2025-06-19T08:10:55","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=112687"},"modified":"2025-06-19T16:10:55","modified_gmt":"2025-06-19T08:10:55","slug":"pengunjung-menunggu-2-jam-di-loket-obat-puskesmas-bangkalan-petugas-ternyata-ngopi-di-warung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengunjung-menunggu-2-jam-di-loket-obat-puskesmas-bangkalan-petugas-ternyata-ngopi-di-warung\/","title":{"rendered":"Pengunjung Menunggu 2 Jam di Loket Obat Puskesmas Bangkalan, Petugas Ternyata Ngopi di Warung"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"408\"><strong>JAWA TIMUR &#8211;<\/strong> Sebuah rekaman video yang memperlihatkan loket pengambilan obat di Puskesmas Kwanyar, Bangkalan, Jawa Timur dalam kondisi kosong tanpa petugas menjadi sorotan warganet setelah viral di media sosial. Dalam video yang direkam oleh salah satu pengunjung, terdengar keluhan bahwa tidak ada petugas yang berjaga di ruang obat meski pengunjung sudah menunggu selama dua jam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"410\" data-end=\"789\">&#8220;Sudah 2 jam berlalu, kami menunggu sejak pukul 22.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB, tidak ada petugas. Banyak yang nyari mau nebus obat tapi petugas tidak ketemu. Katanya ke mushola tapi tidak ada,&#8221; demikian suara perekam dalam video tersebut. Momen ini menjadi perhatian publik karena terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan yang semestinya memberikan layanan prima setiap waktu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"791\" data-end=\"1208\">Menanggapi video tersebut, Kepala Puskesmas Kwanyar, Rudi Hartono, mengonfirmasi bahwa kejadian itu benar terjadi. Ia menjelaskan bahwa insiden tersebut berlangsung pada Senin (16\/06\/2025) sekitar pukul 00.00 WIB. \u201cLaporan video tersebut dikirim ke saya pukul 03.25 pagi dan pada pukul 04.00 saya langsung berkoordinasi dengan kepala ruangan obat untuk menindaklanjuti hal tersebut,\u201d kata Rudi pada Rabu (18\/06\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1210\" data-end=\"1522\">Berdasarkan penelusuran internal, diketahui bahwa petugas ruang obat yang bertugas saat itu sempat meninggalkan posnya. Petugas itu awalnya menuju mushola, lalu dilanjutkan pergi ke warung untuk membeli kopi karena merasa mengantuk. \u201cJadi dia sempat keluar ke mushola, karena merasa ngantuk, dia ngopi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1524\" data-end=\"1801\">Rudi menambahkan bahwa kemungkinan petugas tidak menyadari ada keluarga pasien yang ingin mengambil obat di loket. &#8220;Biasanya petugas saat hendak keluar, akan pamit terlebih dahulu. Ini mungkin khilaf dan mengira di jam itu tidak ada kunjungan untuk pengambilan obat,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1803\" data-end=\"2212\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Sebagai bentuk tanggung jawab, Rudi langsung mengumpulkan seluruh staf, khususnya dari bagian ruang obat, guna melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan memperbaiki sistem pelayanan demi mencegah kejadian serupa terulang. \u201cKami langsung melakukan evaluasi, seluruh staf kami kumpulkan terutama bagian obat dan kami akan lakukan pembenahan,\u201d pungkasnya. []\n<p data-start=\"1803\" data-end=\"2212\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Admin05<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAWA TIMUR &#8211; Sebuah rekaman video yang memperlihatkan loket pengambilan obat di Puskesmas Kwanyar, Bangkalan, Jawa Timur dalam kondisi kosong tanpa petugas menjadi sorotan warganet setelah viral di media sosial. Dalam video yang direkam oleh salah satu pengunjung, terdengar keluhan bahwa tidak ada petugas yang berjaga di ruang obat meski pengunjung sudah menunggu selama dua &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":112690,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,35],"tags":[],"class_list":["post-112687","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112687","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=112687"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112687\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":112693,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112687\/revisions\/112693"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/112690"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=112687"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=112687"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=112687"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}