{"id":112825,"date":"2025-06-18T20:28:40","date_gmt":"2025-06-18T12:28:40","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=112825"},"modified":"2025-08-08T16:30:34","modified_gmt":"2025-08-08T08:30:34","slug":"kejurnas-kurash-2025-resmi-dibuka-di-samarinda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kejurnas-kurash-2025-resmi-dibuka-di-samarinda\/","title":{"rendered":"Kejurnas Kurash 2025 Resmi Dibuka di Samarinda"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SAMARINDA<\/strong> &#8211; Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kurash 2025 secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Sri Wahyuni, di Gedung Serbaguna GOR Kadrie Oening Sempaja, Samarinda, Rabu (18\/06\/2025) pagi. Ajang bergengsi ini berlangsung selama sepekan, mulai 16 hingga 22 Juni 2025, dengan diikuti 185 atlet dari 24 provinsi di seluruh Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"636\" data-end=\"858\">Dalam sambutannya, Sri Wahyuni mengucapkan selamat datang kepada seluruh kontingen yang hadir dari berbagai daerah. Ia juga menyampaikan apresiasi atas semangat juang para atlet muda yang berpartisipasi dalam Kejurnas ini. \u201cAtas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, saya mengucapkan selamat datang kepada para peserta Kejurnas Kurash 2025. Selamat bertanding dan tunjukkan kemampuan terbaik kalian dengan menjunjung tinggi semangat sportivitas,\u201d ujar Sri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1100\" data-end=\"1413\">Kurash, seni bela diri asal Uzbekistan, memiliki ciri khas tersendiri dengan teknik bantingan yang memanfaatkan pegangan pada pakaian lawan, serta minim kontak fisik yang berisiko melukai. Menurut Sri, karakteristik ini membuat Kurash sangat menarik untuk dikembangkan, khususnya di kalangan generasi muda Kaltim. \u201cKurash sebagai olahraga berbasis tradisi memiliki daya tarik tersendiri. Meski kita sudah punya banyak cabang bela diri, Kurash bisa menjadi alternatif positif yang memberikan ruang baru bagi pemuda Kaltim untuk berprestasi,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1653\" data-end=\"1853\">Sri Wahyuni juga mengapresiasi kinerja Pengurus Provinsi Federasi Kurash Indonesia (Pengprov Ferkushi) Kaltim yang dinilai konsisten membina atlet-atlet muda hingga mampu bersaing di tingkat nasional. \u201cMeskipun mungkin tidak semua pertandingan mencatatkan rekor baru, yang terpenting dari Kejurnas ini adalah menemukan bibit unggul yang bisa dibina untuk ke jenjang lebih tinggi, termasuk tingkat regional dan internasional,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2092\" data-end=\"2402\">Acara pembukaan ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Sekda Sri Wahyuni, sebagai simbol dimulainya pertandingan. Pada kesempatan yang sama, Sri Wahyuni juga dikukuhkan sebagai warga kehormatan Kurash. Selain itu, dilakukan pelantikan Sapto Setyo Pramono sebagai Ketua Pengprov Ferkushi Kaltim yang baru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2404\" data-end=\"2537\">Hadir pula dalam acara tersebut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim, Agus Hari Kesuma, serta Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim, Rusdiansyah Aras.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2539\" data-end=\"2682\">Kejurnas Kurash 2025 mempertandingkan 34 kelas, menjadi ajang pembuktian kemampuan terbaik para atlet muda dari berbagai daerah di atas matras. [] ADVERTORIAL<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Rifky Irlika Akbar | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA &#8211; Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kurash 2025 secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Sri Wahyuni, di Gedung Serbaguna GOR Kadrie Oening Sempaja, Samarinda, Rabu (18\/06\/2025) pagi. Ajang bergengsi ini berlangsung selama sepekan, mulai 16 hingga 22 Juni 2025, dengan diikuti 185 atlet dari 24 provinsi di seluruh Indonesia. Dalam sambutannya, Sri &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":60,"featured_media":112826,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,6596],"tags":[11137,11143,7013],"class_list":["post-112825","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dispora-kaltim","tag-kejurnas-kurash-2025","tag-kurash","tag-sri-wahyuni"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112825","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/60"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=112825"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112825\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":127680,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112825\/revisions\/127680"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/112826"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=112825"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=112825"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=112825"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}