{"id":113340,"date":"2025-06-21T15:32:01","date_gmt":"2025-06-21T07:32:01","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=113340"},"modified":"2025-07-10T10:19:41","modified_gmt":"2025-07-10T02:19:41","slug":"dprd-kaltim-dukung-perluasan-pt-kkt","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dprd-kaltim-dukung-perluasan-pt-kkt\/","title":{"rendered":"DPRD Kaltim Dukung Perluasan PT KKT"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SAMARINDA<\/strong>&#8211; Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Firnadi Ikhsan, mengapresiasi perkembangan kinerja PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) yang dinilainya terus menunjukkan progres positif. Bahkan, PT KKT tengah merencanakan perluasan terminal peti kemas sebagai bagian dari strategi penguatan infrastruktur logistik daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"654\" data-end=\"1033\">Sebagai informasi, PT KKT merupakan perusahaan hasil kerja sama antara Perusahaan Daerah (Perusda) Melati Bhakti Satya (MBS) dan Pelindo, dengan skema penyertaan modal berupa lahan dan aset. Terminal ini memegang peran penting dalam aktivitas bongkar muat barang di Kaltim dan diharapkan menjadi salah satu penunjang utama kebutuhan logistik bagi Ibu Kota Negara Nusantara (IKN). \u201cKami melihat progres PT KKT cukup baik dari tahun ke tahun, proyeksi terus tumbuh. Kalau bisa dilengkapi juga dengan gudang-gudang logistik, ini akan menandai kesiapan Kaltim menyambut IKN,\u201d ujar Firnadi kepada awak media saat ditemui di Kantor DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Jumat (20\/06\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1343\" data-end=\"1675\">Firnadi menambahkan, keberadaan PT KKT telah berkontribusi positif bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltim melalui bagi hasil keuntungan dengan Pelindo dan Perusda MBS. Namun demikian, ia juga mencatat adanya sejumlah kendala yang perlu segera diatasi, salah satunya adalah kondisi jalan penghubung menuju terminal yang kian rusak. \u201cKami juga menemukan kendala dari konsumen KKT atau pemilik barang. Mereka mengeluh soal jalur jalan yang makin hari makin rusak. Karena jalan ini statusnya milik nasional, Komisi II siap mendukung upaya koordinasi ke Balai Pelaksana Jalan Nasional,\u201d jelas Ketua Fraksi PKS DPRD Kaltim ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1969\" data-end=\"2210\">Selain persoalan infrastruktur, Firnadi menyoroti pentingnya pemerataan kesempatan kerja serta proses transfer teknologi dalam manajemen PT KKT. Menurutnya, proses rekrutmen Sumber Daya Manusia (SDM) harus dilakukan secara adil dan inklusif. \u201cKKT harus memberikan porsi yang sama bagi SDM, dari mana pun asalnya. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana mereka membawa teknologi dan efisiensi dalam sistem bongkar muat,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2402\" data-end=\"2598\">Ia berharap, dengan pengembangan yang terencana, PT KKT dapat terus memperkuat kontribusinya terhadap PAD Kaltim, yang pada akhirnya berdampak pada pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. \u201cKeberadaan PT KKT yang di dalamnya ada investasi dari Perusda MBS sangat diharapkan bisa menyumbangkan PAD. Semakin berkembangnya PT KKT tentunya akan meningkatkan laba dan memberikan PAD yang lebih besar,\u201d pungkas Firnadi. [] ADVERTORIAL<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA&#8211; Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Firnadi Ikhsan, mengapresiasi perkembangan kinerja PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) yang dinilainya terus menunjukkan progres positif. Bahkan, PT KKT tengah merencanakan perluasan terminal peti kemas sebagai bagian dari strategi penguatan infrastruktur logistik daerah. Sebagai informasi, PT KKT merupakan perusahaan hasil kerja sama &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":113413,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,14],"tags":[],"class_list":["post-113340","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-parlementaria-dprd-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113340","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=113340"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113340\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":121205,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113340\/revisions\/121205"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/113413"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=113340"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=113340"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=113340"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}