{"id":113647,"date":"2025-06-22T11:30:18","date_gmt":"2025-06-22T03:30:18","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=113647"},"modified":"2025-06-22T11:30:18","modified_gmt":"2025-06-22T03:30:18","slug":"brigade-pangan-dorong-mekanisasi-di-ketapang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/brigade-pangan-dorong-mekanisasi-di-ketapang\/","title":{"rendered":"Brigade Pangan Dorong Mekanisasi di Ketapang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"355\" data-end=\"710\"><strong>KETAPANG<\/strong> &#8211; Upaya modernisasi sektor pertanian terus digenjot oleh Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI), salah satunya melalui percepatan transformasi berbasis mekanisasi. Program <em data-start=\"522\" data-end=\"538\">Brigade Pangan<\/em> yang kini mulai diterapkan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), diharapkan menjadi motor penggerak menuju ketahanan pangan nasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"712\" data-end=\"901\">Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan, program ini mengintegrasikan penggunaan alat-alat pertanian modern serta melibatkan pemuda-pemudi lokal dalam proses produksi. \u201cDulu, mulai dari tanam hingga panen masih dikerjakan secara manual. Sekarang kita harus bertransformasi, proses menanam, merawat, dan memanen harus bisa dilakukan dengan bantuan alat modern,\u201d ujar Sudaryono saat berdialog dengan para penyuluh, petani, dan unsur Forkopimda di Ketapang, Sabtu (21\/06\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1210\" data-end=\"1468\">Sudaryono memaparkan, hingga saat ini, Brigade Pangan telah beroperasi di lebih dari 2.700 titik di luar Pulau Jawa, termasuk Ketapang. Ia juga menepis isu yang menyebutkan bahwa tenaga kerja yang terlibat dalam program tersebut didatangkan dari luar daerah. \u201cTenaga yang tergabung dalam Brigade Pangan adalah pemuda-pemudi lokal. Hanya mungkin satu atau dua pelatih dari luar. Pelaksananya, anak-anak kampung sini,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1639\" data-end=\"1862\">Alat pertanian yang disalurkan pemerintah, lanjut Sudaryono, merupakan stimulan, bukan bantuan permanen. Oleh karena itu, petani diminta merawat dengan baik dan mulai menyiapkan dana untuk peremajaan alat di masa mendatang. \u201cAlat ini adalah pancingan, bukan hadiah yang akan diganti terus-menerus. Harus mulai menabung dari sekarang,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1986\" data-end=\"2205\">Di hadapan para penyuluh, Sudaryono juga menyampaikan bahwa mereka kini berada langsung di bawah Kementan sesuai dengan Instruksi Presiden. Kesempatan pengembangan karier terbuka luas, bahkan sampai ke tingkat nasional. \u201cPak Menteri Pertanian kita dulu juga mantan penyuluh. Jangan ragu bermimpi besar,\u201d ucapnya memberi motivasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2318\" data-end=\"2456\">Program Brigade Pangan juga bersinergi dengan unsur TNI-Polri yang berperan sebagai pendamping dan pengaman, terutama di daerah terpencil. \u201cTugas menanam tetap dilakukan petani. Penyuluh yang membimbing. TNI-Polri hanya membantu percepatan dan pengamanan,\u201d jelas Sudaryono.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2594\" data-end=\"2675\">Ia optimistis, kolaborasi lintas sektor ini mampu memperkuat kedaulatan pangan. \u201cPresiden sudah tegaskan, tahun ini kita tidak akan impor beras. Ini bukti bahwa kita mampu, jika semua bergerak bersama,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2810\" data-end=\"3039\">Sementara itu, Gubernur Kalbar Ria Norsan menekankan pentingnya peran semua pihak. \u201cSwasembada pangan hanya bisa dicapai lewat kerja sama semua elemen, baik pemerintah, TNI-Polri, perguruan tinggi, hingga komunitas,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3041\" data-end=\"3165\">Brigade Pangan di Ketapang diharapkan tidak hanya mendorong produktivitas, tetapi juga membuka jalan bagi regenerasi petani. \u201cKami ingin pertanian modern ini melahirkan petani-petani milenial yang kreatif dan inovatif,\u201d pungkas Ria Norsan. []\n<p data-start=\"3167\" data-end=\"3281\">Admin 02<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KETAPANG &#8211; Upaya modernisasi sektor pertanian terus digenjot oleh Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI), salah satunya melalui percepatan transformasi berbasis mekanisasi. Program Brigade Pangan yang kini mulai diterapkan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), diharapkan menjadi motor penggerak menuju ketahanan pangan nasional. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan, program ini mengintegrasikan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":71,"featured_media":113648,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,30],"tags":[10131],"class_list":["post-113647","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-brigade-pangan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113647","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/71"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=113647"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113647\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":113649,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113647\/revisions\/113649"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/113648"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=113647"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=113647"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=113647"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}