{"id":113859,"date":"2025-06-23T10:26:42","date_gmt":"2025-06-23T02:26:42","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=113859"},"modified":"2025-06-23T10:26:42","modified_gmt":"2025-06-23T02:26:42","slug":"tujuh-jam-terjebak-di-gua-naga-mas-warga-karawang-selamat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tujuh-jam-terjebak-di-gua-naga-mas-warga-karawang-selamat\/","title":{"rendered":"Tujuh Jam Terjebak di Gua Naga Mas, Warga Karawang Selamat"},"content":{"rendered":"<div class=\"dad65929\">\n<div class=\"_4f9bf79 d7dc56a8 _43c05b5\">\n<div class=\"ds-markdown ds-markdown--block\">\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\"><strong>JAWA BARAT &#8211;<\/strong> Seorang warga Karawang berhasil dievakuasi setelah terjebak selama tujuh jam di dalam Gua Naga Mas, Desa Singkup, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada akhir pekan lalu. Peristiwa itu terjadi ketika Beti (35) beserta lima rekannya memasuki gua tersebut secara bergantian pada Sabtu (21\/6) malam.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Ayu Permana, Beti terjebak di dalam lorong gua yang sempit dengan diameter sekitar 40 centimeter. &#8220;Evakuasi dimulai dari subuh, tapi korban sudah terjebak sejak tengah malam, sekitar tujuh jam di dalam gua,&#8221; ujar Indra, seperti dikutip dari\u00a0<em>detikJabar<\/em>, Minggu (22\/6).<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Kejadian bermula pukul 22.24 WIB ketika Beti mencoba memasuki bagian dalam gua yang memiliki kedalaman sekitar 3 meter. Namun, saat gilirannya tiba, ia tidak mampu kembali ke permukaan. Pukul 00.30 WIB, Beti berusaha keras keluar, tetapi upayanya gagal karena tubuhnya tersangkut. Panik dan kelelahan membuat napasnya tersengal, hingga akhirnya ia kehabisan tenaga.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sudah dicoba beberapa kali, tapi tidak bisa keluar lagi dan akhirnya lemas,&#8221; kata Indra menceritakan kondisi Beti saat itu.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Warga dan aparat setempat kemudian meminta bantuan BPBD dan Pemadam Kebakaran Kuningan. Tim penyelamat tiba di lokasi pukul 04.45 WIB dan memulai proses evakuasi yang berlangsung selama sekitar tiga jam. Mereka bekerja dengan ekstra hati-hati untuk menghindari cedera lebih lanjut pada korban.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Akhirnya, pukul 07.55 WIB, Beti berhasil dikeluarkan dari gua dalam kondisi selamat meski mengalami kelelahan. Setelah kejadian ini, Indra mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan penelusuran gua atau aktivitas serupa.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami imbau agar masyarakat lebih waspada, apalagi kalau masuk ke tempat-tempat yang berisiko seperti gua,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya persiapan matang dan koordinasi dengan pihak berwenang sebelum melakukan eksplorasi ke lokasi-lokasi berbahaya. []\n<p>Admin05<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAWA BARAT &#8211; Seorang warga Karawang berhasil dievakuasi setelah terjebak selama tujuh jam di dalam Gua Naga Mas, Desa Singkup, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada akhir pekan lalu. Peristiwa itu terjadi ketika Beti (35) beserta lima rekannya memasuki gua tersebut secara bergantian pada Sabtu (21\/6) malam. Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":113860,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[35],"tags":[],"class_list":["post-113859","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113859","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=113859"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113859\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":113861,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113859\/revisions\/113861"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/113860"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=113859"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=113859"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=113859"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}