{"id":11429,"date":"2015-07-28T03:32:25","date_gmt":"2015-07-27T19:32:25","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=11429"},"modified":"2015-07-28T03:32:25","modified_gmt":"2015-07-27T19:32:25","slug":"preman-kampung-jotos-anggota-polisi-sampai-jontor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/preman-kampung-jotos-anggota-polisi-sampai-jontor\/","title":{"rendered":"Preman Kampung Jotos Anggota Polisi Sampai Jontor"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KUTAI KARTANEGARA<\/strong> &#8211; Segerombolan preman kampung di Kembang Janggut, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), yang jumlahnya sekitar 30 orang, berulah nekat. Mereka bikin onar, menggelar pesta di rumah kosong hingga mengganggu ketenteraman warga. Saat polisi datang, diimbau bubar, bukannya nurut malah ngelawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seorang dari mereka, bernama Kudam (27) bahkan berani menghadiahi jotosan ke bibir sebelah kiri seorang anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Kembang Janggut yang berusaha mengamankan lokasi. Bripka Mandaris namanya, menderita jontor di bibir akibat bogem mentah Kudam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kok berani ya si preman kampung ini? Usut punya usut, si Kudam berani melawan karena mabuk. Di tambah, Kudam tak sendiri, bersama puluhan kawan-kawannya yang saat itu sedang menggelar pesta minuman keras (Miras). Jadinya, pikiran si Kudam agak miring, berani deh ia melawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/polisi-dijotos.png\"><img decoding=\"async\" class=\"  wp-image-11430 alignleft\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/polisi-dijotos.png\" alt=\"polisi dijotos\" width=\"181\" height=\"177\" \/><\/a>Seperti dilaporkan media lokal, Bripka Mandaris jadi korban bogem preman mabuk itu pada Rabu (15\/7). Kudam (27), melakukan pemukulan lantaran tidak terima karena diperingatkan untuk bubar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kapolres Kukar AKBP Handoko Melalui Kapolsek Kembang Janggut, Salamun menjelaskan, kejadian itu terjadi setelah empat orang anggota melaksanakan patroli pada pukul 16.00 Wita dan mendapatkan laporan dari masyarakat jika ada sekelompok pemuda yang sedang asik berpesta miras di salah satu rumah kosong.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaat anggota melaksanakan patroli di Desa Kembang Janggut, kemudian anggota mendapat laporan dari warga melalui telpon bahwa ada sekelompok orang, di sebuah rumah kosong dekat jalan umum, kurang lebih 30 pemuda sedang asik pesta miras sambil membunyikan musik dengan keras,\u201d ungkap Salamun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setibanya di tempat kejadian perkara, keempat anggota langsung menegur dan menyarankan untuk bubar. \u201cPara pemuda tersebut tidak mau bubar dan melakukan perlawanan serta pengancaman terhadap petugas, kemudian salah satu pemuda bernama Kudam melakukan pemukulan terhadap Bripka Mandaris dan mengenai bibir sebelah kiri, karena situasi tidak menguntungkan, anggota memilih mundur sementara,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melihat yang dialami anggotanya, Salamun turun memimpin langsung ke TKP dan mendapati para pemuda sudah bubar. Pada Sabtu (25\/7) atau 10 hari sejak kejadian, Kudam berhasil ditangkap oleh Polsek Kembang Janggut di pondok sebuah ladang. \u201cUntuk saat ini tersangka kami amankan di Polsek selanjutnya akan dititipkan di rutan Polres guna pertanggung jawaban perbuatannya,\u201d tambah Salamun. [] KK<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI KARTANEGARA &#8211; Segerombolan preman kampung di Kembang Janggut, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), yang jumlahnya sekitar 30 orang, berulah nekat. Mereka bikin onar, menggelar pesta di rumah kosong hingga mengganggu ketenteraman warga. Saat polisi datang, diimbau bubar, bukannya nurut malah ngelawan. Seorang dari mereka, bernama Kudam (27) bahkan berani menghadiahi jotosan ke bibir &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11430,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,26,33],"tags":[1360,1361,1362,1363,1364],"class_list":["post-11429","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-kartanegara","tag-pemuda-mabuk","tag-polisi-dihajar","tag-preman","tag-preman-mabuk","tag-preman-nekat"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11429","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11429"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11429\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11429"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11429"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11429"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}