{"id":114662,"date":"2025-06-25T11:22:43","date_gmt":"2025-06-25T03:22:43","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=114662"},"modified":"2025-06-25T11:23:14","modified_gmt":"2025-06-25T03:23:14","slug":"padang-belajar-toleransi-dari-pontianak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/padang-belajar-toleransi-dari-pontianak\/","title":{"rendered":"Padang Belajar Toleransi dari Pontianak"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"355\" data-end=\"678\"><strong>PONTIANAK <\/strong>&#8211; Pemerintah Kota Pontianak kembali mendapat pengakuan sebagai kota yang berhasil membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan toleran. Hal ini terlihat dari kunjungan resmi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Padang yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, Selasa (24\/06\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"680\" data-end=\"1068\">Rombongan disambut hangat oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, di ruang rapat Wali Kota. Dalam kunjungan ini, FKUB Padang bertujuan mempelajari pendekatan Kota Pontianak dalam menjaga keharmonisan antarumat beragama. Kota Pontianak sendiri dikenal sebagai salah satu kota paling toleran di luar Pulau Jawa, dengan menempati peringkat ke-9 nasional dalam Indeks Kota Toleran (IKT).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1070\" data-end=\"1244\">Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Edi menyampaikan bahwa komunikasi terbuka dan intensif menjadi salah satu strategi utama pemerintah daerah dalam membina kerukunan sosial. \u201cLangkah utama kami adalah membangun komunikasi yang intensif dengan seluruh elemen masyarakat. Kota Pontianak memiliki keberagaman suku dan agama yang tinggi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1417\" data-end=\"1717\">Selain komunikasi, Pemkot Pontianak juga rutin menggelar kegiatan budaya sebagai sarana mempererat interaksi lintas suku dan agama. Kegiatan seperti Cap Go Meh, Festival Budaya Melayu, dan Gawai Dayak menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman dirayakan, bukan dijadikan perbedaan yang memecah belah. \u201cRuang publik dan taman kota juga kami optimalkan sebagai tempat berkumpul masyarakat dari berbagai latar belakang. Itu penting untuk menciptakan interaksi sosial yang sehat dan harmonis,\u201d tambah Edi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1921\" data-end=\"2102\">Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyebut kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan bentuk konkret studi banding dalam rangka memperkuat nilai-nilai moderasi beragama. &#8220;Alhamdulillah, kami bisa hadir di Kota Pontianak dan disambut langsung oleh Pak Wali Kota Edi Rusdi Kamtono. Ini menjadi kehormatan bagi kami. Kami ingin menyerap pengalaman yang telah dijalankan di sini untuk diterapkan di Padang,&#8221; ucap Maigus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2352\" data-end=\"2445\">Ia menekankan pentingnya kerja sama antardaerah dalam menjaga kedamaian dan persatuan bangsa. \u201cKita harus terus memperkuat silaturahmi dan kerja sama lintas daerah demi Indonesia yang lebih damai dan bersatu,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2575\" data-end=\"2761\">Kunjungan FKUB Padang ke Pontianak diharapkan menjadi pemantik lahirnya lebih banyak kebijakan yang mengutamakan harmoni sosial, serta memperkuat sinergi antar-FKUB di seluruh Indonesia. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2575\" data-end=\"2761\">Admin 02<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PONTIANAK &#8211; Pemerintah Kota Pontianak kembali mendapat pengakuan sebagai kota yang berhasil membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan toleran. Hal ini terlihat dari kunjungan resmi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Padang yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, Selasa (24\/06\/2025). Rombongan disambut hangat oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, di &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":71,"featured_media":114664,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,36],"tags":[4879],"class_list":["post-114662","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-fkub"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/114662","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/71"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=114662"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/114662\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":114666,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/114662\/revisions\/114666"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/114664"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=114662"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=114662"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=114662"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}