{"id":114788,"date":"2025-06-25T14:48:04","date_gmt":"2025-06-25T06:48:04","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=114788"},"modified":"2025-06-25T14:48:04","modified_gmt":"2025-06-25T06:48:04","slug":"tak-digubris-polisi-korban-kdrt-di-bekasi-lapor-ke-damkar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tak-digubris-polisi-korban-kdrt-di-bekasi-lapor-ke-damkar\/","title":{"rendered":"Tak Digubris Polisi, Korban KDRT di Bekasi Lapor ke Damkar"},"content":{"rendered":"<article class=\"text-token-text-primary w-full\" dir=\"auto\" data-testid=\"conversation-turn-28\" data-scroll-anchor=\"true\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto py-5 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @[37rem]:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @[72rem]:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:32rem] @[34rem]:[--thread-content-max-width:40rem] @[64rem]:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto flex max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 text-base gap-4 md:gap-5 lg:gap-6 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden\" tabindex=\"-1\">\n<div class=\"group\/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"relative flex-col gap-1 md:gap-3\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-5\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"abde0e12-869a-450a-a05d-6a9e0d2d5f08\" data-message-model-slug=\"gpt-4o\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full break-words dark\">\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"424\"><strong>JAWA BARAT &#8211;<\/strong> Seorang ibu rumah tangga berinisial D, warga Bekasi Selatan, memilih langkah tak biasa saat mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Dalam kondisi mental yang tertekan, D memutuskan mengadu ke petugas pemadam kebakaran (damkar) setelah laporan yang ia ajukan ke pihak kepolisian tak kunjung mendapatkan respons. Langkah ini diambil setelah ia mengalami frustrasi mendalam dan sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"426\" data-end=\"640\">\u201cSaya bikin aduan polisi, tapi belum ada tanggapan. Jadi saya langsung lapor damkar karena kepala saya sakit dan saya juga sudah depresi dan mau bunuh diri,\u201d ujar D saat ditemui di Bekasi Selatan pada (24\/06\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"642\" data-end=\"1041\">D menjelaskan bahwa laporan terhadap suaminya, berinisial I, telah diajukan ke Polres Metro Bekasi Kota pada Jumat (20\/06\/2025). Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP\/B\/1397\/VI\/2025\/SPKT\/POLRES METRO BEKASI KOTA\/POLDA METRO JAYA. Setelah membuat laporan, D melakukan visum di RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid dan menyerahkannya ke pihak kepolisian. Namun, ia tak pernah mendapat informasi lanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1043\" data-end=\"1218\">\u201cSetelah visum belum ada respons lagi, kata polisi nanti dikabarin lagi, terus saya tadi malam juga menghubungi polisi katanya nanti dikabari lagi dan nanti di-WA,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1220\" data-end=\"1573\">Langkah D menghubungi damkar menjadi alternatif terakhir. Ia mengaku merasa lebih tenang setelah mendapat pendampingan dari petugas. \u201cKalau tidak laporan damkar mau ngadu siapa, mau ngadu ke polisi tanggapannya belum ada, Alhamdulillah dapat bantuan juga dari damkar untuk proses selanjutnya, mau minta tolong ke rumah sakit untuk pengobatan,\u201d tambah D.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1575\" data-end=\"1900\">Anggota Tim Rescue Damkar Kota Bekasi, Eko Budi, mengatakan bahwa pihaknya menerima aduan dari D melalui call center 112 pada Selasa pagi pukul 06.30 WIB. Dalam laporan itu, D menyampaikan niat bunuh diri akibat tekanan yang dirasakannya. Enam petugas damkar segera dikirim ke rumah D menggunakan satu unit mobil operasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1902\" data-end=\"2061\">\u201cKami dapat pengaduan dari warga inisial D melalui 112 perihal KDRT, D berbahasa ingin bunuh diri, langsung kami kroscek datang dan minta alamatnya,\u201d kata Eko.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2063\" data-end=\"2403\">Setibanya di lokasi, petugas damkar langsung memberikan pendampingan. Eko juga membenarkan bahwa D menunjukkan tanda-tanda kekerasan fisik. \u201cKalau secara kasat mata itu ada bekas luka lebam di paha sebelah kiri, lalu kuping sebelah kiri keluar cairan, kemudian kepala terasa pusing dan ada memar juga,\u201d jelas Eko yang biasa disapa Eko Uban.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2405\" data-end=\"2724\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Hingga berita ini ditulis, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo Wahyu Bintoro belum memberikan tanggapan atas pesan yang telah dilayangkan Kompas.com terkait kasus ini. Peristiwa ini menjadi catatan penting mengenai penanganan laporan kekerasan terhadap perempuan yang seharusnya ditanggapi dengan cepat dan serius. []\n<p data-start=\"2405\" data-end=\"2724\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Admin05<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/article>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAWA BARAT &#8211; Seorang ibu rumah tangga berinisial D, warga Bekasi Selatan, memilih langkah tak biasa saat mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Dalam kondisi mental yang tertekan, D memutuskan mengadu ke petugas pemadam kebakaran (damkar) setelah laporan yang ia ajukan ke pihak kepolisian tak kunjung mendapatkan respons. Langkah ini diambil setelah ia mengalami frustrasi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":114791,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,35],"tags":[3388],"class_list":["post-114788","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-berita-nasional","tag-damkar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/114788","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=114788"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/114788\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":114793,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/114788\/revisions\/114793"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/114791"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=114788"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=114788"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=114788"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}