{"id":114932,"date":"2025-06-26T10:35:39","date_gmt":"2025-06-26T02:35:39","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=114932"},"modified":"2025-07-10T13:59:31","modified_gmt":"2025-07-10T05:59:31","slug":"jalan-tabang-kubar-rusak-guntur-desak-perbaikan-berkelanjutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/jalan-tabang-kubar-rusak-guntur-desak-perbaikan-berkelanjutan\/","title":{"rendered":"Jalan Tabang-Kubar Rusak, Guntur Desak Perbaikan Berkelanjutan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"389\" data-end=\"745\"><strong>SAMARINDA \u2013<\/strong> Permasalahan infrastruktur jalan di wilayah pedalaman Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Guntur, menilai bahwa perhatian pemerintah provinsi terhadap kondisi jalan nasional dan provinsi di Kukar perlu ditingkatkan, khususnya di wilayah-wilayah hulu yang memiliki akses terbatas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"747\" data-end=\"1300\">Guntur menyampaikan, Kukar memiliki tantangan geografis yang berbeda dibanding daerah lain di Kaltim. Dengan luas wilayah yang sangat besar dan tingkat kepadatan penduduk yang relatif rendah, pembangunan infrastruktur seperti jalan kerap kali menghadapi hambatan anggaran dan teknis. \u201cKukar ini memang penduduknya tidak padat, tapi wilayahnya luar biasa luas. Ke Tabang saja bisa 7 sampai 9 jam perjalanan. Kami harap Gubernur dan Wakil Gubernur bisa lebih memfokuskan bantuan untuk Kukar demi kemajuan bersama,\u201d ujarnya di Samarinda, Rabu (25\/06\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1302\" data-end=\"1796\">Guntur juga merespons pernyataan Gubernur Kaltim yang menyoroti banyaknya kerusakan jalan di Kukar. Ia menekankan bahwa kondisi tersebut tidak lepas dari karakteristik wilayah Kukar yang sebagian besar terdiri atas tanah rawa. \u201cContohnya jalan Sebelimbingan yang dilalui Gubernur usai menghadiri acara KTNA di Kabupaten Kutai Barat. Itu memang jalan lama yang dulunya rawa dan ditimbun, sempat diaspal karena permintaan masyarakat saat pelantikan kepala Dinas Pekerjaan Umum di sana,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1798\" data-end=\"2127\">Politikus PDI Perjuangan itu menilai semenisasi adalah solusi paling tepat untuk wilayah-wilayah rawan genangan seperti Tabang. \u201cSaya melihat progres semenisasi di Tabang sudah mulai kelihatan, ini langkah yang benar jangan lagi pakai aspal di kawasan-kawasan yang rawan genangan dan kita harus pikirkan jangka panjang,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2129\" data-end=\"2605\">Guntur menggarisbawahi bahwa penggunaan aspal tidak sesuai untuk struktur tanah seperti di Kukar yang kerap dilanda banjir musiman. Menurutnya, meskipun elevasi badan jalan telah dinaikkan hingga empat meter, genangan air tetap menyebabkan kerusakan jika jalan hanya berlapis aspal. \u201cAspal itu tidak akan kuat karena memang daerahnya rawan banjir dan kami sudah naikan badan jalan 4 meter, tapi tetap saja rusak karena terendam air, seharusnya dilakukan semenisasi,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2607\" data-end=\"2953\">Sebagai catatan, ruas jalan poros Tabang\u2013Kutai Barat merupakan jalur penting yang tidak hanya menghubungkan kecamatan-kecamatan di hulu Kukar, tetapi juga mendukung distribusi logistik dan hasil pertanian warga. Kondisi jalan yang rusak tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi kawasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2955\" data-end=\"3224\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan fungsi strategis jalur tersebut, Guntur berharap sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dapat segera diwujudkan dalam bentuk bantuan nyata untuk pembangunan infrastruktur yang lebih tahan lama dan berkelanjutan. [] ADVERTORIAL<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2955\" data-end=\"3224\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Permasalahan infrastruktur jalan di wilayah pedalaman Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Guntur, menilai bahwa perhatian pemerintah provinsi terhadap kondisi jalan nasional dan provinsi di Kukar perlu ditingkatkan, khususnya di wilayah-wilayah hulu yang memiliki akses terbatas. Guntur menyampaikan, Kukar memiliki tantangan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":115954,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,14],"tags":[9598],"class_list":["post-114932","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-parlementaria-dprd-kaltim","tag-dprd-kalimantan-timur"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/114932","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=114932"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/114932\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":121320,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/114932\/revisions\/121320"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/115954"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=114932"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=114932"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=114932"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}