{"id":115785,"date":"2025-05-03T15:39:28","date_gmt":"2025-05-03T07:39:28","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=115785"},"modified":"2025-07-02T11:44:23","modified_gmt":"2025-07-02T03:44:23","slug":"era-ai-menanti-pendidikan-kaltim-dituntut-bertransformasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/era-ai-menanti-pendidikan-kaltim-dituntut-bertransformasi\/","title":{"rendered":"Era AI Menanti, Pendidikan Kaltim Dituntut Bertransformasi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3441\" data-end=\"3764\"><strong data-start=\"3441\" data-end=\"3454\">SAMARINDA<\/strong> \u2013 Perubahan zaman yang serba cepat menuntut dunia pendidikan di Kalimantan Timur (Kaltim) untuk beradaptasi. Gubernur Kaltim Rudy Mas\u2019ud menilai bahwa tantangan terbesar pendidikan bukan hanya soal akses biaya, tetapi juga kemampuan mencetak generasi berkarakter, kritis, dan siap menghadapi era kecerdasan buatan atau <em>artificial intelligence<\/em> (AI).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3766\" data-end=\"3931\">Pernyataan itu disampaikannya seusai memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2025 di halaman Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Kota Samarinda, Jumat (02\/05\/2025).\u00a0\u201cIni tantangan terbesar dunia pendidikan kita. Dari era hafalan menjadi keterampilan dinamis,\u201d ujar pria yang sering dipanggil Gubernur Harum (Haji Rudy Mas&#8217;ud) itu kepada awak media.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4042\" data-end=\"4316\">Ia menjelaskan, kurikulum yang selama ini lebih menekankan hafalan harus bertransformasi ke pembelajaran <em>problem solving<\/em>, komunikasi, dan literasi digital. Menurutnya, arah kebijakan pendidikan harus lebih progresif untuk menyiapkan generasi yang tanggap terhadap perubahan.\u00a0Lebih berat lagi, tantangan tersebut bersamaan dengan hadirnya bonus demografi yang sejatinya menjadi peluang besar sekaligus ancaman jika tidak dikelola dengan baik. \u201cBonus demografi adalah pisau bermata dua,\u201d jelas Gubernur Harum.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4555\" data-end=\"4795\">Gubernur Harum menegaskan, jumlah penduduk usia produktif yang tinggi bisa menjadi potensi luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi. Namun, jika dunia pendidikan gagal mempersiapkan generasi unggul, bonus itu justru berisiko menciptakan pengangguran massal.\u00a0Sebagai solusi, Pemerintah Provinsi Kaltim mendorong integrasi teknologi informasi dalam seluruh proses belajar mengajar. Selain itu, pemerintah terus meningkatkan akses internet gratis di desa-desa melalui Program <em>Gratispol,<\/em> agar literasi digital merata.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"5054\" data-end=\"5262\">Rudy berharap guru dan tenaga pendidik menjadi agen perubahan yang sanggup membimbing peserta didik menghadapi era otomatisasi. Pemerintah daerah akan memfasilitasi pelatihan dan penyusunan kurikulum adaptif.\u00a0Melalui pendekatan menyeluruh, Gubernur Harum optimistis Kaltim bisa memanfaatkan bonus demografi untuk menghasilkan generasi produktif, kreatif, dan mandiri. []\n<p data-start=\"5054\" data-end=\"5262\">Penulis: Rasidah | Penyunting: Rasidah | ADV Diskominfo Kaltim<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Perubahan zaman yang serba cepat menuntut dunia pendidikan di Kalimantan Timur (Kaltim) untuk beradaptasi. Gubernur Kaltim Rudy Mas\u2019ud menilai bahwa tantangan terbesar pendidikan bukan hanya soal akses biaya, tetapi juga kemampuan mencetak generasi berkarakter, kritis, dan siap menghadapi era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Pernyataan itu disampaikannya seusai memimpin upacara peringatan Hari &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":115786,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,6873],"tags":[9230,3221,10235,1477],"class_list":["post-115785","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dinas-komunikasi-dan-informatika-kaltim","tag-ai","tag-hardiknas","tag-harum","tag-pendidikan-2"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115785","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=115785"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115785\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":117708,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115785\/revisions\/117708"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/115786"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=115785"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=115785"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=115785"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}