{"id":11632,"date":"2015-08-11T09:08:22","date_gmt":"2015-08-11T01:08:22","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=11632"},"modified":"2015-08-11T09:08:22","modified_gmt":"2015-08-11T01:08:22","slug":"penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras\/","title":{"rendered":"Penggunaan Kayu Cerucuk di Pontianak Dilarang Keras"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_11633\" aria-describedby=\"caption-attachment-11633\" style=\"width: 347px\" class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/kayu-cerucuk.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-11633\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/kayu-cerucuk.jpg\" alt=\"Kayu cerucuk yang digunakan untuk membangun rumah toko.\" width=\"347\" height=\"474\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-11633\" class=\"wp-caption-text\">Kayu cerucuk yang digunakan untuk membangun rumah toko.<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PONTIANAK<\/strong> &#8211; Kayu cerucuk atau kayu batangan bulat berukuran diameter kecil yang biasa digunakan untuk konstruksi bangunan dilarang keras penggunaannya di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pontianak Sutarmidji, Senin (10\/8).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melarang melarang penggunaan kayu cerucuk atau anak pohon untuk konstruksi bangunan, karena bisa mengancam kelestarian hutan dan lingkungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Bayangkan, berapa puluh ribu batang anak pohon yang ditebang untuk dijadikan kayu cerucuk sebagai konstruksi dalam satu bangunan saja,&#8221; kata Sutarmidji di Pontianak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menjelaskan, Pemkot Pontianak sudah lama mengeluarkan larangan penggunaan kayu cerucuk untuk konstruksi bangunan-bangunan pemerintah, sehingga menggantinya dengan cerucuk menggunakan pondasi beton.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Larangan penggunaan kayu cerucuk untuk pondasi beton maupun sebagai sarana untuk pembangunan rumah toko, rumah maupun bangunan lainnya, agar penebangan anak-anak pohon semakin berkurang sehingga tidak mengancam kelestarian hutan dan lingkungan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sutarmidji menambahkan, dirinya paling tidak suka ada orang yang menebang pohon, terutama pohon-pohon pelindung yang ditanam oleh Pemkot Pontianak melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pontianak di sepanjang pinggir-pinggir jalan-jalan protokol di Pontianak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kalaupun ada penebangan pohon, harus ada izin dari saya, kalau tidak, berikan sanksi denda yang besarnya mencapai Rp2,5 juta atau disuruh menanam kembali pohon sebanyak sepuluh pohon untuk satu pohon yang telah ditebang,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wali Kota Pontianak mengimbau kepada masyarakat Pontianak agar minimal menanam satu pohon di setiap pekarangan rumahnya, baik pohon yang ditanam sebagai pelindung maupun pohon-pohon yang bermanfaat, seperti pohon mangga, jambu, nangka, lengkeng dan lain sebagainya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemkot Pontianak telah memogramkan menanam sebanyak satu juta pohon untuk menghijaukan kota itu hingga tahun 2016.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat ini Pemkot Pontianak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pontianak sedang menanam sebanyak 2.500 pohon damar di sepanjang Jalan Ahmad Yani Pontianak. [] ANT<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PONTIANAK &#8211; Kayu cerucuk atau kayu batangan bulat berukuran diameter kecil yang biasa digunakan untuk konstruksi bangunan dilarang keras penggunaannya di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pontianak Sutarmidji, Senin (10\/8). Menurut, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melarang melarang penggunaan kayu cerucuk atau anak pohon untuk konstruksi bangunan, karena bisa mengancam kelestarian hutan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11633,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,36],"tags":[],"class_list":["post-11632","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO 5.0.1.1 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"PONTIANAK - Kayu cerucuk atau kayu batangan bulat berukuran diameter kecil yang biasa digunakan untuk konstruksi bangunan dilarang keras penggunaannya di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pontianak Sutarmidji, Senin (10\/8). Menurut, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melarang melarang penggunaan kayu cerucuk atau anak pohon untuk konstruksi bangunan, karena bisa mengancam kelestarian hutan\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"main-administrator\"\/>\n\t<meta name=\"google-site-verification\" content=\"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U\" \/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO (AIOSEO) 5.0.1.1\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Penggunaan Kayu Cerucuk di Pontianak Dilarang Keras - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"PONTIANAK - Kayu cerucuk atau kayu batangan bulat berukuran diameter kecil yang biasa digunakan untuk konstruksi bangunan dilarang keras penggunaannya di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pontianak Sutarmidji, Senin (10\/8). Menurut, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melarang melarang penggunaan kayu cerucuk atau anak pohon untuk konstruksi bangunan, karena bisa mengancam kelestarian hutan\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"449\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"100\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-08-11T01:08:22+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-08-11T01:08:22+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:site\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Penggunaan Kayu Cerucuk di Pontianak Dilarang Keras - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"PONTIANAK - Kayu cerucuk atau kayu batangan bulat berukuran diameter kecil yang biasa digunakan untuk konstruksi bangunan dilarang keras penggunaannya di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pontianak Sutarmidji, Senin (10\/8). Menurut, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melarang melarang penggunaan kayu cerucuk atau anak pohon untuk konstruksi bangunan, karena bisa mengancam kelestarian hutan\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras\\\/#blogposting\",\"name\":\"Penggunaan Kayu Cerucuk di Pontianak Dilarang Keras - Berita Borneo\",\"headline\":\"Penggunaan Kayu Cerucuk di Pontianak Dilarang Keras\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/kaltim-administrator\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":11633},\"datePublished\":\"2015-08-11T09:08:22+08:00\",\"dateModified\":\"2015-08-11T09:08:22+08:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"commentCount\":1,\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"Kalimantan Barat, Pontianak\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Barat\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kalimantan Barat\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"name\":\"Pontianak\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"Pontianak\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras\\\/#listItem\",\"name\":\"Penggunaan Kayu Cerucuk di Pontianak Dilarang Keras\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Barat\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras\\\/#listItem\",\"position\":4,\"name\":\"Penggunaan Kayu Cerucuk di Pontianak Dilarang Keras\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"name\":\"Pontianak\"}}]},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\",\"name\":\"PT Media Maju Bersama Bangsa\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"telephone\":\"+62811545499\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/Logo_beritaborneo_449x100.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras\\\/#organizationLogo\",\"width\":449,\"height\":100,\"caption\":\"berita borneo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras\\\/#organizationLogo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/profile.php?id=100085329087231\",\"https:\\\/\\\/twitter.com\\\/beritaborneo1\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/berita.borneo\\\/?hl=en\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@beritaborneo\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@beritaborneo1\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/beritaborneo\\\/recent-activity\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/kaltim-administrator\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/kaltim-administrator\\\/\",\"name\":\"main-administrator\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/37cd82c511f1c8bff288be47da4c6998dacb5112777142229b74cf30c6590581?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"main-administrator\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras\\\/\",\"name\":\"Penggunaan Kayu Cerucuk di Pontianak Dilarang Keras - Berita Borneo\",\"description\":\"PONTIANAK - Kayu cerucuk atau kayu batangan bulat berukuran diameter kecil yang biasa digunakan untuk konstruksi bangunan dilarang keras penggunaannya di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pontianak Sutarmidji, Senin (10\\\/8). Menurut, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melarang melarang penggunaan kayu cerucuk atau anak pohon untuk konstruksi bangunan, karena bisa mengancam kelestarian hutan\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/kaltim-administrator\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/kaltim-administrator\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":11633,\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras\\\/#mainImage\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2015-08-11T09:08:22+08:00\",\"dateModified\":\"2015-08-11T09:08:22+08:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"name\":\"Berita Borneo\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO -->\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Penggunaan Kayu Cerucuk di Pontianak Dilarang Keras - Berita Borneo","description":"PONTIANAK - Kayu cerucuk atau kayu batangan bulat berukuran diameter kecil yang biasa digunakan untuk konstruksi bangunan dilarang keras penggunaannya di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pontianak Sutarmidji, Senin (10\/8). Menurut, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melarang melarang penggunaan kayu cerucuk atau anak pohon untuk konstruksi bangunan, karena bisa mengancam kelestarian hutan","canonical_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"","webmasterTools":{"google-site-verification":"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U","miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BlogPosting","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras\/#blogposting","name":"Penggunaan Kayu Cerucuk di Pontianak Dilarang Keras - Berita Borneo","headline":"Penggunaan Kayu Cerucuk di Pontianak Dilarang Keras","author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/kaltim-administrator\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"},"image":{"@type":"ImageObject","url":11633},"datePublished":"2015-08-11T09:08:22+08:00","dateModified":"2015-08-11T09:08:22+08:00","inLanguage":"en-US","commentCount":1,"mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras\/#webpage"},"articleSection":"Kalimantan Barat, Pontianak"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","name":"Kalimantan Barat"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","position":2,"name":"Kalimantan Barat","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","name":"Pontianak"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","name":"Home"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","position":3,"name":"Pontianak","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras\/#listItem","name":"Penggunaan Kayu Cerucuk di Pontianak Dilarang Keras"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","name":"Kalimantan Barat"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras\/#listItem","position":4,"name":"Penggunaan Kayu Cerucuk di Pontianak Dilarang Keras","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","name":"Pontianak"}}]},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization","name":"PT Media Maju Bersama Bangsa","description":"Terlengkap se-Kalimantan","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","telephone":"+62811545499","logo":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras\/#organizationLogo","width":449,"height":100,"caption":"berita borneo"},"image":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras\/#organizationLogo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","https:\/\/twitter.com\/beritaborneo1\/","https:\/\/www.instagram.com\/berita.borneo\/?hl=en","https:\/\/www.tiktok.com\/@beritaborneo","https:\/\/www.youtube.com\/@beritaborneo1","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/beritaborneo\/recent-activity\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/kaltim-administrator\/#author","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/kaltim-administrator\/","name":"main-administrator","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras\/#authorImage","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/37cd82c511f1c8bff288be47da4c6998dacb5112777142229b74cf30c6590581?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g","width":96,"height":96,"caption":"main-administrator"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras\/#webpage","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras\/","name":"Penggunaan Kayu Cerucuk di Pontianak Dilarang Keras - Berita Borneo","description":"PONTIANAK - Kayu cerucuk atau kayu batangan bulat berukuran diameter kecil yang biasa digunakan untuk konstruksi bangunan dilarang keras penggunaannya di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pontianak Sutarmidji, Senin (10\/8). Menurut, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melarang melarang penggunaan kayu cerucuk atau anak pohon untuk konstruksi bangunan, karena bisa mengancam kelestarian hutan","inLanguage":"en-US","isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/kaltim-administrator\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/kaltim-administrator\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":11633,"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras\/#mainImage"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras\/#mainImage"},"datePublished":"2015-08-11T09:08:22+08:00","dateModified":"2015-08-11T09:08:22+08:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","name":"Berita Borneo","description":"Terlengkap se-Kalimantan","inLanguage":"en-US","publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"}}]},"og:locale":"en_US","og:site_name":"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan","og:type":"article","og:title":"Penggunaan Kayu Cerucuk di Pontianak Dilarang Keras - Berita Borneo","og:description":"PONTIANAK - Kayu cerucuk atau kayu batangan bulat berukuran diameter kecil yang biasa digunakan untuk konstruksi bangunan dilarang keras penggunaannya di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pontianak Sutarmidji, Senin (10\/8). Menurut, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melarang melarang penggunaan kayu cerucuk atau anak pohon untuk konstruksi bangunan, karena bisa mengancam kelestarian hutan","og:url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras\/","og:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:secure_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:width":449,"og:image:height":100,"article:published_time":"2015-08-11T01:08:22+00:00","article:modified_time":"2015-08-11T01:08:22+00:00","article:publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","twitter:card":"summary_large_image","twitter:site":"@beritaborneo1","twitter:title":"Penggunaan Kayu Cerucuk di Pontianak Dilarang Keras - Berita Borneo","twitter:description":"PONTIANAK - Kayu cerucuk atau kayu batangan bulat berukuran diameter kecil yang biasa digunakan untuk konstruksi bangunan dilarang keras penggunaannya di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pontianak Sutarmidji, Senin (10\/8). Menurut, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melarang melarang penggunaan kayu cerucuk atau anak pohon untuk konstruksi bangunan, karena bisa mengancam kelestarian hutan","twitter:creator":"@beritaborneo1","twitter:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"11632","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":null,"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":null,"og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":null,"robots_max_videopreview":null,"robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":null,"local_seo":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"ai":null,"created":"2023-06-29 02:01:09","updated":"2025-06-04 08:25:35","focus_keyword":null,"additional_keywords":null,"truseo_locale":null,"seo_analyzer_scan_date":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\" title=\"Home\">Home<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/\" title=\"Kalimantan Barat\">Kalimantan Barat<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/\" title=\"Pontianak\">Pontianak<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\tPenggunaan Kayu Cerucuk di Pontianak Dilarang Keras\n\t\t<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Home","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main"},{"label":"Kalimantan Barat","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/"},{"label":"Pontianak","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/"},{"label":"Penggunaan Kayu Cerucuk di Pontianak Dilarang Keras","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/penggunaan-kayu-cerucuk-di-pontianak-dilarang-keras\/"}],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11632","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11632"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11632\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11632"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11632"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11632"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}