{"id":116396,"date":"2025-06-27T17:58:37","date_gmt":"2025-06-27T09:58:37","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=116396"},"modified":"2025-08-13T18:02:45","modified_gmt":"2025-08-13T10:02:45","slug":"stadion-kaltim-akan-miliki-gedung-parkir-dan-fasilitas-helitech","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/stadion-kaltim-akan-miliki-gedung-parkir-dan-fasilitas-helitech\/","title":{"rendered":"Stadion Kaltim Akan Miliki Gedung Parkir dan Fasilitas Helitech"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"351\" data-end=\"713\"><strong>SAMARINDA<\/strong> \u2013 Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terus mematangkan rencana pengelolaan parkir di kawasan Stadion Kaltim. Langkah ini ditempuh sebagai respons terhadap maraknya praktik parkir liar yang dikhawatirkan dapat merugikan masyarakat maupun mencoreng citra fasilitas publik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"715\" data-end=\"1003\">Kepala UPTD Dispora Kaltim, Junaidi, menegaskan perlunya pengelolaan parkir secara resmi guna menghindari campur tangan pihak tidak bertanggung jawab. Menurutnya, absennya sistem pengelolaan parkir yang sah dapat membuka celah munculnya praktik pungutan liar (pungli) oleh oknum tertentu. \u201cParkir ini mau tidak mau harus dikelola, kalau tidak dikelola maka preman-preman parkir yang muncul, artinya pungutan-pungutan liar yang terjadi seperti itu,\u201d ujarnya, Kamis (26\/06\/2025) saat ditemui di Gedung Kadrie Oening Tower, Samarinda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1248\" data-end=\"1469\">Menurut Junaidi, sistem pengelolaan parkir yang baik tidak hanya menjamin ketertiban, tetapi juga dapat dirancang agar tidak membebani masyarakat. Ia menekankan pentingnya pengelolaan yang transparan dan sesuai peraturan. \u201cSehingga kalau menurut saya, berapapun besarnya yang jelas tidak memberatkan masyarakat, yang penting di situ ada pungutan dan ada pengolahan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1628\" data-end=\"1899\">Dalam upaya menciptakan sistem parkir yang lebih tertata dan berkelanjutan, pihaknya kini tengah mempersiapkan pembangunan gedung parkir bertingkat. Proyek ini, menurut Junaidi, menjadi solusi jangka panjang yang akan menjawab kebutuhan parkir di area strategis tersebut. \u201cJelas pengelolaannya makanya kami juga sudah merencanakan pembuatan gedung parkir, sudah ada perencanaannya,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2022\" data-end=\"2260\">Rencana pembangunan gedung parkir ini tak sekadar menyediakan ruang kendaraan, namun juga akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung modern. Bangunan tersebut dirancang hingga sembilan lantai dan akan dilengkapi helipad di bagian atapnya. \u201cUntuk gedung parkir itu sembilan tingkat gedung parkirnya, lalu yang rooftop-nya, yang paling atas itu untuk helitech karena sering sekali pejabat-pejabat, menteri ataupun Pak Presiden yang berkunjung,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2478\" data-end=\"2729\">Ia menjelaskan, selama ini Kota Samarinda belum memiliki lokasi khusus yang ideal untuk pendaratan helikopter. Situasi ini membuat penggunaan lapangan sepak bola menjadi pilihan sementara dalam kondisi darurat, padahal secara fungsi jelas tidak ideal. \u201cDan di Samarinda agak sulit kita untuk helitech-nya itu untuk mencarikannya dan sering digunakan lapangan bola,\u201d jelas Junaidi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2861\" data-end=\"3145\">Dengan adanya helipad di atas gedung parkir, lanjutnya, tamu-tamu penting negara dapat lebih mudah dan aman mendarat tanpa harus mengorbankan fungsi lapangan olahraga. Ia menekankan bahwa fasilitas tersebut akan menunjang fungsi stadion sebagai pusat kegiatan publik dan pemerintahan. \u201cArtinya kan ini sebenarnya bukan fungsi helitech kan seperti itu tapi kalau itu sudah tersedia helitech-nya di sana, maka itu bisa digunakan dengan baik,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3314\" data-end=\"3545\">Lebih jauh, gedung parkir ini juga akan dilengkapi fasilitas modern seperti lift dan aksesibilitas yang ramah bagi semua pengunjung. Disiapkan pula berbagai sarana penunjang lain untuk mendukung kenyamanan dan efisiensi penggunaan. \u201cArtinya ya ada lift-nya dan lain sebagainya untuk gedung parkirnya,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3628\" data-end=\"3896\">Tak hanya sebagai sarana penunjang stadion, gedung parkir ini juga disiapkan untuk menjadi aset yang dapat dikelola secara komersial. Menurut Junaidi, jika dikelola dengan profesional, fasilitas ini memiliki potensi menjadi sumber pendapatan daerah yang berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3628\" data-end=\"3896\">\u201cDan ini sudah bisa dikomersilkan dalam artian seperti halnya saya rasa masyarakat tidak keberatan, kita anggaplah stadion ini mall,\u201d pungkasnya. Melalui pengelolaan parkir yang terencana dan terintegrasi, pemerintah daerah berharap Stadion Kaltim tidak hanya menjadi pusat kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi ikon fasilitas publik modern dan tertib. [] ADVERTORIAL<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terus mematangkan rencana pengelolaan parkir di kawasan Stadion Kaltim. Langkah ini ditempuh sebagai respons terhadap maraknya praktik parkir liar yang dikhawatirkan dapat merugikan masyarakat maupun mencoreng citra fasilitas publik. Kepala UPTD Dispora Kaltim, Junaidi, menegaskan perlunya pengelolaan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":66,"featured_media":116398,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,6596],"tags":[1911,7348],"class_list":["post-116396","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dispora-kaltim","tag-junaidi","tag-pemprov-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116396","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/66"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=116396"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116396\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":128808,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116396\/revisions\/128808"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/116398"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=116396"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=116396"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=116396"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}