{"id":116573,"date":"2025-06-29T17:57:19","date_gmt":"2025-06-29T09:57:19","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=116573"},"modified":"2025-06-29T17:57:19","modified_gmt":"2025-06-29T09:57:19","slug":"pemkot-palangka-raya-ultimatum-wajib-pajak-mangkir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pemkot-palangka-raya-ultimatum-wajib-pajak-mangkir\/","title":{"rendered":"Pemkot Palangka Raya Ultimatum Wajib Pajak Mangkir"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"393\" data-end=\"668\"><strong data-start=\"393\" data-end=\"410\">PALANGKA RAYA<\/strong> \u2013 Pemerintah Kota Palangka Raya menyatakan sikap tegas terhadap pelaku usaha kafe dan tempat hiburan malam (THM) yang belum memenuhi kewajiban perpajakan mereka. Sejumlah pelaku usaha tercatat menunggak pembayaran pajak hingga mendekati satu tahun terakhir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"670\" data-end=\"849\">Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyoroti lemahnya implementasi peraturan daerah (perda) yang selama ini cenderung hanya menjadi dokumen formalitas tanpa penerapan nyata. \u201cPerda jangan hanya jadi formalitas. Harus dilaksanakan secara nyata, terutama soal pajak dan retribusi,\u201d ujar Fairid, Sabtu (28\/6\/2025), dengan menekankan bahwa regulasi yang telah dibuat wajib dijalankan secara konsisten.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1076\" data-end=\"1367\">Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) saat ini tengah menggencarkan penertiban terhadap pembayaran pajak yang semestinya sudah disetorkan oleh para pelaku usaha. Menurut Fairid, konsumen sebenarnya sudah membayar pajak saat melakukan transaksi di kafe atau tempat hiburan malam. \u201cJadi seharusnya pemilik usaha tinggal menyetorkan pajak itu ke pemerintah. Kalau tidak disetorkan, berarti ada kewajiban yang tidak dipenuhi,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1524\" data-end=\"1702\">Fairid juga menegaskan bahwa keterlambatan setahun dalam menyetorkan pajak bukan hal yang bisa ditoleransi. Pemerintah akan menempuh jalur penegakan hukum sesuai ketentuan perda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1704\" data-end=\"1960\">Sanksi administratif pun siap diberlakukan secara bertahap, dimulai dari peringatan pertama hingga ketiga. Jika tidak diindahkan, pemerintah tidak segan menjatuhkan sanksi pencabutan izin usaha atau pembekuan izin sementara hingga tunggakan pajak dilunasi. \u201cIni berlaku umum untuk semua pelaku usaha, tanpa terkecuali,\u201d tegas Fairid.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2040\" data-end=\"2180\">Ia juga mengingatkan bahwa piutang pajak yang telah tercatat tetap menjadi kewajiban, meskipun usaha bersangkutan telah berhenti beroperasi. \u201cPiutang negara tidak akan hilang begitu saja, karena sudah tercatat sebagai kewajiban,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2281\" data-end=\"2502\">Namun demikian, Pemkot tetap memberikan ruang solusi bagi pelaku usaha yang menunjukkan itikad baik. Opsi pembayaran cicilan disiapkan sebagai bentuk toleransi bagi wajib pajak yang berkomitmen menyelesaikan kewajibannya. \u201cIni bentuk keringanan bagi mereka yang benar-benar ingin menyelesaikan kewajibannya,\u201d pungkas Fairid. []\n<p data-start=\"2281\" data-end=\"2502\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALANGKA RAYA \u2013 Pemerintah Kota Palangka Raya menyatakan sikap tegas terhadap pelaku usaha kafe dan tempat hiburan malam (THM) yang belum memenuhi kewajiban perpajakan mereka. Sejumlah pelaku usaha tercatat menunggak pembayaran pajak hingga mendekati satu tahun terakhir. Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyoroti lemahnya implementasi peraturan daerah (perda) yang selama ini cenderung hanya menjadi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":116575,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2259,2264],"tags":[3561],"class_list":["post-116573","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-tengah","category-kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah","tag-palangka-raya"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116573","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=116573"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116573\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":116576,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116573\/revisions\/116576"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/116575"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=116573"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=116573"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=116573"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}