{"id":116789,"date":"2025-06-11T10:09:34","date_gmt":"2025-06-11T02:09:34","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=116789"},"modified":"2025-08-27T18:28:00","modified_gmt":"2025-08-27T10:28:00","slug":"o2sn-kukar-2025-ajang-prestasi-dan-pembentukan-karakter-siswa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/o2sn-kukar-2025-ajang-prestasi-dan-pembentukan-karakter-siswa\/","title":{"rendered":"O2SN Kukar 2025, Ajang Prestasi dan Pembentukan Karakter Siswa"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"489\" data-end=\"911\"><strong>KUTAI KARTANEGARA \u2013<\/strong> Pembukaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SD\/MI se-Kabupaten Kutai Kartanegara pada Selasa (10\/06\/2025) menjadi cermin upaya pemerintah daerah dalam membangun fondasi pembinaan atlet usia dini secara lebih merata. Bertempat di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Disdikbud Kukar, Joko Sampurno.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"913\" data-end=\"1222\">Dalam sambutannya, Joko menegaskan pentingnya menjadikan O2SN bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi sebagai sarana pengembangan karakter dan potensi siswa secara menyeluruh. Menurutnya, olahraga memiliki nilai pendidikan yang strategis dalam membentuk generasi muda yang tangguh secara fisik dan mental.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1224\" data-end=\"1397\">\u201cAjang ini tidak sekadar lomba, melainkan media pembentukan karakter yang menyeluruh\u2014mengembangkan aspek fisik, mental, emosional, dan intelektual peserta didik,\u201d ujar Joko.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1399\" data-end=\"1704\">Meski demikian, Joko tidak menampik adanya tantangan yang dihadapi, terutama dalam hal pemerataan akses. Ia mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran membuat tidak semua cabang olahraga bisa dipertandingkan. Hal ini turut memengaruhi partisipasi sejumlah kecamatan yang belum dapat mengirimkan perwakilan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1706\" data-end=\"1852\">\u201cIni akan menjadi catatan penting bagi kami untuk perbaikan ke depannya. Kami ingin O2SN benar-benar merata menjangkau seluruh wilayah,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1854\" data-end=\"2179\">Pentingnya keterlibatan semua pihak juga menjadi perhatian Joko. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan dari para guru, pelatih, hingga orang tua yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan anak-anak menghadapi ajang ini. Kolaborasi antara sekolah dan keluarga disebutnya sebagai pondasi utama pembinaan yang berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2181\" data-end=\"2350\">Selain itu, Joko menekankan perlunya profesionalisme panitia dan juri, terutama dalam menjaga objektivitas dalam penilaian, khususnya pada cabang artistik seperti senam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2352\" data-end=\"2561\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Menutup sambutannya, Joko menyampaikan harapannya agar melalui O2SN 2025 akan lahir bibit-bibit atlet Kukar yang berdaya saing tinggi, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga di ajang provinsi dan nasional.[] ADVERTORIAL<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2352\" data-end=\"2561\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Penulis: Anggi Triomi | Penyunting: Nursiah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI KARTANEGARA \u2013 Pembukaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SD\/MI se-Kabupaten Kutai Kartanegara pada Selasa (10\/06\/2025) menjadi cermin upaya pemerintah daerah dalam membangun fondasi pembinaan atlet usia dini secara lebih merata. Bertempat di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Disdikbud Kukar, Joko Sampurno. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":44,"featured_media":116790,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,8741],"tags":[6906,8549],"class_list":["post-116789","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-disdikbud-kukar","tag-disdikbud-kukar","tag-o2sn"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116789","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/44"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=116789"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116789\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":132021,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116789\/revisions\/132021"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/116790"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=116789"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=116789"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=116789"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}