{"id":117498,"date":"2025-07-01T17:13:11","date_gmt":"2025-07-01T09:13:11","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=117498"},"modified":"2025-07-01T17:13:30","modified_gmt":"2025-07-01T09:13:30","slug":"pemprov-kaltara-pastikan-pembangunan-merata-di-lima-wilayah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pemprov-kaltara-pastikan-pembangunan-merata-di-lima-wilayah\/","title":{"rendered":"Pemprov Kaltara Pastikan Pembangunan Merata di Lima Wilayah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"294\" data-end=\"688\"><strong>TANJUNG SELOR \u2013<\/strong> Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah, baik di kawasan perkotaan, pedesaan, pedalaman, maupun daerah perbatasan. Upaya ini dilakukan sebagai respons terhadap keluhan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan infrastruktur jalan yang hingga kini masih banyak belum tertangani secara optimal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"690\" data-end=\"1006\">Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A Paliwang, menegaskan bahwa seluruh kabupaten dan kota di provinsi termuda di Indonesia ini menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan yang disusun pemerintah provinsi. Ia menyebutkan bahwa tidak ada satu pun wilayah yang diistimewakan atau diabaikan dalam proses pembangunan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1008\" data-end=\"1193\">\u201cSemua akan jadi perhatian kita. Kan Kaltara ini terdiri dari 5 kabupaten\/kota, jadi semua ini tetap menjadi atensi kita,\u201d ujar Gubernur Zainal saat dikonfirmasi pada Selasa (1\/7\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1195\" data-end=\"1471\">Ia menyebut pembangunan akan dilaksanakan secara menyeluruh, mencakup Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan, dan Kota Tarakan. Pemerintah provinsi berupaya agar distribusi proyek pembangunan tidak terfokus hanya pada wilayah tertentu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1473\" data-end=\"1628\">\u201cJadi tidak hanya, misalnya hanya di wilayah perbatasan seperti Krayan dan Apau Kayan. Tapi di semua tempat di Kaltara akan jadi perhatian kita,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1630\" data-end=\"1896\">Kendati demikian, Gubernur Zainal tidak menampik bahwa masih terdapat penilaian dari sebagian masyarakat mengenai ketimpangan perhatian antarwilayah. Namun ia menegaskan bahwa Pemprov Kaltara tetap berkomitmen untuk memberikan perhatian yang sama tanpa diskriminasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1898\" data-end=\"2096\">\u201cTetap kita akan perhatikan semua wilayah. Apalagi untuk wilayah perbatasan, tentu ini yang perlu segera kita kerjakan, karena kita ketahui bersama bahwa masih ada akses yang belum sampai,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2098\" data-end=\"2325\">Salah satu upaya nyata yang tengah diupayakan Pemprov Kaltara adalah penyelesaian proyek infrastruktur penting seperti Jembatan Binuang yang menjadi akses utama menuju Krayan. Ia berharap proyek tersebut bisa tuntas tahun 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2327\" data-end=\"2468\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">\u201cMudah-mudahan di tahun 2026 seperti Jembatan Binuang, salah satu akses yang terpenting di Krayan, itu bisa diselesaikan segera,\u201d pungkasnya.[]\n<p data-start=\"2327\" data-end=\"2468\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Admin05<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TANJUNG SELOR \u2013 Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah, baik di kawasan perkotaan, pedesaan, pedalaman, maupun daerah perbatasan. Upaya ini dilakukan sebagai respons terhadap keluhan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan infrastruktur jalan yang hingga kini masih banyak belum tertangani secara optimal. Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A Paliwang, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":117499,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,27,9878],"tags":[],"class_list":["post-117498","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-utara-kaltara","category-tanjung-selor"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117498","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=117498"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117498\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":117500,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117498\/revisions\/117500"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/117499"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=117498"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=117498"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=117498"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}