{"id":11777,"date":"2015-08-14T09:41:27","date_gmt":"2015-08-14T01:41:27","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=11777"},"modified":"2015-08-14T09:41:27","modified_gmt":"2015-08-14T01:41:27","slug":"sawah-milik-anggota-dprd-kalsel-juga-kekeringan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/sawah-milik-anggota-dprd-kalsel-juga-kekeringan\/","title":{"rendered":"Sawah Milik Anggota DPRD Kalsel Juga Kekeringan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/sawah-kering.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-11778\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/sawah-kering.jpg\" alt=\"sawah kering\" width=\"465\" height=\"276\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BANJARMASIN<\/strong> &#8211; Ketua komisi II bidang ekonomi dan keuangan DPRD Kalimantan Selatan Muharram menyatakan, kekeringan yang terjadi belakangan karena pengaruh El Nino tak pilih-pilih, tapi tampaknya merata.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sawah milik saya pun sebagai Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Selatan merasakan kekeringan tersebut,&#8221; katanya sambil tersenyum di Banjarmasin, Rabu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Muharram yang juga Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kalsel itu mengaku, sekitar tiga hektare lahan sawah yang sudah dia traktor, kini mengalami kekeringan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jadi bukan cuma petani lain, saya pun sebagai Ketua Komisi II DPRD Kalsel mengalami nasib serupa. Artinya tuhan tidak pilih-pilih, walau sebagai wakil rakyat juga sama dengan petani pada umumnya,&#8221; ucap dia bercanda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oleh sebab itu, terpaksa menunda bercocok tanam padi, karena sawah tidak berair, lanjutnya saat berada di ruang komisi II menjawab Antara Kalsel.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun Ketua Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPRD Kalsel yang juga seorang ptani itu mengimbau petani agar jangan berputus asa menghadapi musibah kekeringan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kita harus sabar dan tetap tawakal dengan tidak pasrah terhadapan keadaan alam, tapi\u00ef\u00bf\u00bd terus berupaya begaimana menyiasati kekeringan, sehingga masih bisa mendatang manaaf atau setidaknya jangan kehilangan pendapatan samasekali,&#8221; demikian Muharram.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, petani lainnya di Kalsel menjerit karena kekeringan, ssehingga tidak bisa bercocok tanam, serta sulit untuk mengembangkan usaha tani lain, seperti menanam palawija dan berkebun sayur-sayuran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Yang lebih merisaukan petani, tanaman padi yang sudah hampir berbunga atau menampakan buah, kini sawah dalam keadaan kekeringan, ujar Ketua Kelompok Tani (Poktan) &#8220;Karya Tani&#8221; di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalsel Anang Syahdan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena, lanjutnya, dengan kekeringan itu khawatir bisa gagal panen, lanjut warga Desa Babirik Kecamatan Bumi Makmur, Tala tersebut saat berada di Banjarmasin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia mengaku, terjadi keterlambatan menanam padi di sawah yang sifatnya tadah hujan,, hingga saat kemarau atau kekeringan tiba belum sempat panen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jika memulai tanam tepat waktu, mungkin sekitar satu bulan lalu sudah. Tapi keterlambatan itu juga karena masalah banjir,&#8221; demikian Syahdan.\u00a0 [] ANT<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANJARMASIN &#8211; Ketua komisi II bidang ekonomi dan keuangan DPRD Kalimantan Selatan Muharram menyatakan, kekeringan yang terjadi belakangan karena pengaruh El Nino tak pilih-pilih, tapi tampaknya merata. &#8220;Sawah milik saya pun sebagai Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Selatan merasakan kekeringan tersebut,&#8221; katanya sambil tersenyum di Banjarmasin, Rabu. Muharram yang juga Ketua Kontak Tani dan Nelayan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11778,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2275,2276],"tags":[1405,2095,3919],"class_list":["post-11777","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan","category-kalimantan-selatan-kalsel","tag-kekeringan","tag-sawah","tag-sawah-kering"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11777","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11777"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11777\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11777"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11777"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11777"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}