{"id":117899,"date":"2025-07-03T11:21:34","date_gmt":"2025-07-03T03:21:34","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=117899"},"modified":"2025-08-09T10:33:04","modified_gmt":"2025-08-09T02:33:04","slug":"dispora-kaltim-dorong-olahraga-tradisional-jadi-ajang-prestasi-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dispora-kaltim-dorong-olahraga-tradisional-jadi-ajang-prestasi-nasional\/","title":{"rendered":"Dispora Kaltim Dorong Olahraga Tradisional Jadi Ajang Prestasi Nasional"},"content":{"rendered":"<article class=\"text-token-text-primary w-full\" dir=\"auto\" data-testid=\"conversation-turn-78\" data-scroll-anchor=\"true\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto py-5 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @[37rem]:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @[72rem]:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:32rem] @[34rem]:[--thread-content-max-width:40rem] @[64rem]:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto flex max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 text-base gap-4 md:gap-5 lg:gap-6 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden\" tabindex=\"-1\">\n<div class=\"group\/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"relative flex-col gap-1 md:gap-3\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-5\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"acb6dd39-d206-45cb-8300-7cb26001ef0c\" data-message-model-slug=\"gpt-4o\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full break-words dark\">\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"440\" data-end=\"781\"><strong>SAMARINDA \u2013<\/strong> Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan mengembangkan budaya lokal melalui penguatan olahraga tradisional. Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk melestarikan warisan leluhur, tetapi juga untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam aktivitas fisik yang menyenangkan dan membentuk karakter.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"783\" data-end=\"1156\">Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim memandang olahraga tradisional sebagai salah satu instrumen penting dalam mendekatkan budaya kepada generasi muda. Kepala Seksi Olahraga dan Rekreasi Tradisional Dispora Kaltim, Thomas Alva Edison, menilai bahwa permainan rakyat merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat dan memiliki nilai kebudayaan yang tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1158\" data-end=\"1367\">\u201cOlahraga tradisional itu sebetulnya permainan rakyat. Aset budaya setiap daerah berbeda-beda, dan pada dasarnya tujuannya untuk kegembiraan, kesenangan, dan hobi,\u201d ujarnya saat ditemui pada Rabu (02\/07\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1369\" data-end=\"1717\">Menurutnya, seiring berkembangnya minat masyarakat terhadap permainan tradisional, olahraga ini kini mengalami transformasi menjadi ajang kompetitif. Bahkan, sejumlah cabang olahraga tradisional telah dipertandingkan di tingkat nasional hingga internasional. Hal itu dibuktikan dengan perubahan struktur organisasi pembina dari FORMI menjadi KORMI.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1719\" data-end=\"1928\">\u201cDulu tidak ada unsur pertandingan, tapi sekarang sudah diperlombakan. Bahkan ada kejuaraan di tingkat dunia. Maka dari itu, organisasi olahraga tradisional pun berkembang, dari FORMI menjadi KORMI,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1930\" data-end=\"2122\">KORMI, lanjut Thomas, menegaskan kembali bahwa olahraga rekreasi adalah milik masyarakat. Tujuannya tidak melulu mengejar medali, melainkan lebih pada keterlibatan aktif dan kebahagiaan warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2124\" data-end=\"2335\">\u201cSekarang KORMI kembali menekankan bahwa ini milik masyarakat. Jadi kalau kita mendengar istilah olahraga rekreasi atau olahraga tradisional, sebenarnya itu bagian dari olahraga masyarakat,\u201d katanya menambahkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2337\" data-end=\"2590\">Thomas juga memaparkan bahwa olahraga tradisional dan olahraga prestasi memiliki pendekatan berbeda. Olahraga prestasi dirancang sejak awal untuk mencetak juara, sedangkan olahraga masyarakat lebih inklusif dan berorientasi pada kesehatan serta hiburan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2592\" data-end=\"2859\">\u201cOlahraga prestasi sejak awal memang dibentuk untuk menghasilkan juara. Ada sistem kaderisasi, pembinaan, bahkan pendanaan yang terstruktur. Seperti halnya pendidikan, mulai dari TK hingga ke jenjang atas, semua disiapkan untuk mencetak atlet berprestasi,\u201d terangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2861\" data-end=\"3056\">Namun demikian, batas antara kedua jenis olahraga itu tidak selalu tegas. Beberapa cabang seperti panahan atau binaraga bisa hadir di dua ranah sekaligus, tergantung bagaimana penyelenggaraannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3058\" data-end=\"3285\">\u201cJangan heran kalau ada olahraga yang muncul di KONI juga ada di KORMI. Misalnya olahraga panahan atau bodybuilding. Di KONI tujuannya prestasi, sementara di KORMI lebih ke arah kegembiraan dan partisipasi masyarakat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3287\" data-end=\"3582\">Dispora Kaltim berharap olahraga tradisional terus mendapat tempat di hati masyarakat dan menjadi media penguatan identitas budaya sekaligus wadah kebersamaan. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan olahraga tradisional sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3584\" data-end=\"3771\">\u201cOlahraga masyarakat lahir dari kebutuhan untuk refreshing dan hiburan. Sementara olahraga prestasi sejak awal memang ditujukan untuk mengejar kemenangan dan kejuaraan,\u201d pungkas Thomas.[] ADVERTORIAL<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3773\" data-end=\"3835\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Penulis: Rifky Irlika Akbar | Penyunting: Nursiah<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/article>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan mengembangkan budaya lokal melalui penguatan olahraga tradisional. Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk melestarikan warisan leluhur, tetapi juga untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam aktivitas fisik yang menyenangkan dan membentuk karakter. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim memandang olahraga tradisional sebagai salah satu instrumen &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":60,"featured_media":117926,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,6596],"tags":[6598,10750],"class_list":["post-117899","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dispora-kaltim","tag-dispora-kaltim","tag-olahraga-tradisional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117899","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/60"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=117899"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117899\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":127783,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117899\/revisions\/127783"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/117926"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=117899"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=117899"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=117899"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}