{"id":117938,"date":"2025-07-03T12:09:01","date_gmt":"2025-07-03T04:09:01","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=117938"},"modified":"2025-08-16T22:29:35","modified_gmt":"2025-08-16T14:29:35","slug":"dispora-kaltim-dorong-kemandirian-sekolah-dan-pelestarian-olahraga-tradisional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dispora-kaltim-dorong-kemandirian-sekolah-dan-pelestarian-olahraga-tradisional\/","title":{"rendered":"Dispora Kaltim Dorong Kemandirian Sekolah dan Pelestarian Olahraga Tradisional"},"content":{"rendered":"<article class=\"text-token-text-primary w-full\" dir=\"auto\" data-testid=\"conversation-turn-98\" data-scroll-anchor=\"true\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto py-5 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @[37rem]:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @[72rem]:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:32rem] @[34rem]:[--thread-content-max-width:40rem] @[64rem]:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto flex max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 text-base gap-4 md:gap-5 lg:gap-6 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden\" tabindex=\"-1\">\n<div class=\"group\/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"relative flex-col gap-1 md:gap-3\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-5\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"0aa1ec40-f1f7-404a-ba4e-0cde8aec13eb\" data-message-model-slug=\"gpt-4o\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full break-words dark\">\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"485\" data-end=\"913\"><strong>SAMARINDA \u2013<\/strong> Pendekatan berbasis kemandirian menjadi strategi utama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur dalam menghidupkan kembali olahraga tradisional di lingkungan sekolah. Dalam upayanya membumikan kembali warisan budaya bangsa kepada generasi muda, Dispora memberikan kepercayaan penuh kepada pihak sekolah untuk mengambil peran aktif dalam pelaksanaan dan penyediaan fasilitas olahraga tradisional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"915\" data-end=\"1187\">Menurut Kepala Seksi Olahraga dan Rekreasi Tradisional Dispora Kaltim, Thomas Alva Edison, pihaknya tidak hanya fokus pada pembinaan, tetapi juga mendorong sekolah-sekolah agar lebih mandiri dalam menyediakan sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan olahraga tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1189\" data-end=\"1411\">\u201cUntuk sarana dan prasarana, kalau yang internal ada di stadion kami. Tapi untuk eksternal, masing-masing sekolah biasanya menyediakan sendiri sesuai kondisi yang dimiliki,\u201d ujar Thomas saat ditemui pada Rabu (02\/07\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1413\" data-end=\"1653\">Ia menjelaskan, dalam pola kerja sama yang berjalan saat ini, Dispora menyediakan instruktur dengan kontrak kerja khusus yang akan mendampingi kegiatan di sekolah. Sementara itu, sekolah bertanggung jawab atas penyediaan lokasi pelaksanaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1655\" data-end=\"1844\">\u201cJadi, sekolah menyiapkan fasilitasnya secara individu, dan kami hanya memfasilitasi ketika kegiatan dilakukan di area kami. Biasanya mereka pakai halaman sekolah masing-masing,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1846\" data-end=\"2125\">Selain mendukung kegiatan di sekolah, Dispora juga tengah mengembangkan area milik pemerintah agar bisa dimanfaatkan untuk kegiatan luar ruang. Salah satu rencana yang tengah digodok adalah penggunaan lahan di sekitar Asrama 2 kompleks stadion untuk kegiatan panahan tradisional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2127\" data-end=\"2339\">\u201cKami sedang mengupayakan pemanfaatan lahan di sekitar stadion, seperti area di sebelah Asrama 2. Rencananya itu akan digunakan untuk kegiatan panahan tradisional, tentu kalau anggarannya memungkinkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2341\" data-end=\"2557\">Mengenai jadwal kegiatan, Dispora tidak menetapkan secara kaku. Sekolah atau lembaga memiliki keleluasaan untuk menentukan waktu pelaksanaan, dan Dispora akan menyesuaikan dengan jadwal para instruktur yang tersedia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2559\" data-end=\"2711\">\u201cSetiap sekolah atau lembaga menyesuaikan sendiri lokasinya. Kami hanya bantu menjadwalkan dan menyesuaikan dengan kegiatan para instruktur,\u201d terangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2713\" data-end=\"2956\">Lebih lanjut, Thomas menekankan pentingnya membentuk kesadaran pelajar terhadap nilai budaya yang terkandung dalam olahraga tradisional. Ia berharap para siswa dapat menjadikan kegiatan ini sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban kurikulum.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2958\" data-end=\"3101\">\u201cHarapan kami ke depan, anak-anak bisa melestarikan olahraga masyarakat ini bukan karena dipaksa, tapi karena merasa membutuhkannya,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3103\" data-end=\"3414\">Olahraga tradisional, menurutnya, menyimpan banyak nilai positif. Selain memberi manfaat fisik, permainan-permainan tradisional juga berperan dalam pembentukan karakter sosial yang kuat. Permainan individu melatih anak berpikir mandiri, sedangkan permainan berkelompok memperkuat nilai kerja sama dan toleransi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3416\" data-end=\"3602\">\u201cPermainan tunggal melatih anak untuk berpikir mandiri dan menyelesaikan masalah sendiri. Sedangkan permainan kelompok menumbuhkan kerja sama, rasa kebersamaan, dan toleransi,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3604\" data-end=\"3818\">Ia pun membandingkan karakter yang dihasilkan oleh olahraga tradisional dan olahraga prestasi. Menurutnya, permainan tradisional menanamkan semangat kolektif, berbeda dengan olahraga prestasi yang lebih kompetitif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3820\" data-end=\"4034\">\u201cKalau olahraga prestasi yang sifatnya individu biasanya membentuk karakter yang lebih kompetitif dan cenderung egois. Tapi permainan tradisional itu justru menanamkan nilai kebersamaan dan kerja sama,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4036\" data-end=\"4259\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Dengan pendekatan kolaboratif ini, Dispora Kaltim berharap sekolah dapat menjadi pusat pelestarian budaya sekaligus pembinaan karakter siswa melalui olahraga tradisional yang telah lama menjadi bagian dari jati diri bangsa.[] ADVERTORIAL<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4036\" data-end=\"4259\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Penulis: Rifki Irlika Akbar | Penyunting: Nursiah<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/article>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Pendekatan berbasis kemandirian menjadi strategi utama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur dalam menghidupkan kembali olahraga tradisional di lingkungan sekolah. Dalam upayanya membumikan kembali warisan budaya bangsa kepada generasi muda, Dispora memberikan kepercayaan penuh kepada pihak sekolah untuk mengambil peran aktif dalam pelaksanaan dan penyediaan fasilitas olahraga tradisional. Menurut Kepala Seksi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":60,"featured_media":129211,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,6596],"tags":[6598],"class_list":["post-117938","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dispora-kaltim","tag-dispora-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117938","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/60"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=117938"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117938\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":127792,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117938\/revisions\/127792"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/129211"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=117938"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=117938"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=117938"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}