{"id":118533,"date":"2025-07-04T11:28:30","date_gmt":"2025-07-04T03:28:30","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=118533"},"modified":"2025-08-09T11:35:58","modified_gmt":"2025-08-09T03:35:58","slug":"dispora-dukung-prodi-tari-unmul-budaya-harus-dikemas-modern","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dispora-dukung-prodi-tari-unmul-budaya-harus-dikemas-modern\/","title":{"rendered":"Dispora Dukung Prodi Tari Unmul: Budaya Harus Dikemas Modern"},"content":{"rendered":"<article class=\"text-token-text-primary w-full\" dir=\"auto\" data-testid=\"conversation-turn-78\" data-scroll-anchor=\"true\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto py-5 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @[37rem]:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @[72rem]:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:32rem] @[34rem]:[--thread-content-max-width:40rem] @[64rem]:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto flex max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 text-base gap-4 md:gap-5 lg:gap-6 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden\" tabindex=\"-1\">\n<div class=\"group\/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"relative flex-col gap-1 md:gap-3\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-5\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"4ef71946-f2da-42c3-b3be-59931fb4cc33\" data-message-model-slug=\"gpt-4o\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full break-words dark\">\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"261\" data-end=\"596\"><strong>SAMARINDA \u2013<\/strong> Dukungan terhadap pelestarian seni dan budaya tradisional Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mendapat penguatan dari sektor pendidikan tinggi. Langkah Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda yang membuka program studi (prodi) seni tari menjadi sinyal positif bagi revitalisasi warisan budaya lokal melalui pendekatan akademis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"598\" data-end=\"995\">Langkah ini tidak hanya menjadi bukti komitmen Unmul dalam melestarikan budaya daerah, tetapi juga membuka peluang besar bagi generasi muda untuk menjadikan seni tari sebagai jalur karier profesional. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk konkret kepedulian perguruan tinggi terhadap identitas budaya Benua Etam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"997\" data-end=\"1560\">Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, AA Bagus Sugiarta, mengapresiasi langkah tersebut dan menyatakan bahwa selama ini Dispora juga aktif menggelar berbagai kegiatan sosialisasi seni tari ke masyarakat. \u201cSaya dengar Unmul baru saja membuka program studi tari. Ini tentu langkah yang sangat baik dan patut diapresiasi. Dari sisi pemerintah, kami sudah lebih dulu melakukan berbagai sosialisasi agar masyarakat mengenal dan mencintai seni tari, khususnya tari tradisional yang merupakan bagian dari identitas budaya kita,\u201d katanya, Kamis (03\/07\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1562\" data-end=\"2099\">Dispora Kaltim menilai rendahnya minat kalangan muda terhadap seni tari tradisional sebagai tantangan yang harus segera dijawab. Karenanya, keberadaan prodi tari di Unmul dianggap bisa menjadi media efektif dalam membangun minat dan kesadaran budaya, khususnya di kalangan Gen Z. \u201cSekarang tinggal bagaimana pihak Unmul bisa membuat program yang menarik dan relevan. Kalau dikemas dengan cara yang modern, saya yakin generasi muda bisa melihat bahwa seni tari bukan hanya soal budaya, tapi juga punya masa depan yang cerah,\u201d jelas Bagus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2101\" data-end=\"2587\">Ia juga menyebut pentingnya dukungan konkret dari pemerintah daerah agar daya tarik program ini meningkat. Menurutnya, jika prodi tari difasilitasi dengan program beasiswa, kelas unggulan, atau kebijakan keringanan biaya, maka animo masyarakat akan tumbuh lebih cepat. \u201cMungkin ke depan bisa disinergikan dengan program kelas unggulan atau bantuan pendidikan. Kalau prodi tari ini bisa diberikan keringanan biaya atau bahkan digratiskan, saya yakin peminatnya bisa bertambah,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2589\" data-end=\"3051\">Dalam konteks globalisasi yang kian masif, pelestarian budaya tradisional tak cukup hanya mengandalkan metode lama. Bagus menekankan pentingnya pemanfaatan media digital dan pendekatan visual yang kreatif. \u201cKuncinya ada di pendekatan yang modern tanpa menghilangkan esensi tradisinya. Kita bisa memanfaatkan media sosial, festival, hingga teknologi digital untuk menarik perhatian Gen Z agar mereka mau mempelajari dan mencintai seni tari tradisional,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3053\" data-end=\"3431\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Dispora berharap, seiring berjalannya waktu, prodi seni tari di Unmul akan mencetak lulusan yang mampu menjaga, mengembangkan, dan mengenalkan seni tari Kalimantan Timur ke tingkat nasional maupun internasional. \u201cKami optimis. Jika diberikan ruang, fasilitas, dan pendekatan yang tepat, seni tari di Kaltim akan tetap lestari dan semakin diminati anak-anak muda,\u201d pungkas Bagus.[] ADVERTORIAL<\/p>\n<p data-start=\"3053\" data-end=\"3431\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Penulis: Rifky Irlika Akbar | Penyunting: Nursiah<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/article>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Dukungan terhadap pelestarian seni dan budaya tradisional Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mendapat penguatan dari sektor pendidikan tinggi. Langkah Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda yang membuka program studi (prodi) seni tari menjadi sinyal positif bagi revitalisasi warisan budaya lokal melalui pendekatan akademis. Langkah ini tidak hanya menjadi bukti komitmen Unmul dalam melestarikan budaya daerah, tetapi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":60,"featured_media":118535,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,6596],"tags":[6598,11157],"class_list":["post-118533","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dispora-kaltim","tag-dispora-kaltim","tag-prodi-tari-unmul"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118533","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/60"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=118533"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118533\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":127843,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118533\/revisions\/127843"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/118535"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=118533"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=118533"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=118533"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}