{"id":11885,"date":"2015-08-23T13:59:14","date_gmt":"2015-08-23T05:59:14","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=11885"},"modified":"2015-08-23T13:59:14","modified_gmt":"2015-08-23T05:59:14","slug":"kloter-pertama-calhaj-kaltim-diberangkatkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kloter-pertama-calhaj-kaltim-diberangkatkan\/","title":{"rendered":"Kloter Pertama Calhaj Kaltim Diberangkatkan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/calhaj-kaltim.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-11886 aligncenter\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/calhaj-kaltim-300x200.jpg\" alt=\"calhaj kaltim\" width=\"440\" height=\"293\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BALIKPAPAN<\/strong> &#8211; Kelompok terbang (Kloter) pertama calon jamaah haji (calhaj) asal Kalimantan Timur (Kaltim) sudah diberangkatkan dari embarkasi Balikpapan. Sebanyak 355 jamaah berangkat Jumat (21\/8) malam menuju Madinah menggunakan pesawat Garuda Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sebanyak 355 jamaah calon haji asal Samarinda didampingi lima orang petugas,&#8221; kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kaltim, Saifi di Balikpapan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk kloter pertama dan sembilan yang JCH berasal dari embarkasi Balikpapan langsung menuju Madinah dan tinggal selama delapan hari. Dilanjutkan ke Mekkah menginap selama sebulan, kemudian pulangnya melalui Jeddah, katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sedangkan kloter 10, 11 dan 12 dari embarkasi Balikpapan, akan langsung menuju Jeddah, kemudian sebulan di Mekkah dan ke Madinah delapan hari, dari Madinah baru pulang ke Tanah Air,&#8221; ujarnya. Jumlah JCH yang berangkat melalui embarkasi Balikpapan sebanyak 4.282 jamaah terbagi atas 12 kloter,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sebanyak 4.282 Calon Jamaah Haji yang berangkat dari embarkasi Balikpapan berasal dari Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah,&#8221; kata Saifi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BATAL BERANGKAT<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara ada dua calon haji asal Samarinda dalam kelompok terbang satu Embarkasi Balikpapan, Kalimantan Timur, batal berangkat ke Madinah karena sakit dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Kanudjoso Jatiwibowo. &#8220;Kalau sudah sembuh baru dapat diberangkatkan bersama kloter selanjutnya,&#8221; kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kaltim Saifi di Balikpapan, Jumat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, ada lima orang yang memiliki risiko tinggi sehingga selama masuk embarkasi terus didampingi agar diketahui perkembangan kesehatannya, katanya. &#8220;Rata-rata kolestrol kelima calon haji itu tinggi, tapi setelah dipemeriksa tim kesehatan, mereka diperbolehkan untuk berangkat,&#8221; kata Saifi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jumlah calon yang berangkat melalui Embarkasi Balikpapan sebanyak 4.282 orang, terbagi atas 12 kloter. &#8220;Sebanyak 4.282 calon jamaah haji yang berangkat dari Balikpapan berasal dari Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah,&#8221; kata Saifi sembari menjelaskan bahwa lima persen mereka berusia di atas 70 tahun. [] ANT<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BALIKPAPAN &#8211; Kelompok terbang (Kloter) pertama calon jamaah haji (calhaj) asal Kalimantan Timur (Kaltim) sudah diberangkatkan dari embarkasi Balikpapan. Sebanyak 355 jamaah berangkat Jumat (21\/8) malam menuju Madinah menggunakan pesawat Garuda Indonesia. &#8220;Sebanyak 355 jamaah calon haji asal Samarinda didampingi lima orang petugas,&#8221; kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kaltim, Saifi di Balikpapan. Untuk kloter pertama &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11886,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[467,26],"tags":[1415,1416,1417,1418],"class_list":["post-11885","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-balikpapan","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-calhaj","tag-embarkasi-balikpapan","tag-jamaah-haji","tag-kloter-pertama"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11885","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11885"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11885\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11885"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11885"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11885"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}