{"id":120075,"date":"2025-07-07T10:03:47","date_gmt":"2025-07-07T02:03:47","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=120075"},"modified":"2025-07-07T10:03:47","modified_gmt":"2025-07-07T02:03:47","slug":"anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu\/","title":{"rendered":"Anak Beruang Mati Terjerat, Induknya Mengamuk di Tanah Bumbu"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"306\" data-end=\"644\"><strong>TANAH BUMBU &#8211;<\/strong> Seekor anak beruang ditemukan mati setelah terjerat perangkap babi hutan di wilayah Desa Pulau Salak, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan di kalangan petugas konservasi, terutama karena perangkap tersebut secara tidak langsung membahayakan satwa dilindungi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"646\" data-end=\"926\">Induk beruang yang kehilangan anaknya dilaporkan terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi penemuan dengan menunjukkan perilaku agresif. Fenomena ini memunculkan kekhawatiran terhadap potensi konflik satwa dengan manusia, mengingat lokasi kejadian tidak jauh dari permukiman warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"928\" data-end=\"1244\">Koordinator Penanganan Konflik Satwa Liar Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan Wilayah III Batulicin, Jarot, membenarkan laporan tersebut. Ia menyampaikan bahwa informasi awal diperoleh dari petugas Daops Manggala Agni yang tengah melakukan patroli rutin di kawasan tersebut pada Sabtu (5\/7).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1246\" data-end=\"1341\">\u201cSaat tim BKSDA bergerak ke lokasi, satwa itu sudah mati sekitar pukul 16.15 Wita,\u201d ujar Jarot.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1343\" data-end=\"1642\">Guna mencegah konflik lebih lanjut, BKSDA segera merespons dengan menyiapkan kandang jebakan untuk menangkap induk beruang yang masih diperkirakan berada di sekitar lokasi. Jika penangkapan berhasil dilakukan, induk beruang akan direlokasi ke habitat yang lebih aman dan jauh dari aktivitas manusia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1644\" data-end=\"1975\">Selain upaya penangkapan, petugas juga telah memasang papan imbauan di sekitar area kejadian untuk memperingatkan warga agar tidak mendekati lokasi, terutama pada malam hari. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk mitigasi terhadap potensi gangguan atau serangan satwa liar, khususnya beruang madu yang dikenal aktif pada malam hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1977\" data-end=\"2223\">Jarot menjelaskan bahwa beruang madu termasuk jenis satwa pemakan tumbuhan yang secara alami hidup di kawasan hutan. Keberadaan mereka di dekat permukiman sering kali dipicu oleh terganggunya habitat atau kekurangan sumber makanan alami di hutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2225\" data-end=\"2462\">Ia juga mengingatkan warga agar lebih bijak dalam menghadapi kehadiran hewan liar. Penggunaan jerat atau perangkap yang dipasang untuk menghalau babi hutan dinilai bisa menimbulkan risiko besar terhadap satwa lain yang justru dilindungi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2464\" data-end=\"2533\">\u201cJadi sebaiknya diganti dengan metode lain yang lebih aman,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2535\" data-end=\"2955\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Pihak BKSDA berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan tidak melakukan tindakan yang bisa merugikan satwa liar, terutama yang statusnya dilindungi oleh undang-undang. Pemerintah daerah juga diharapkan dapat turut membantu dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penanganan konflik dengan satwa liar secara lebih humanis dan aman.[]\n<p data-start=\"2535\" data-end=\"2955\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Admin05<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TANAH BUMBU &#8211; Seekor anak beruang ditemukan mati setelah terjerat perangkap babi hutan di wilayah Desa Pulau Salak, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan di kalangan petugas konservasi, terutama karena perangkap tersebut secara tidak langsung membahayakan satwa dilindungi. Induk beruang yang kehilangan anaknya dilaporkan terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":120076,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2276,2278],"tags":[],"class_list":["post-120075","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-selatan-kalsel","category-kabupaten-tanah-bumbu-provinsi-kalimantan-selatan"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO 5.0.2 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"TANAH BUMBU - Seekor anak beruang ditemukan mati setelah terjerat perangkap babi hutan di wilayah Desa Pulau Salak, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan di kalangan petugas konservasi, terutama karena perangkap tersebut secara tidak langsung membahayakan satwa dilindungi. Induk beruang yang kehilangan anaknya dilaporkan terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"M. Reza Danuarta\"\/>\n\t<meta name=\"google-site-verification\" content=\"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U\" \/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO (AIOSEO) 5.0.2\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Anak Beruang Mati Terjerat, Induknya Mengamuk di Tanah Bumbu - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"TANAH BUMBU - Seekor anak beruang ditemukan mati setelah terjerat perangkap babi hutan di wilayah Desa Pulau Salak, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan di kalangan petugas konservasi, terutama karena perangkap tersebut secara tidak langsung membahayakan satwa dilindungi. Induk beruang yang kehilangan anaknya dilaporkan terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"449\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"100\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-07T02:03:47+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-07T02:03:47+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:site\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Anak Beruang Mati Terjerat, Induknya Mengamuk di Tanah Bumbu - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"TANAH BUMBU - Seekor anak beruang ditemukan mati setelah terjerat perangkap babi hutan di wilayah Desa Pulau Salak, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan di kalangan petugas konservasi, terutama karena perangkap tersebut secara tidak langsung membahayakan satwa dilindungi. Induk beruang yang kehilangan anaknya dilaporkan terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu\\\/#blogposting\",\"name\":\"Anak Beruang Mati Terjerat, Induknya Mengamuk di Tanah Bumbu - Berita Borneo\",\"headline\":\"Anak Beruang Mati Terjerat, Induknya Mengamuk di Tanah Bumbu\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin12\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/photo_6293932585973304975_y.jpg\",\"width\":1203,\"height\":968},\"datePublished\":\"2025-07-07T10:03:47+08:00\",\"dateModified\":\"2025-07-07T10:03:47+08:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"Kalimantan Selatan, Tanah Bumbu\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Selatan\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kalimantan Selatan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/kabupaten-tanah-bumbu-provinsi-kalimantan-selatan\\\/#listItem\",\"name\":\"Tanah Bumbu\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#listItem\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/kabupaten-tanah-bumbu-provinsi-kalimantan-selatan\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"Tanah Bumbu\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/kabupaten-tanah-bumbu-provinsi-kalimantan-selatan\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu\\\/#listItem\",\"name\":\"Anak Beruang Mati Terjerat, Induknya Mengamuk di Tanah Bumbu\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Selatan\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu\\\/#listItem\",\"position\":4,\"name\":\"Anak Beruang Mati Terjerat, Induknya Mengamuk di Tanah Bumbu\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/kabupaten-tanah-bumbu-provinsi-kalimantan-selatan\\\/#listItem\",\"name\":\"Tanah Bumbu\"}}]},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\",\"name\":\"PT Media Maju Bersama Bangsa\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"telephone\":\"+62811545499\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/Logo_beritaborneo_449x100.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu\\\/#organizationLogo\",\"width\":449,\"height\":100,\"caption\":\"berita borneo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu\\\/#organizationLogo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/profile.php?id=100085329087231\",\"https:\\\/\\\/twitter.com\\\/beritaborneo1\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/berita.borneo\\\/?hl=en\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@beritaborneo\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@beritaborneo1\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/beritaborneo\\\/recent-activity\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin12\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin12\\\/\",\"name\":\"M. Reza Danuarta\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ef934a58684991ba8f9ac4000365390b5e79ae059111ed88deb8f7003e0c9a14?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"M. Reza Danuarta\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu\\\/\",\"name\":\"Anak Beruang Mati Terjerat, Induknya Mengamuk di Tanah Bumbu - Berita Borneo\",\"description\":\"TANAH BUMBU - Seekor anak beruang ditemukan mati setelah terjerat perangkap babi hutan di wilayah Desa Pulau Salak, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan di kalangan petugas konservasi, terutama karena perangkap tersebut secara tidak langsung membahayakan satwa dilindungi. Induk beruang yang kehilangan anaknya dilaporkan terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin12\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin12\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/photo_6293932585973304975_y.jpg\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu\\\/#mainImage\",\"width\":1203,\"height\":968},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2025-07-07T10:03:47+08:00\",\"dateModified\":\"2025-07-07T10:03:47+08:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"name\":\"Berita Borneo\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO -->\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Anak Beruang Mati Terjerat, Induknya Mengamuk di Tanah Bumbu - Berita Borneo","description":"TANAH BUMBU - Seekor anak beruang ditemukan mati setelah terjerat perangkap babi hutan di wilayah Desa Pulau Salak, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan di kalangan petugas konservasi, terutama karena perangkap tersebut secara tidak langsung membahayakan satwa dilindungi. Induk beruang yang kehilangan anaknya dilaporkan terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi","canonical_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"","webmasterTools":{"google-site-verification":"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U","miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BlogPosting","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu\/#blogposting","name":"Anak Beruang Mati Terjerat, Induknya Mengamuk di Tanah Bumbu - Berita Borneo","headline":"Anak Beruang Mati Terjerat, Induknya Mengamuk di Tanah Bumbu","author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin12\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/photo_6293932585973304975_y.jpg","width":1203,"height":968},"datePublished":"2025-07-07T10:03:47+08:00","dateModified":"2025-07-07T10:03:47+08:00","inLanguage":"en-US","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu\/#webpage"},"articleSection":"Kalimantan Selatan, Tanah Bumbu"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#listItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/#listItem","name":"Kalimantan Selatan"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/#listItem","position":2,"name":"Kalimantan Selatan","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/kabupaten-tanah-bumbu-provinsi-kalimantan-selatan\/#listItem","name":"Tanah Bumbu"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#listItem","name":"Home"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/kabupaten-tanah-bumbu-provinsi-kalimantan-selatan\/#listItem","position":3,"name":"Tanah Bumbu","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/kabupaten-tanah-bumbu-provinsi-kalimantan-selatan\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu\/#listItem","name":"Anak Beruang Mati Terjerat, Induknya Mengamuk di Tanah Bumbu"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/#listItem","name":"Kalimantan Selatan"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu\/#listItem","position":4,"name":"Anak Beruang Mati Terjerat, Induknya Mengamuk di Tanah Bumbu","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/kabupaten-tanah-bumbu-provinsi-kalimantan-selatan\/#listItem","name":"Tanah Bumbu"}}]},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization","name":"PT Media Maju Bersama Bangsa","description":"Terlengkap se-Kalimantan","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","telephone":"+62811545499","logo":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu\/#organizationLogo","width":449,"height":100,"caption":"berita borneo"},"image":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu\/#organizationLogo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","https:\/\/twitter.com\/beritaborneo1\/","https:\/\/www.instagram.com\/berita.borneo\/?hl=en","https:\/\/www.tiktok.com\/@beritaborneo","https:\/\/www.youtube.com\/@beritaborneo1","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/beritaborneo\/recent-activity\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin12\/#author","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin12\/","name":"M. Reza Danuarta","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu\/#authorImage","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ef934a58684991ba8f9ac4000365390b5e79ae059111ed88deb8f7003e0c9a14?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g","width":96,"height":96,"caption":"M. Reza Danuarta"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu\/#webpage","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu\/","name":"Anak Beruang Mati Terjerat, Induknya Mengamuk di Tanah Bumbu - Berita Borneo","description":"TANAH BUMBU - Seekor anak beruang ditemukan mati setelah terjerat perangkap babi hutan di wilayah Desa Pulau Salak, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan di kalangan petugas konservasi, terutama karena perangkap tersebut secara tidak langsung membahayakan satwa dilindungi. Induk beruang yang kehilangan anaknya dilaporkan terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi","inLanguage":"en-US","isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin12\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin12\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/photo_6293932585973304975_y.jpg","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu\/#mainImage","width":1203,"height":968},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu\/#mainImage"},"datePublished":"2025-07-07T10:03:47+08:00","dateModified":"2025-07-07T10:03:47+08:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","name":"Berita Borneo","description":"Terlengkap se-Kalimantan","inLanguage":"en-US","publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"}}]},"og:locale":"en_US","og:site_name":"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan","og:type":"article","og:title":"Anak Beruang Mati Terjerat, Induknya Mengamuk di Tanah Bumbu - Berita Borneo","og:description":"TANAH BUMBU - Seekor anak beruang ditemukan mati setelah terjerat perangkap babi hutan di wilayah Desa Pulau Salak, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan di kalangan petugas konservasi, terutama karena perangkap tersebut secara tidak langsung membahayakan satwa dilindungi. Induk beruang yang kehilangan anaknya dilaporkan terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi","og:url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu\/","og:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:secure_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:width":449,"og:image:height":100,"article:published_time":"2025-07-07T02:03:47+00:00","article:modified_time":"2025-07-07T02:03:47+00:00","article:publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","twitter:card":"summary_large_image","twitter:site":"@beritaborneo1","twitter:title":"Anak Beruang Mati Terjerat, Induknya Mengamuk di Tanah Bumbu - Berita Borneo","twitter:description":"TANAH BUMBU - Seekor anak beruang ditemukan mati setelah terjerat perangkap babi hutan di wilayah Desa Pulau Salak, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan di kalangan petugas konservasi, terutama karena perangkap tersebut secara tidak langsung membahayakan satwa dilindungi. Induk beruang yang kehilangan anaknya dilaporkan terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi","twitter:creator":"@beritaborneo1","twitter:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"120075","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":{"focus":{"keyphrase":"Beruang","score":92,"analysis":{"keyphraseInTitle":{"score":9,"maxScore":9,"error":0},"keyphraseInDescription":{"score":9,"maxScore":9,"error":0},"keyphraseLength":{"score":9,"maxScore":9,"error":0,"length":1},"keyphraseInURL":{"score":1,"maxScore":5,"error":1},"keyphraseInIntroduction":{"score":9,"maxScore":9,"error":0},"keyphraseInSubHeadings":[],"keyphraseInImageAlt":[],"keywordDensity":{"type":"best","score":9,"maxScore":9,"error":0}}},"additional":[]},"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":"","og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"BlogPosting","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":"-1","robots_max_videopreview":"-1","robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":"default","local_seo":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"ai":{"faqs":[],"keyPoints":[],"titles":[],"descriptions":[],"socialPosts":{"email":[],"linkedin":[],"twitter":[],"facebook":[],"instagram":[]}},"created":"2025-07-07 02:03:52","updated":"2025-07-07 02:04:42","focus_keyword":"Beruang","additional_keywords":null,"truseo_locale":null,"seo_analyzer_scan_date":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/\" title=\"Home\">Home<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">\u00bb<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/\" title=\"Kalimantan Selatan\">Kalimantan Selatan<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">\u00bb<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/kabupaten-tanah-bumbu-provinsi-kalimantan-selatan\/\" title=\"Tanah Bumbu\">Tanah Bumbu<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">\u00bb<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\tAnak Beruang Mati Terjerat, Induknya Mengamuk di Tanah Bumbu\n\t\t<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Home","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/"},{"label":"Kalimantan Selatan","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/"},{"label":"Tanah Bumbu","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/kabupaten-tanah-bumbu-provinsi-kalimantan-selatan\/"},{"label":"Anak Beruang Mati Terjerat, Induknya Mengamuk di Tanah Bumbu","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/anak-beruang-mati-terjerat-induknya-mengamuk-di-tanah-bumbu\/"}],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120075","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=120075"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120075\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":120077,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120075\/revisions\/120077"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/120076"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=120075"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=120075"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=120075"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}