{"id":120178,"date":"2025-06-20T12:09:25","date_gmt":"2025-06-20T04:09:25","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=120178"},"modified":"2025-08-28T11:45:22","modified_gmt":"2025-08-28T03:45:22","slug":"museum-kayu-tuah-himba-tampilkan-pelajar-sebagai-duta-budaya-kukar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/museum-kayu-tuah-himba-tampilkan-pelajar-sebagai-duta-budaya-kukar\/","title":{"rendered":"Museum Kayu Tuah Himba Tampilkan Pelajar sebagai Duta Budaya Kukar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2683\" data-end=\"3061\"><strong>KUTAI KARTANEGARA \u2014<\/strong> Partisipasi generasi muda dalam pelestarian budaya menjadi sorotan utama dalam Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) 2025 yang berlangsung di GOR Segiri Samarinda pada 19\u201321 Juni 2025. Museum Kayu Tuah Himba milik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) tampil beda dengan mengajak para pelajar menjadi pemandu langsung di stan pameran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3063\" data-end=\"3452\">Para siswa yang dilibatkan mendapat sambutan antusias dari pengunjung. Mereka menjelaskan beragam koleksi artefak kayu, alat musik tradisional, hingga dokumentasi sejarah dengan percaya diri dan penuh semangat. Pendekatan ini tidak hanya memperkaya pengalaman edukatif pengunjung, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran langsung bagi para pelajar tentang pentingnya menjaga warisan budaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3454\" data-end=\"3660\">\u201cKami tidak menyangka akan seramai ini. Banyak orang tertarik dengan artefak kayu dan kisah-kisah sejarah yang kami tampilkan,\u201d ujar Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, Kamis (19\/06\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3662\" data-end=\"3952\">Tak hanya benda fisik, museum juga menampilkan video pendek yang menceritakan sejarah hutan dan budaya kayu di wilayah Kutai serta memperkenalkan tokoh-tokoh budaya lokal. Cara penyampaian yang kreatif ini membuat materi sejarah terasa hidup dan mudah dipahami, terutama oleh generasi muda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3954\" data-end=\"4129\">\u201cSaya baru tahu ternyata banyak sekali sejarah yang tersimpan dalam budaya kayu di Kukar. Sangat menarik dan membuka wawasan,\u201d ujar Rani, salah satu pengunjung asal Samarinda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4131\" data-end=\"4305\">Kehadiran pelajar sebagai pemandu budaya mendapat apresiasi dari panitia PKD. Partisipasi mereka dinilai memperkuat nilai inklusivitas dan regenerasi pelestari budaya daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4307\" data-end=\"4443\">\u201cKami memang sengaja melibatkan pemuda agar mereka memiliki pengalaman langsung dan rasa bangga terhadap budayanya sendiri,\u201d jelas Puji.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4445\" data-end=\"4763\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Melalui langkah ini, Disdikbud Kukar menanamkan benih kecintaan budaya sejak dini dan membangun generasi penerus yang sadar akan pentingnya menjaga identitas daerah. Ke depan, mereka berharap pendekatan serupa dapat diterapkan di berbagai pameran dan kegiatan kebudayaan lain, baik di tingkat provinsi maupun nasional.[] ADVERTORIAL<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4445\" data-end=\"4763\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Penulis: Anggi Triomi | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI KARTANEGARA \u2014 Partisipasi generasi muda dalam pelestarian budaya menjadi sorotan utama dalam Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) 2025 yang berlangsung di GOR Segiri Samarinda pada 19\u201321 Juni 2025. Museum Kayu Tuah Himba milik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) tampil beda dengan mengajak para pelajar menjadi pemandu langsung di stan pameran. Para siswa &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":44,"featured_media":120184,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,8741],"tags":[6906,11099],"class_list":["post-120178","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-disdikbud-kukar","tag-disdikbud-kukar","tag-museum-kayu-tuah-himba"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120178","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/44"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=120178"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120178\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":132162,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120178\/revisions\/132162"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/120184"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=120178"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=120178"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=120178"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}