{"id":120329,"date":"2025-07-08T18:11:17","date_gmt":"2025-07-08T10:11:17","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=120329"},"modified":"2025-08-13T09:21:26","modified_gmt":"2025-08-13T01:21:26","slug":"kecanduan-hp-ancaman-nyata-bagi-masa-depan-pemuda-kaltim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kecanduan-hp-ancaman-nyata-bagi-masa-depan-pemuda-kaltim\/","title":{"rendered":"Kecanduan HP, Ancaman Nyata bagi Masa Depan Pemuda Kaltim"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>SAMARINDA &#8211; <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Keprihatinan terhadap dampak kecanduan handphone pada generasi muda menjadi sorotan serius Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), terlebih dalam konteks hadirnya Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang akan berdiri di wilayah tersebut dan menjadi pusat kemajuan bangsa di masa depan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBahwa kita ketahui kecanduan anak bermain handphone dapat berdampak buruk di masa depan, terutama saat ini keberadaan Ibu Kota Negara, jangan sampai nanti pemuda kita menjadi penonton, penonton di Kalimantan Timur,\u201d ujar Analis Muda Bidang Pemberdayaan Pemuda Dispora Kaltim, Hasbar Mara, saat ditemui di Kadrie Oening Tower Samarinda, senin 07\/07\/2025 pagi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ia menegaskan bahwa ancaman menjadi penonton bukan hanya terjadi di dunia olahraga, tetapi juga di sektor tenaga kerja yang kini telah memasuki era globalisasi dan liberalisasi sumber daya manusia. \u201cKarena bukan hanya sepak bola yang ada naturalisasinya, tenaga kerja juga banyak dinaturalisasi dari luar negeri dan dari provinsi lain, karena kalau oleh sekitar kemampuan kita pekerja itu tidak diserap oleh kebutuhan pasar,\u201d jelasnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurutnya, kunci utama agar generasi muda tidak tertinggal adalah dengan meningkatkan kualitas diri agar mampu bersaing secara kompetitif di tengah arus persaingan terbuka yang kini telah menjadi keniscayaan. \u201cKalau untuk mau bersaing ya kita harus meningkatkan kualifikasi kita, generasi muda kita, sehingga lewat edukasi kita, mereka juga harus bisa membentengi diri mereka untuk hal-hal yang tidak baik,\u201d tegas Hasbar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ia mengingatkan bahwa kecanduan terhadap konten negatif di handphone merupakan titik awal kerusakan moral dan potensi masa depan yang bisa mengancam keberlangsungan generasi muda Kaltim jika tidak segera ditangani secara serius. \u201cKarena itu menjadi pintu masuk kerusakan, kalau kita sudah kecanduan hp dengan hal-hal yang negatif, ya sudah,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hasbar menambahkan bahwa kondisi ini seolah menjadi awal kehancuran jika dibiarkan terus-menerus, sebab saat generasi muda sudah terbiasa dengan hal negatif dari gawai, maka akan sulit untuk keluar dari kebiasaan itu. \u201cPintu masuk untuk kerusakan, tunggu aja tanggal mainnya,\u201d ucapnya dengan nada prihatin.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ia pun mengajak seluruh pihak, termasuk para pemuda itu sendiri, untuk menyadari bahwa masa depan bangsa ada di tangan mereka, apalagi Kaltim akan menjadi jantung negara dengan hadirnya IKN. \u201cNah, ini yang kita tidak harapkan, sehingga kita tetap sampaikan bahwa kita adalah tumpuan harapan, harapan masa depan bangsa, apalagi Ibu Kota Negara ada di Kalimantan Timur,\u201d pungkas Hasbar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan tegas ia menolak jika di masa depan para pemuda Kaltim hanya menjadi penonton di tengah pembangunan yang pesat akan tetapi dalam kondisi itu sangat menyedihkan jika masyarakat lokal hanya menjadi penonton dari pembangunan padahal mereka berada di daerah yang menjadi pusat perubahan Indonesia. \u201cJangan sampai orang sudah maju di IKN dengan eh tenaga kerja lokal tapi bukan orang Kaltim, ya kita bisanya, bisanya bertepuk tangan dan bersorak atas kemajuan, tapi kita hanya penonton, jadi bagian daripada penonton,\u201d tuturnya. [] ADVERTORIAL<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penunting: Rasidah\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA &#8211; Keprihatinan terhadap dampak kecanduan handphone pada generasi muda menjadi sorotan serius Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), terlebih dalam konteks hadirnya Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang akan berdiri di wilayah tersebut dan menjadi pusat kemajuan bangsa di masa depan. \u201cBahwa kita ketahui kecanduan anak bermain handphone dapat berdampak buruk &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":66,"featured_media":120330,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,6596],"tags":[],"class_list":["post-120329","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dispora-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120329","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/66"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=120329"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120329\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":128723,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120329\/revisions\/128723"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/120330"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=120329"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=120329"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=120329"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}