{"id":120447,"date":"2025-07-08T09:36:10","date_gmt":"2025-07-08T01:36:10","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=120447"},"modified":"2025-07-08T09:36:10","modified_gmt":"2025-07-08T01:36:10","slug":"gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman\/","title":{"rendered":"Gawai Nosu Minu Podi XXI: Tradisi Dayak Menyatu dengan Zaman"},"content":{"rendered":"<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\"><strong>SANGGAU<\/strong> &#8211; Rumah Betang Raya Dori Mpulor di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menjadi pusat perhatian saat Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXI resmi dibuka, Senin (7\/7\/2025). Dengan tema &#8220;Dayak Bersahabat untuk Berkelanjutan&#8221;, acara ini tidak sekadar menjadi pesta budaya, melainkan juga refleksi tentang bagaimana masyarakat Dayak Sanggau mempertahankan identitasnya di tengah tantangan zaman.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan hadir membuka acara yang menekankan tiga pilar utama: pelestarian adat, harmoni antarsuku, dan keberlanjutan lingkungan.\u00a0&#8220;Kalau itu tidak kita lakukan, maka kita akan jadi sebuah kelompok yang bakal punah ditelan zaman,&#8221;\u00a0tegas Krisantus, seraya mendorong masyarakat Dayak menguasai teknologi sebagai alat mempertahankan tradisi.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Bupati Sanggau Yohanes Ontot, yang juga Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Sanggau, menyoroti beratnya mempertahankan warisan leluhur di era disrupsi.\u00a0&#8220;Tapi, demi keberlanjutan, tidak ada kata kita menyerah,&#8221;\u00a0ujarnya. Ia menekankan pentingnya adaptasi tanpa kehilangan jati diri, termasuk dengan menjauhi narkoba dan menjaga generasi muda Dayak agar tetap kompetitif.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Isu lingkungan juga menjadi perhatian utama. Ontot mengingatkan agar masyarakat Dayak menjadi pelindung alam, bukan perusaknya.\u00a0&#8220;Sawah-sawahnya jangan dialihfungsikan. Sawah ditanami sawit itu salah juga. Tanam padi, tanam jagung, tanam ubi. Kalau perang hari ini kita masih bisa makan,&#8221;\u00a0pesannya. Seruan ini relevan mengingat Kabupaten Sanggau yang dijuluki Bumi Daranante sedang menghadapi tekanan alih fungsi lahan.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Gawai tahun ini menjadi bukti nyata komitmen Dayak Sanggau merawat tradisi. Mulai dari tarian adat, ritual Nosu Minu Podi (pesta syukur atas hasil bumi), hingga diskusi tentang kearifan lokal menunjukkan upaya sistematis melestarikan budaya. Krisantus mengapresiasi antusiasme ini:\u00a0&#8220;Oleh sebab itu saya sebagai wakil pemerintah pusat di daerah dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat berharap ke depan gawai adat Dayak Kabupaten Sanggau semakin baik dan meriah.&#8221;<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Di balik kemeriahan, acara ini menyisakan tantangan nyata: bagaimana menjaga keseimbangan antara modernisasi dan tradisi. Seperti diingatkan Ontot, kuncinya terletak pada persatuan.\u00a0&#8220;Saya berharap kepada seluruh masyarakat Dayak, mulai dari kelembagaan hingga tokoh-tokohnya kita jaga generasi Dayak, agar dia tetap mampu bersaing,&#8221;\u00a0tuturnya.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\" style=\"text-align: justify;\">Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXI bukan sekadar perhelatan tahunan. Ia menjadi penanda bahwa di tengah deru perubahan, masyarakat Dayak Sanggau bertekad untuk tetap berdiri sebagai sahabat zaman \u2013 merawat warisan leluhur sambil merangkul masa depan.[]\n<p style=\"text-align: justify;\">Admin05<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SANGGAU &#8211; Rumah Betang Raya Dori Mpulor di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menjadi pusat perhatian saat Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXI resmi dibuka, Senin (7\/7\/2025). Dengan tema &#8220;Dayak Bersahabat untuk Berkelanjutan&#8221;, acara ini tidak sekadar menjadi pesta budaya, melainkan juga refleksi tentang bagaimana masyarakat Dayak Sanggau mempertahankan identitasnya di tengah tantangan zaman. Wakil &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":120448,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,38],"tags":[],"class_list":["post-120447","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-sanggau-provinsi-kalimantan-barat-kalbar"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO 5.0.1.1 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"SANGGAU - Rumah Betang Raya Dori Mpulor di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menjadi pusat perhatian saat Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXI resmi dibuka, Senin (7\/7\/2025). Dengan tema &quot;Dayak Bersahabat untuk Berkelanjutan&quot;, acara ini tidak sekadar menjadi pesta budaya, melainkan juga refleksi tentang bagaimana masyarakat Dayak Sanggau mempertahankan identitasnya di tengah tantangan zaman. Wakil\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"M. Reza Danuarta\"\/>\n\t<meta name=\"google-site-verification\" content=\"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U\" \/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO (AIOSEO) 5.0.1.1\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Gawai Nosu Minu Podi XXI: Tradisi Dayak Menyatu dengan Zaman - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"SANGGAU - Rumah Betang Raya Dori Mpulor di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menjadi pusat perhatian saat Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXI resmi dibuka, Senin (7\/7\/2025). Dengan tema &quot;Dayak Bersahabat untuk Berkelanjutan&quot;, acara ini tidak sekadar menjadi pesta budaya, melainkan juga refleksi tentang bagaimana masyarakat Dayak Sanggau mempertahankan identitasnya di tengah tantangan zaman. Wakil\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"449\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"100\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-08T01:36:10+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-08T01:36:10+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:site\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Gawai Nosu Minu Podi XXI: Tradisi Dayak Menyatu dengan Zaman - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"SANGGAU - Rumah Betang Raya Dori Mpulor di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menjadi pusat perhatian saat Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXI resmi dibuka, Senin (7\/7\/2025). Dengan tema &quot;Dayak Bersahabat untuk Berkelanjutan&quot;, acara ini tidak sekadar menjadi pesta budaya, melainkan juga refleksi tentang bagaimana masyarakat Dayak Sanggau mempertahankan identitasnya di tengah tantangan zaman. Wakil\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman\\\/#blogposting\",\"name\":\"Gawai Nosu Minu Podi XXI: Tradisi Dayak Menyatu dengan Zaman - Berita Borneo\",\"headline\":\"Gawai Nosu Minu Podi XXI: Tradisi Dayak Menyatu dengan Zaman\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin12\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/5yzG131oLi93go90ROxr.jpg\",\"width\":600,\"height\":338},\"datePublished\":\"2025-07-08T09:36:10+08:00\",\"dateModified\":\"2025-07-08T09:36:10+08:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"Kalimantan Barat, Sanggau\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Barat\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kalimantan Barat\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/kabupaten-sanggau-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"name\":\"Sanggau\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/kabupaten-sanggau-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"Sanggau\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/kabupaten-sanggau-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman\\\/#listItem\",\"name\":\"Gawai Nosu Minu Podi XXI: Tradisi Dayak Menyatu dengan Zaman\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Barat\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman\\\/#listItem\",\"position\":4,\"name\":\"Gawai Nosu Minu Podi XXI: Tradisi Dayak Menyatu dengan Zaman\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/kabupaten-sanggau-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"name\":\"Sanggau\"}}]},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\",\"name\":\"PT Media Maju Bersama Bangsa\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"telephone\":\"+62811545499\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/Logo_beritaborneo_449x100.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman\\\/#organizationLogo\",\"width\":449,\"height\":100,\"caption\":\"berita borneo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman\\\/#organizationLogo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/profile.php?id=100085329087231\",\"https:\\\/\\\/twitter.com\\\/beritaborneo1\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/berita.borneo\\\/?hl=en\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@beritaborneo\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@beritaborneo1\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/beritaborneo\\\/recent-activity\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin12\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin12\\\/\",\"name\":\"M. Reza Danuarta\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ef934a58684991ba8f9ac4000365390b5e79ae059111ed88deb8f7003e0c9a14?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"M. Reza Danuarta\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman\\\/\",\"name\":\"Gawai Nosu Minu Podi XXI: Tradisi Dayak Menyatu dengan Zaman - Berita Borneo\",\"description\":\"SANGGAU - Rumah Betang Raya Dori Mpulor di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menjadi pusat perhatian saat Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXI resmi dibuka, Senin (7\\\/7\\\/2025). Dengan tema \\\"Dayak Bersahabat untuk Berkelanjutan\\\", acara ini tidak sekadar menjadi pesta budaya, melainkan juga refleksi tentang bagaimana masyarakat Dayak Sanggau mempertahankan identitasnya di tengah tantangan zaman. Wakil\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin12\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin12\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/5yzG131oLi93go90ROxr.jpg\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman\\\/#mainImage\",\"width\":600,\"height\":338},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2025-07-08T09:36:10+08:00\",\"dateModified\":\"2025-07-08T09:36:10+08:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"name\":\"Berita Borneo\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO -->\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Gawai Nosu Minu Podi XXI: Tradisi Dayak Menyatu dengan Zaman - Berita Borneo","description":"SANGGAU - Rumah Betang Raya Dori Mpulor di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menjadi pusat perhatian saat Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXI resmi dibuka, Senin (7\/7\/2025). Dengan tema \"Dayak Bersahabat untuk Berkelanjutan\", acara ini tidak sekadar menjadi pesta budaya, melainkan juga refleksi tentang bagaimana masyarakat Dayak Sanggau mempertahankan identitasnya di tengah tantangan zaman. Wakil","canonical_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"","webmasterTools":{"google-site-verification":"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U","miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BlogPosting","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman\/#blogposting","name":"Gawai Nosu Minu Podi XXI: Tradisi Dayak Menyatu dengan Zaman - Berita Borneo","headline":"Gawai Nosu Minu Podi XXI: Tradisi Dayak Menyatu dengan Zaman","author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin12\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/5yzG131oLi93go90ROxr.jpg","width":600,"height":338},"datePublished":"2025-07-08T09:36:10+08:00","dateModified":"2025-07-08T09:36:10+08:00","inLanguage":"en-US","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman\/#webpage"},"articleSection":"Kalimantan Barat, Sanggau"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","name":"Kalimantan Barat"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","position":2,"name":"Kalimantan Barat","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kabupaten-sanggau-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","name":"Sanggau"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","name":"Home"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kabupaten-sanggau-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","position":3,"name":"Sanggau","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kabupaten-sanggau-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman\/#listItem","name":"Gawai Nosu Minu Podi XXI: Tradisi Dayak Menyatu dengan Zaman"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","name":"Kalimantan Barat"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman\/#listItem","position":4,"name":"Gawai Nosu Minu Podi XXI: Tradisi Dayak Menyatu dengan Zaman","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kabupaten-sanggau-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","name":"Sanggau"}}]},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization","name":"PT Media Maju Bersama Bangsa","description":"Terlengkap se-Kalimantan","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","telephone":"+62811545499","logo":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman\/#organizationLogo","width":449,"height":100,"caption":"berita borneo"},"image":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman\/#organizationLogo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","https:\/\/twitter.com\/beritaborneo1\/","https:\/\/www.instagram.com\/berita.borneo\/?hl=en","https:\/\/www.tiktok.com\/@beritaborneo","https:\/\/www.youtube.com\/@beritaborneo1","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/beritaborneo\/recent-activity\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin12\/#author","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin12\/","name":"M. Reza Danuarta","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman\/#authorImage","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ef934a58684991ba8f9ac4000365390b5e79ae059111ed88deb8f7003e0c9a14?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g","width":96,"height":96,"caption":"M. Reza Danuarta"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman\/#webpage","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman\/","name":"Gawai Nosu Minu Podi XXI: Tradisi Dayak Menyatu dengan Zaman - Berita Borneo","description":"SANGGAU - Rumah Betang Raya Dori Mpulor di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menjadi pusat perhatian saat Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXI resmi dibuka, Senin (7\/7\/2025). Dengan tema \"Dayak Bersahabat untuk Berkelanjutan\", acara ini tidak sekadar menjadi pesta budaya, melainkan juga refleksi tentang bagaimana masyarakat Dayak Sanggau mempertahankan identitasnya di tengah tantangan zaman. Wakil","inLanguage":"en-US","isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin12\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin12\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/5yzG131oLi93go90ROxr.jpg","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman\/#mainImage","width":600,"height":338},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman\/#mainImage"},"datePublished":"2025-07-08T09:36:10+08:00","dateModified":"2025-07-08T09:36:10+08:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","name":"Berita Borneo","description":"Terlengkap se-Kalimantan","inLanguage":"en-US","publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"}}]},"og:locale":"en_US","og:site_name":"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan","og:type":"article","og:title":"Gawai Nosu Minu Podi XXI: Tradisi Dayak Menyatu dengan Zaman - Berita Borneo","og:description":"SANGGAU - Rumah Betang Raya Dori Mpulor di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menjadi pusat perhatian saat Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXI resmi dibuka, Senin (7\/7\/2025). Dengan tema &quot;Dayak Bersahabat untuk Berkelanjutan&quot;, acara ini tidak sekadar menjadi pesta budaya, melainkan juga refleksi tentang bagaimana masyarakat Dayak Sanggau mempertahankan identitasnya di tengah tantangan zaman. Wakil","og:url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman\/","og:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:secure_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:width":449,"og:image:height":100,"article:published_time":"2025-07-08T01:36:10+00:00","article:modified_time":"2025-07-08T01:36:10+00:00","article:publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","twitter:card":"summary_large_image","twitter:site":"@beritaborneo1","twitter:title":"Gawai Nosu Minu Podi XXI: Tradisi Dayak Menyatu dengan Zaman - Berita Borneo","twitter:description":"SANGGAU - Rumah Betang Raya Dori Mpulor di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menjadi pusat perhatian saat Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXI resmi dibuka, Senin (7\/7\/2025). Dengan tema &quot;Dayak Bersahabat untuk Berkelanjutan&quot;, acara ini tidak sekadar menjadi pesta budaya, melainkan juga refleksi tentang bagaimana masyarakat Dayak Sanggau mempertahankan identitasnya di tengah tantangan zaman. Wakil","twitter:creator":"@beritaborneo1","twitter:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"120447","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":{"focus":{"keyphrase":"Sanggau","score":62,"analysis":{"keyphraseInTitle":{"score":3,"maxScore":9,"error":1},"keyphraseInDescription":{"score":9,"maxScore":9,"error":0},"keyphraseLength":{"score":9,"maxScore":9,"error":0,"length":1},"keyphraseInURL":{"score":1,"maxScore":5,"error":1},"keyphraseInIntroduction":{"score":9,"maxScore":9,"error":0},"keyphraseInSubHeadings":[],"keyphraseInImageAlt":[],"keywordDensity":{"type":"high","score":0,"maxScore":9,"error":1}}},"additional":[]},"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":"","og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"BlogPosting","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":"-1","robots_max_videopreview":"-1","robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":"default","local_seo":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"ai":{"faqs":[],"keyPoints":[],"titles":[],"descriptions":[],"socialPosts":{"email":[],"linkedin":[],"twitter":[],"facebook":[],"instagram":[]}},"created":"2025-07-08 01:36:15","updated":"2025-07-08 01:36:41","focus_keyword":"Sanggau","additional_keywords":null,"truseo_locale":null,"seo_analyzer_scan_date":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\" title=\"Home\">Home<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/\" title=\"Kalimantan Barat\">Kalimantan Barat<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kabupaten-sanggau-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/\" title=\"Sanggau\">Sanggau<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\tGawai Nosu Minu Podi XXI: Tradisi Dayak Menyatu dengan Zaman\n\t\t<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Home","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main"},{"label":"Kalimantan Barat","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/"},{"label":"Sanggau","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kabupaten-sanggau-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/"},{"label":"Gawai Nosu Minu Podi XXI: Tradisi Dayak Menyatu dengan Zaman","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/gawai-nosu-minu-podi-xxi-tradisi-dayak-menyatu-dengan-zaman\/"}],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120447","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=120447"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120447\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":120449,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120447\/revisions\/120449"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/120448"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=120447"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=120447"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=120447"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}