{"id":12098,"date":"2015-09-07T12:16:44","date_gmt":"2015-09-07T04:16:44","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=12098"},"modified":"2015-09-07T12:16:44","modified_gmt":"2015-09-07T04:16:44","slug":"5-rumah-di-loktuan-ambruk-penghuninya-luka-luka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/5-rumah-di-loktuan-ambruk-penghuninya-luka-luka\/","title":{"rendered":"5 Rumah di Loktuan Ambruk, Penghuninya Luka-Luka"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_12099\" aria-describedby=\"caption-attachment-12099\" style=\"width: 696px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/rumah-ambruk.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-12099\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/rumah-ambruk.jpg\" alt=\"Rumah-rumah di Loktuan kondisinya memperihatinkan. Di antaranya seperti yang ambruk ini.\" width=\"696\" height=\"464\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-12099\" class=\"wp-caption-text\">Rumah-rumah di Loktuan kondisinya memperihatinkan. Di antaranya seperti yang ambruk ini.<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\"><strong>BONTANG<\/strong> &#8211; Lima rumah di Dusun Selambai, Kelurahan Lhoktuan, Bontang Utara porak-poranda. Tiga warga dilarikan ke rumah sakit. Satu mengalami patah kaki. Dua lainnya menderita luka ringan dan harus dirawat di RS Pupuk Kalimantan Timur (PKT).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 15.15 Wita. Beberapa orang mengatakan, rumah milik Basri itu sudah dalam keadaan miring. Warga bahkan sudah mengingatkan agar pemilik rumah itu segera melakukan renovasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">Sabtu (5\/9) lalu, tiba-tiba saja rumah berbahan kayu itu ambruk. Basri memiliki rumah tiga petak. Dia tinggal di situ bersama dengan dua penyewa yang lain. Rumah miliknya ambruk dan membuat dua rumah warga lainnya, ikut ambruk. Rumah Ramli rusak parah sedangkan dua rumah lainnya rusak di bagian belakang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">\u201cPondasi rumahnya sudah lama miring. Sudah lama diingatkan warga supaya diperbaiki,\u201d katanya, ditemui di lokasi kejadian kemarin.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">Saksi lain, Iraffe menuturkan, ketika kejadian dirinya sedang berada di dalam rumah. Tiba-tiba dia mendengar suara bergemuruh dari arah luar. Rumahnya sempat bergoyang hebat. Suara gemuruh juga ditingkahi dengan suara seperti benda besar masuk ke dalam air. <\/span><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">\u201cWaktu itu saya baru bangun. Dengar bunyi begitu, saya langsung lari,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">Salah satu warga, Amirullah menuturkan, tiga korban terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Mereka tidak sadarkan diri dan mengalami luka di bagian kepala. <\/span><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">\u201cAda yang pingsan terkena kayu. Warga langsung membawanya ke rumah sakit,\u201d ucapnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">Salah seorang warga yang rumahnya roboh, Nurdin menuturkan, korban luka dalam peristiwa itu adalah Rismal, Risna dan seorang balita, anak dari Risna. Rismal mengalami luka memar di kepala. Sedangkan Risna adalah korban paling parah yang mengalami patah kaki. Nurdin mengisahkan, selain lima rumah yang ambruk, kejadian itu juga menenggelamkan 8 motor dan merusak 4 kapal ketinting milik warga.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">\u201cKapal milik Iwan, warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian. Waktu kejadian, Iwan sudah mau turun ke laut untuk mencari kepiting,\u201d ujar Nurdin.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">Walikota Adi Darma langsung datang ke lokasi kejadian begitu mendengar informasi bencana tersebut. Dia meminta seluruh instansi bertindak cepat untuk membantu para korban.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">\u201cIni musibah bersama. Para korban tidak sendiri. Kami (Pemkot Bontang) akan memberikan bantuan semaksimal mungkin untuk memperbaiki rumah yang ambruk,\u201d tuturnya. [] KK<br \/>\n<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BONTANG &#8211; Lima rumah di Dusun Selambai, Kelurahan Lhoktuan, Bontang Utara porak-poranda. Tiga warga dilarikan ke rumah sakit. Satu mengalami patah kaki. Dua lainnya menderita luka ringan dan harus dirawat di RS Pupuk Kalimantan Timur (PKT). Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 15.15 Wita. Beberapa orang mengatakan, rumah milik Basri itu &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12099,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[475,7,26],"tags":[1485,1486],"class_list":["post-12098","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-bontang","category-breaking-news","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-loktuan","tag-rumah-ambruk"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12098","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12098"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12098\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12098"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12098"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12098"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}