{"id":121312,"date":"2025-07-10T16:48:50","date_gmt":"2025-07-10T08:48:50","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=121312"},"modified":"2025-08-04T12:29:43","modified_gmt":"2025-08-04T04:29:43","slug":"dispora-kaltim-hidupkan-budaya-lewat-potradnas-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dispora-kaltim-hidupkan-budaya-lewat-potradnas-2025\/","title":{"rendered":"Dispora Kaltim Hidupkan Budaya lewat Potradnas 2025"},"content":{"rendered":"<article class=\"text-token-text-primary w-full\" dir=\"auto\" data-testid=\"conversation-turn-136\" data-scroll-anchor=\"true\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto py-5 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @[37rem]:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @[72rem]:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:32rem] @[34rem]:[--thread-content-max-width:40rem] @[64rem]:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto flex max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 text-base gap-4 md:gap-5 lg:gap-6 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden\" tabindex=\"-1\">\n<div class=\"group\/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"relative flex-col gap-1 md:gap-3\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-5\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"215022ee-b81e-44a9-8fcb-ec53820e1184\" data-message-model-slug=\"gpt-4o\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full break-words dark\">\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"419\" data-end=\"851\"><strong>SAMARINDA<\/strong> \u2014 Upaya pelestarian budaya lokal melalui olahraga tradisional kembali menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Hal ini tampak dalam pelaksanaan seleksi Pekan Olahraga Tradisional Nasional (Potradnas) tingkat provinsi yang secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Agus Hari Kusuma, di halaman Gelanggang Olahraga (GOR) Kadrie Oening, Samarinda, Rabu (09\/07\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"853\" data-end=\"1226\">Lebih dari sekadar kegiatan kompetisi, seleksi ini menjadi momentum penting dalam memperkenalkan dan menghidupkan kembali olahraga tradisional kepada generasi muda. Dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut, ratusan peserta dari kabupaten dan kota di Kaltim berpartisipasi dalam tiga cabang olahraga tradisional, yaitu enggrang, sumpit, dan gasing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1228\" data-end=\"1451\">Menurut Agus Hari Kusuma, nilai utama dari kegiatan ini terletak pada semangat sportivitas dan penguatan mental, bukan sekadar siapa yang keluar sebagai juara. Ia menegaskan pentingnya konsentrasi dalam setiap pertandingan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1453\" data-end=\"1764\">\u201cLaksanakan kegiatan ini sebaik-baiknya, atur sesuai dengan sportivitas olahraga. Kirim saja banyak peserta, karena belum tentu yang juara satu saat seleksi akan menang dalam pertandingan nanti. Ini olahraga yang menuntut konsentrasi, sama seperti permainan momen atau biliard,\u201d ucap Agus saat memberi sambutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1766\" data-end=\"2003\">Ia juga mengingatkan bahwa hasil seleksi bukan jaminan pasti bagi peserta untuk tampil di tingkat nasional. Penilaian akhir akan mempertimbangkan kesiapan atlet hingga menjelang pelaksanaan Potradnas yang dijadwalkan pada September 2025.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2005\" data-end=\"2299\">\u201cBelum tentu yang juara satu nanti akan langsung dikirim. Masih ada waktu yang cukup panjang. Bisa saja ada pergantian atlet jika ditemukan yang lebih siap atau lebih baik menjelang pertandingan. Itu kenyataannya, dan saya minta teman-teman wartawan tulis itu supaya masyarakat tahu,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2301\" data-end=\"2723\">Olahraga tradisional, menurut Agus, tidak hanya memerlukan fisik yang prima, tetapi juga mental yang tangguh. Ia menyamakan tingkat konsentrasi yang dibutuhkan dengan permainan biliard asal Skotlandia. \u201cOlahraga tradisional ini mirip dengan biliard dari Skotlandia. Kalau pikirannya melenceng sedikit, salah sudah pukulannya. Ada orang yang bisa jadi juara abadi karena pikirannya kuat dan konsistennya terjaga,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2725\" data-end=\"2944\">Lebih lanjut, Agus menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pendidikan karakter melalui pelestarian budaya. Ia menyoroti pentingnya menjaga warisan leluhur agar tetap dikenal dan dicintai oleh generasi muda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2946\" data-end=\"3151\">\u201cKita ingin agar olahraga tradisional ini tetap hidup dan dikenal oleh anak-anak muda kita. Jangan sampai budaya sendiri dilupakan. Ini juga bagian dari pendidikan karakter dan jati diri bangsa,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3153\" data-end=\"3394\">Acara dibuka sekaligus ditutup secara simbolis oleh Agus dengan ucapan basmalah. \u201cJadi itu saja, dengan Bismillahirrahmanirrahim, saya buka sekaligus saya tutup kegiatan ini. Cukup dua hari saja. Semoga berjalan lancar dan sukses,\u201d tutupnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3396\" data-end=\"3711\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Seleksi ini tak hanya menjadi ajang mencari perwakilan Kalimantan Timur ke tingkat nasional, tetapi juga menjadi simbol dari komitmen daerah dalam menjaga kekayaan budaya tradisional. Para peserta tidak hanya bertanding untuk menang, tetapi juga membawa misi penting sebagai duta pelestari budaya warisan leluhur.[] ADVERTORIAL<\/p>\n<p data-start=\"3396\" data-end=\"3711\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Penulis: Rifky Irlika Akbar | Penyunting: Rasidah<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/article>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2014 Upaya pelestarian budaya lokal melalui olahraga tradisional kembali menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Hal ini tampak dalam pelaksanaan seleksi Pekan Olahraga Tradisional Nasional (Potradnas) tingkat provinsi yang secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Agus Hari Kusuma, di halaman Gelanggang Olahraga (GOR) Kadrie Oening, Samarinda, Rabu (09\/07\/2025). &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":60,"featured_media":121316,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,6596],"tags":[6598],"class_list":["post-121312","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dispora-kaltim","tag-dispora-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121312","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/60"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=121312"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121312\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":126608,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121312\/revisions\/126608"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/121316"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=121312"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=121312"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=121312"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}