{"id":121916,"date":"2025-07-12T10:37:56","date_gmt":"2025-07-12T02:37:56","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=121916"},"modified":"2025-07-12T10:37:56","modified_gmt":"2025-07-12T02:37:56","slug":"pemkab-mahulu-dorong-koperasi-merah-putih-sebagai-prototipe-ekonomi-lokal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pemkab-mahulu-dorong-koperasi-merah-putih-sebagai-prototipe-ekonomi-lokal\/","title":{"rendered":"Pemkab Mahulu Dorong Koperasi Merah Putih sebagai Prototipe Ekonomi Lokal"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"284\" data-end=\"720\"><b>MAHAKAM ULU <\/b>\u2013 Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan Koperasi Merah Putih yang dinilai menjadi simbol tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat desa. Hal tersebut ditegaskan oleh Asisten II Sekretariat Kabupaten Mahakam Ulu, Wenefrida Kayang, dalam pidatonya saat membuka peringatan Hari Koperasi ke-78 di Ballroom Kantor Bupati Mahulu, Ujoh Bilang, pada Jumat (11\/07\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"722\" data-end=\"1009\">Dalam kesempatan itu, Wenefrida menyebut Koperasi Merah Putih sebagai \u201claboratorium harapan\u201d bagi warga desa, tempat masyarakat membangun masa depan melalui kerja sama dan kemandirian. \u201cTempat masyarakat belajar, tempat masyarakat bekerja, dan tempat masyarakat tumbuh bersama,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1011\" data-end=\"1289\">Ia menyampaikan bahwa koperasi ini lahir dari kesadaran kolektif, bukan karena dorongan administratif semata. Menurutnya, kehadiran koperasi tersebut merupakan bukti nyata bahwa masyarakat desa mampu membentuk wadah ekonomi yang inklusif, adil, dan berakar pada kebutuhan lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1291\" data-end=\"1639\">Dengan peran strategisnya, Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menjawab ketimpangan akses terhadap ekonomi produktif dan turut membangkitkan kembali semangat usaha di tingkat akar rumput. Ia juga menekankan pentingnya integritas dan wawasan bagi para pengelola koperasi agar mampu menjalankan roda organisasi secara profesional dan berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1641\" data-end=\"1801\">\u201cJangan pernah merasa kecil, dari tangan saudara-saudara masa depan kampung bisa berubah,\u201d ucapnya, memberikan semangat kepada para anggota koperasi yang hadir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1803\" data-end=\"2175\">Pemkab Mahulu meyakini bahwa koperasi ini mampu membawa manfaat konkret melalui efisiensi ekonomi dan distribusi kesejahteraan yang lebih merata. Pemerintah daerah bahkan menempatkan Koperasi Merah Putih sebagai prototipe pembangunan ekonomi desa yang mandiri dan berdaulat, sejalan dengan visi Mahulu untuk mewujudkan masyarakat sejahtera melalui penguatan ekonomi lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2177\" data-end=\"2374\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">\u201cDari Sungai Mahakam hingga perbatasan, warga bersatu dalam satu tujuan,\u201d pungkas Wenefrida, menegaskan pentingnya kolaborasi antarwarga dalam membangun masa depan yang lebih baik melalui koperasi.[]\n<p data-start=\"2177\" data-end=\"2374\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Admin05<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MAHAKAM ULU \u2013 Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan Koperasi Merah Putih yang dinilai menjadi simbol tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat desa. Hal tersebut ditegaskan oleh Asisten II Sekretariat Kabupaten Mahakam Ulu, Wenefrida Kayang, dalam pidatonya saat membuka peringatan Hari Koperasi ke-78 di Ballroom Kantor Bupati Mahulu, Ujoh Bilang, pada Jumat &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":121917,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,1173],"tags":[],"class_list":["post-121916","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-mahakam-ulu-kalimantan-timur"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121916","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=121916"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121916\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":121918,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121916\/revisions\/121918"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/121917"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=121916"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=121916"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=121916"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}