{"id":122362,"date":"2025-07-14T09:31:08","date_gmt":"2025-07-14T01:31:08","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=122362"},"modified":"2025-07-14T09:31:08","modified_gmt":"2025-07-14T01:31:08","slug":"viral-aksi-tilap-wakaf-polisi-amankan-tiga-warga-di-makam-ulama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/viral-aksi-tilap-wakaf-polisi-amankan-tiga-warga-di-makam-ulama\/","title":{"rendered":"Viral Aksi Tilap Wakaf, Polisi Amankan Tiga Warga di Makam Ulama"},"content":{"rendered":"<article class=\"text-token-text-primary w-full\" dir=\"auto\" data-testid=\"conversation-turn-14\" data-scroll-anchor=\"true\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto py-5 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @[37rem]:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @[72rem]:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:32rem] @[34rem]:[--thread-content-max-width:40rem] @[64rem]:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto flex max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 text-base gap-4 md:gap-5 lg:gap-6 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden\" tabindex=\"-1\">\n<div class=\"group\/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"relative flex-col gap-1 md:gap-3\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-5\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"4f82da18-6fde-4bbf-a511-98a9b5f70922\" data-message-model-slug=\"gpt-4o\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full break-words dark\">\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"307\" data-end=\"721\"><strong>BANJAR<\/strong> \u2013 Tiga warga Kelampayan Tengah, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, diamankan aparat kepolisian setelah diduga melakukan tindakan tidak terpuji dengan menilap uang wakaf milik peziarah di kompleks makam ulama kharismatik Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kelampayan. Dugaan ini mencuat setelah sebuah video yang merekam aksi mereka beredar luas di media sosial dan mengundang perhatian publik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"723\" data-end=\"1051\">Kapolres Banjar AKBP Dr. Fadil, melalui Kapolsek Astambul IPTU Fitrianto, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat begitu video tersebut menjadi viral. Ketiga orang yang terekam dalam video itu berhasil diamankan oleh petugas pada Minggu pagi dan langsung dibawa ke Polsek Astambul untuk menjalani pemeriksaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1053\" data-end=\"1327\">\u201cBegitu video itu muncul di media sosial dan mendapat atensi publik, kami langsung turunkan anggota ke lokasi. Ketiga oknum berhasil diamankan dan langsung dibawa ke Polsek Astambul untuk dimintai keterangan,\u201d ujar Fitrianto saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (13\/7) petang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1329\" data-end=\"1659\">Dalam video yang sempat diunggah oleh akun Instagram @berkatgurukita, terlihat tiga pria sedang &#8220;membantu&#8221; seorang peziarah yang hendak menaruh uang ke dalam kotak wakaf berwarna hijau. Namun, gerak-gerik mereka dinilai mencurigakan karena diduga menggunakan momen tersebut untuk mengambil sebagian uang untuk kepentingan pribadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1661\" data-end=\"1948\">Meski belum ada laporan resmi dari pihak peziarah yang merasa dirugikan, pihak kepolisian tetap melakukan pendalaman terhadap kasus ini. Pemeriksaan turut melibatkan Yayasan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari sebagai pihak pengelola kompleks makam guna memperoleh klarifikasi lebih lanjut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1950\" data-end=\"2183\">\u201cUntuk saat ini, belum ada laporan dari peziarah yang merasa dirugikan. Namun, kami tetap mendalami kasus ini dan menunggu klarifikasi dari pihak Yayasan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari selaku pengelola area makam,\u201d jelas Fitrianto.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2185\" data-end=\"2531\">Ketiga warga yang diamankan diketahui berdomisili di Kelampayan Tengah dan saat ini masih dalam pemeriksaan intensif. Publik yang mengetahui kejadian tersebut melalui media sosial ramai-ramai mengecam perilaku para oknum. Beberapa komentar di kolom unggahan bahkan mendesak agar pengelolaan kawasan makam diperketat untuk mencegah insiden serupa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2533\" data-end=\"2655\">\u201cMakam ulama besar jangan sampai tercemar oleh ulah segelintir orang yang tidak bertanggung jawab,\u201d tulis salah satu akun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2657\" data-end=\"3074\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Warganet juga mengusulkan agar semua petugas yang berada di lingkungan makam dibekali identitas resmi, mulai dari pakaian seragam hingga tanda pengenal. Tujuannya, agar peziarah dapat membedakan antara petugas resmi dan warga yang hanya berpura-pura membantu. Kejadian ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat dan tata kelola yang profesional dalam menjaga marwah situs religius yang menjadi pusat ziarah masyarakat.[]\n<p data-start=\"2657\" data-end=\"3074\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Admin05<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/article>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANJAR \u2013 Tiga warga Kelampayan Tengah, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, diamankan aparat kepolisian setelah diduga melakukan tindakan tidak terpuji dengan menilap uang wakaf milik peziarah di kompleks makam ulama kharismatik Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kelampayan. Dugaan ini mencuat setelah sebuah video yang merekam aksi mereka beredar luas di media sosial dan mengundang perhatian &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":122366,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2997,2276],"tags":[],"class_list":["post-122362","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-banjar-provinsi-kalimantan-selatan","category-kalimantan-selatan-kalsel"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122362","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=122362"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122362\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":122367,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122362\/revisions\/122367"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/122366"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=122362"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=122362"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=122362"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}