{"id":122679,"date":"2025-07-15T09:46:25","date_gmt":"2025-07-15T01:46:25","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=122679"},"modified":"2025-07-15T09:46:25","modified_gmt":"2025-07-15T01:46:25","slug":"karhutla-hanguskan-dua-hektare-lahan-di-mempawah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/karhutla-hanguskan-dua-hektare-lahan-di-mempawah\/","title":{"rendered":"Karhutla Hanguskan Dua Hektare Lahan di Mempawah"},"content":{"rendered":"<article class=\"text-token-text-primary w-full\" dir=\"auto\" data-testid=\"conversation-turn-34\" data-scroll-anchor=\"true\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto py-5 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @[37rem]:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @[72rem]:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:32rem] @[34rem]:[--thread-content-max-width:40rem] @[64rem]:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto flex max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 text-base gap-4 md:gap-5 lg:gap-6 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden\" tabindex=\"-1\">\n<div class=\"group\/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"relative flex-col gap-1 md:gap-3\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-5\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"0659526b-06d6-40bb-ae20-167b3e5c19ad\" data-message-model-slug=\"gpt-4o\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full break-words dark\">\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"405\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"12\">MEMPAWAH<\/strong> \u2013 Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Mempawah. Kali ini, kawasan hutan di Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, dilanda kebakaran pada Senin sore (14\/07\/2025). Peristiwa tersebut menyebabkan sekitar dua hektare lahan hangus terbakar. Kepolisian setempat langsung melakukan langkah penyelidikan guna mengungkap penyebab munculnya api yang memicu kebakaran tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"407\" data-end=\"670\">Kapolres Mempawah, Ajun Komisaris Besar Polisi Jonathan David, melalui Kapolsek Sungai Pinyuh, Ajun Komisaris Polisi Setyadi, membenarkan kejadian kebakaran lahan tersebut. Ia menyebutkan bahwa titik api terdeteksi pertama kali di wilayah RT 01\/RW 01 Desa Galang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"672\" data-end=\"821\">\u201cLokasi karhutla tepatnya berada di RT 01\/RW 01, Desa Galang, dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan kurang lebih dua hektare,\u201d terang Setyadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"823\" data-end=\"1017\">Kapolsek menjelaskan bahwa upaya pemadaman telah dilakukan sejak malam kejadian. Tim gabungan dari berbagai unsur, termasuk masyarakat dan perusahaan perkebunan, terlibat dalam proses pemadaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1019\" data-end=\"1228\">\u201cTiga unit Damkar perusahaan dibantu kelompok masyarakat Peduli Api Desa Galang sejak tadi malam sudah berada di lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah agar api tidak meluas ke lahan lainnya,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1230\" data-end=\"1459\">Namun, proses pemadaman dihadapkan pada kendala teknis. Salah satunya adalah karakteristik lahan yang merupakan tanah gambut. Kondisi ini membuat api sulit dikendalikan karena cepat merambat dan menyebar di bawah permukaan tanah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1461\" data-end=\"1575\">\u201cUntuk kendala pemadaman, faktor lahan gambut sehingga api sulit dikendalikan oleh petugas di lapangan,\u201d sebutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1577\" data-end=\"1824\">Meski sebagian titik api berhasil dijinakkan, pihak kepolisian tidak tinggal diam. Penyelidikan terus dilakukan untuk mencari tahu penyebab kebakaran. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan guna mengumpulkan informasi awal tentang asal mula api.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1826\" data-end=\"1998\">\u201cSaat ini masih minim informasi dari para saksi untuk mengungkap penyebab karhutla ini. Namun, kami akan terus melakukan penyelidikan untuk menemukan sumber api,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2000\" data-end=\"2355\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Peristiwa kebakaran ini menambah daftar panjang insiden karhutla di Kalimantan Barat yang kerap terjadi pada musim kemarau. Pemerintah daerah dan aparat keamanan diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan patroli untuk mencegah kejadian serupa di kemudian hari. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas pembakaran terbuka yang dapat memicu karhutla.[]\n<p data-start=\"2000\" data-end=\"2355\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Admin05<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/article>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MEMPAWAH \u2013 Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Mempawah. Kali ini, kawasan hutan di Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, dilanda kebakaran pada Senin sore (14\/07\/2025). Peristiwa tersebut menyebabkan sekitar dua hektare lahan hangus terbakar. Kepolisian setempat langsung melakukan langkah penyelidikan guna mengungkap penyebab munculnya api yang memicu kebakaran tersebut. Kapolres Mempawah, Ajun &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":122680,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,34],"tags":[190],"class_list":["post-122679","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-kebakaran"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122679","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=122679"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122679\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":122681,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122679\/revisions\/122681"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/122680"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=122679"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=122679"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=122679"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}