{"id":123159,"date":"2025-07-16T15:22:22","date_gmt":"2025-07-16T07:22:22","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=123159"},"modified":"2025-07-16T15:22:22","modified_gmt":"2025-07-16T07:22:22","slug":"kutai-barat-dorong-warga-manfaatkan-pekarangan-jadi-kebun-mandiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kutai-barat-dorong-warga-manfaatkan-pekarangan-jadi-kebun-mandiri\/","title":{"rendered":"Kutai Barat Dorong Warga Manfaatkan Pekarangan Jadi Kebun Mandiri"},"content":{"rendered":"<article class=\"text-token-text-primary w-full\" dir=\"auto\" data-testid=\"conversation-turn-132\" data-scroll-anchor=\"true\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto py-5 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @[37rem]:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @[72rem]:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:32rem] @[34rem]:[--thread-content-max-width:40rem] @[64rem]:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto flex max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 text-base gap-4 md:gap-5 lg:gap-6 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden\" tabindex=\"-1\">\n<div class=\"group\/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"relative flex-col gap-1 md:gap-3\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-5\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"a879cef4-05fa-43c1-967e-f1700de9b222\" data-message-model-slug=\"gpt-4o\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full break-words dark\">\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"388\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"17\">KUTAI BARAT \u2013<\/strong> Pemerintah Kabupaten Kutai Barat terus menggalakkan pemanfaatan lahan sempit di lingkungan rumah warga sebagai kebun mandiri. Upaya ini bertujuan meningkatkan produktivitas masyarakat dan mengurangi ketergantungan terhadap kebutuhan pasar, sebagaimana diinstruksikan oleh Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, Wakil Bupati Nanang Adriani, serta Bupati sebelumnya FX Yapan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"390\" data-end=\"772\">Masyarakat diimbau menanam berbagai jenis tanaman yang mudah tumbuh dan memiliki nilai guna tinggi. Beberapa di antaranya adalah sayuran seperti bayam, sawi, terong, cabai, serta singkong. Pemerintah daerah juga mendorong warga untuk menanam tanaman rimpang seperti jahe, kunyit, dan lengkuas, yang selain digunakan sebagai bumbu dapur, juga bermanfaat untuk pengobatan tradisional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"774\" data-end=\"1044\">Upaya ini pun telah membuahkan hasil bagi sebagian warga. Ibu Siti, salah seorang warga Kecamatan Barong Tongkok, menuturkan bahwa dirinya mulai menanam berbagai tanaman sejak mendengar imbauan pemerintah. Ia memanfaatkan polybag sebagai media tanam di halaman rumahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1046\" data-end=\"1221\">\u201cBisa hemat aja sekarang, Mas. Yang tadinya apa-apa beli, kaya jahe, lengkuas, kunyit, apalagi sayur, itu sekarang bisa ambil di kebun,\u201d ujarnya kepada Media, Rabu (16\/07\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1223\" data-end=\"1447\">Siti menjelaskan bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang untuk bercocok tanam. Ia menilai, berkebun di pekarangan rumah justru memberi banyak manfaat, baik dari sisi ekonomi rumah tangga maupun dari sisi kesehatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1449\" data-end=\"1690\">Ia pun berharap agar kebiasaan yang telah ia jalani ini bisa diikuti oleh warga lain. Menurutnya, selain memberi kontribusi terhadap ketahanan pangan keluarga, kegiatan berkebun juga dapat menciptakan gaya hidup yang lebih sehat dan mandiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1692\" data-end=\"2014\">Program pemanfaatan pekarangan sebagai kebun mandiri ini menjadi bagian dari strategi ketahanan pangan lokal di Kutai Barat. Pemerintah daerah berharap, gerakan ini bisa menumbuhkan kesadaran kolektif di tengah masyarakat bahwa produktivitas bisa dimulai dari rumah, dengan memanfaatkan ruang yang tersedia sebaik mungkin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2016\" data-end=\"2245\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Dengan partisipasi aktif masyarakat, Kutai Barat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang tidak hanya hijau dan sehat, tetapi juga lebih berdaya secara ekonomi dan berketahanan dalam menghadapi dinamika harga pangan di pasar.[]\n<p data-start=\"2016\" data-end=\"2245\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Admin05<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/article>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI BARAT \u2013 Pemerintah Kabupaten Kutai Barat terus menggalakkan pemanfaatan lahan sempit di lingkungan rumah warga sebagai kebun mandiri. Upaya ini bertujuan meningkatkan produktivitas masyarakat dan mengurangi ketergantungan terhadap kebutuhan pasar, sebagaimana diinstruksikan oleh Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, Wakil Bupati Nanang Adriani, serta Bupati sebelumnya FX Yapan. Masyarakat diimbau menanam berbagai jenis tanaman yang &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":123160,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,483],"tags":[],"class_list":["post-123159","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-barat"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123159","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=123159"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123159\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":123161,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123159\/revisions\/123161"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/123160"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=123159"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=123159"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=123159"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}