{"id":123205,"date":"2025-07-17T15:43:49","date_gmt":"2025-07-17T07:43:49","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=123205"},"modified":"2025-07-17T15:43:49","modified_gmt":"2025-07-17T07:43:49","slug":"dprd-kaltim-dorong-pemekaran-kutai-utara-segera-terealisasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dprd-kaltim-dorong-pemekaran-kutai-utara-segera-terealisasi\/","title":{"rendered":"DPRD Kaltim Dorong Pemekaran Kutai Utara Segera Terealisasi"},"content":{"rendered":"<article class=\"text-token-text-primary w-full\" dir=\"auto\" data-testid=\"conversation-turn-157\" data-scroll-anchor=\"true\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @[37rem]:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @[72rem]:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:32rem] @[34rem]:[--thread-content-max-width:40rem] @[64rem]:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto flex max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 text-base gap-4 md:gap-5 lg:gap-6 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden\" tabindex=\"-1\">\n<div class=\"group\/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"relative flex-col gap-1 md:gap-3\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-5\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"75c2d084-33d2-4e7a-a3c2-48b3609fc618\" data-message-model-slug=\"gpt-4o\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full break-words dark\">\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"86\" data-end=\"549\"><strong>SAMARINDA<\/strong> \u2014 Gagasan pembentukan Kabupaten Kutai Utara kembali mendapat dukungan kuat dari kalangan legislatif Kalimantan Timur (Kaltim). Salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim dari daerah pemilihan Bontang, Kutai Timur, dan Berau, Agus Aras, secara terbuka menyatakan persetujuannya terhadap pemekaran wilayah tersebut. Ia berharap, rencana itu dapat segera direalisasikan demi menjawab kebutuhan dasar masyarakat di wilayah pedalaman Kutai Timur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"551\" data-end=\"984\">Kutai Utara, sebagaimana direncanakan, mencakup delapan kecamatan yang saat ini berada di wilayah Kabupaten Kutai Timur, yakni Muara Wahau, Muara Bengkal, Muara Ancalong, Busang, Long Mesangat, Telen, Kombeng, dan Batu Ampar. Delapan wilayah ini dinilai telah memiliki kelayakan administratif untuk berdiri sebagai daerah otonom baru, meski hingga kini masih menunggu pencabutan moratorium dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"986\" data-end=\"1239\">\u201cKami apresiasi dan dorong untuk segera menjadi perhatian, tetapi kebijakan itu ada di pemerintah pusat serta ingin benar-benar menjadi perhatian, karena telah layak untuk dimekarkan,\u201d ujar Agus kepada media saat ditemui di Samarinda, Rabu (16\/07\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1241\" data-end=\"1620\">Politikus Partai Demokrat ini menilai, pemekaran wilayah tak hanya berbicara tentang batas administratif baru, tetapi juga tentang upaya mempercepat pembangunan serta memudahkan masyarakat dalam mengakses pelayanan publik. Ia merujuk pada berbagai contoh daerah yang telah mengalami pemekaran dan berhasil mencatatkan kemajuan pesat dalam pembangunan infrastruktur dan pelayanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1622\" data-end=\"1799\">\u201cBerdasarkan pengalaman yang ada daerah sudah pemekaran itu percepatan pembangunannya terlihat dengan nyata dan lebih baik, jadi saya sangat support sekali,\u201d ujarnya menegaskan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1801\" data-end=\"2122\">Agus menambahkan, rencana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kutai Utara sudah mulai diperjuangkan sejak 2005 melalui rekomendasi Bupati Kutai Timur. Seluruh dokumen administratif juga telah diserahkan kepada pemerintah pusat. Namun, belum adanya keputusan dari Kemendagri membuat proses ini belum menemui hasil akhir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2124\" data-end=\"2388\">\u201cUsulan pemekaran itu butuh energi dan waktu yang tidak sedikit dan salah satu tujuan pemekaran yakni ingin mendekatkan pelayanan terhadap masyarakat yang masuk dalam wilayah pemekaran itu,\u201d tutur Agus yang kini juga menjabat sebagai anggota Komisi IV DPRD Kaltim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2390\" data-end=\"2660\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Ia menilai, pemekaran wilayah menjadi salah satu strategi efektif untuk menjawab persoalan keterbatasan akses di daerah-daerah terpencil. Dengan terbentuknya Kabupaten Kutai Utara, diharapkan distribusi pembangunan lebih merata dan pelayanan pemerintah lebih optimal. [] ADVERTORIAL<\/p>\n<p data-start=\"2390\" data-end=\"2660\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Rasidah<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/article>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2014 Gagasan pembentukan Kabupaten Kutai Utara kembali mendapat dukungan kuat dari kalangan legislatif Kalimantan Timur (Kaltim). Salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim dari daerah pemilihan Bontang, Kutai Timur, dan Berau, Agus Aras, secara terbuka menyatakan persetujuannya terhadap pemekaran wilayah tersebut. Ia berharap, rencana itu dapat segera direalisasikan demi menjawab kebutuhan dasar &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":123447,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,14],"tags":[10663],"class_list":["post-123205","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-parlementaria-dprd-kaltim","tag-agus-aras"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123205","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=123205"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123205\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":123448,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123205\/revisions\/123448"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/123447"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=123205"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=123205"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=123205"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}