{"id":123387,"date":"2025-07-15T14:04:21","date_gmt":"2025-07-15T06:04:21","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=123387"},"modified":"2025-07-17T14:12:55","modified_gmt":"2025-07-17T06:12:55","slug":"dispora-kaltim-fokus-perbaiki-trotoar-sebelum-pasang-lampu-taman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dispora-kaltim-fokus-perbaiki-trotoar-sebelum-pasang-lampu-taman\/","title":{"rendered":"Dispora Kaltim Fokus Perbaiki Trotoar Sebelum Pasang Lampu Taman"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"373\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"15\">SAMARINDA \u2013<\/strong> Pendekatan berorientasi efisiensi dalam pengelolaan fasilitas umum menjadi fokus utama Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur. Dalam rangka menghemat biaya operasional, Dispora kini menerapkan kombinasi dua jenis penerangan di area taman: lampu listrik konvensional dan lampu tenaga surya atau <em data-start=\"360\" data-end=\"372\">solar cell<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"375\" data-end=\"786\">Kepala UPTD Dispora Kaltim, Junaidi, menerangkan bahwa strategi tersebut merupakan bagian dari komitmen lembaganya dalam merespons keterbatasan anggaran serta kebutuhan akan layanan publik yang berkelanjutan. \u201cLampu tamannya itu jadi dia ada dua, ada lampu yang menggunakan solar cell, ada konvensional menggunakan listrik,\u201d ujar Junaidi saat ditemui di Kadrie Oening Tower, Samarinda, Senin (14\/07\/2025) siang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"788\" data-end=\"1324\">Ia mengakui bahwa dari segi intensitas cahaya, lampu berbasis solar cell memang tidak seterang lampu listrik biasa. Namun demikian, penerapan teknologi tersebut dinilai sebagai langkah tepat dalam menekan pengeluaran jangka panjang, terutama untuk beban listrik dan biaya perawatan. \u201cSementara itu dengan anggaran yang ada, kan, kita sudah perbarui dengan sistem solar cell, meskipun tidak seterang lampu konvensional, tetapi niatnya kami itu melakukan pengiritan, pengiritan terhadap beban biaya listrik, biaya operasional,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1326\" data-end=\"1631\">Junaidi juga menegaskan pentingnya sikap bertanggung jawab dalam penggunaan anggaran pemerintah. Ia menyoroti bahwa efisiensi harus menjadi prinsip utama dalam setiap pengadaan, termasuk urusan penerangan taman. \u201cJadi jangan mentang-mentang ini uang pemerintah, ya, senyala-nyalanya, gitu, kan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1633\" data-end=\"2085\">Terkait kondisi lampu taman saat ini, Junaidi menyebut bahwa pihaknya telah melakukan pemeliharaan terhadap lampu-lampu utama yang berada di jalur strategis. Namun untuk lampu di area taman lainnya, belum seluruhnya ditangani karena terkendala skala prioritas pekerjaan. \u201cLampu-lampu yang ada, kemarin sudah pernah kami rawat itu, yang lampu bohlam di jalan yang utamanya, tetapi untuk yang lampu-lampu taman yang lainnya belum kami lakukan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2087\" data-end=\"2557\">Lebih jauh, Junaidi menjelaskan bahwa kawasan taman yang sering mengalami banjir dan tergenang lumpur menjadi salah satu alasan mengapa pemasangan lampu belum dilakukan secara merata. Jika instalasi dilakukan sebelum perbaikan infrastruktur dasar, maka risiko kerusakan justru lebih besar. \u201cKenapa itu belum, karena tahapan sistematika kerjanya, kalau lampu kami pasang duluan yang baru di sana, terus sering banjir dan ada lumpur juga yah nggak ada gunanya,\u201d terangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2559\" data-end=\"2957\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Karena itu, Dispora Kaltim memilih pendekatan bertahap. Menurut Junaidi, perbaikan jalan dan trotoar harus didahulukan agar infrastruktur pendukung dapat menopang pemasangan lampu secara maksimal dan tahan lama. \u201cLebih bagus kita utamakan dulu anggarannya ke jalan-jalannya dulu, kita perbaiki, setelah itu baik semuanya, trotoarnya kita perbaiki, setelah trotoarnya, baru lampunya,\u201d tutup Junaidi.[] ADVERTORIAL<\/p>\n<p data-start=\"2559\" data-end=\"2957\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Pendekatan berorientasi efisiensi dalam pengelolaan fasilitas umum menjadi fokus utama Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur. Dalam rangka menghemat biaya operasional, Dispora kini menerapkan kombinasi dua jenis penerangan di area taman: lampu listrik konvensional dan lampu tenaga surya atau solar cell. Kepala UPTD Dispora Kaltim, Junaidi, menerangkan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":66,"featured_media":123389,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,6596],"tags":[1911],"class_list":["post-123387","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dispora-kaltim","tag-junaidi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123387","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/66"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=123387"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123387\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":123434,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123387\/revisions\/123434"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/123389"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=123387"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=123387"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=123387"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}