{"id":123391,"date":"2025-07-15T14:14:21","date_gmt":"2025-07-15T06:14:21","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=123391"},"modified":"2025-08-04T14:02:31","modified_gmt":"2025-08-04T06:02:31","slug":"dispora-kaltim-fokus-perbaiki-pencahayaan-stadion-palaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dispora-kaltim-fokus-perbaiki-pencahayaan-stadion-palaran\/","title":{"rendered":"Dispora Kaltim Fokus Perbaiki Pencahayaan Stadion Palaran"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"355\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"15\">SAMARINDA \u2013<\/strong> Pendekatan strategis dalam penataan kawasan Stadion Utama Palaran kini difokuskan pada penguatan sistem pencahayaan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim). Dalam perencanaan jangka menengah, pencahayaan dianggap sebagai elemen penting, baik dari segi estetika maupun efisiensi energi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"357\" data-end=\"808\">Kepala UPTD Dispora Kaltim, Junaidi, menjelaskan bahwa lampu taman yang terpasang di lingkungan stadion tidak dirancang sebagai sumber cahaya utama. Ia menekankan bahwa lampu tersebut lebih dimaksudkan untuk mempercantik area dan memberikan suasana tambahan di malam hari. \u201cJadi, lampu tamannya hanya sekedar hiasan saja atau hanya sebagai penerang tambahan saja,\u201d ujar Junaidi saat ditemui di Kadrie Oening Tower, Samarinda, Senin (14\/07\/2025) siang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"810\" data-end=\"1239\">Sementara itu, penerangan utama di kawasan stadion mengandalkan lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang telah dilengkapi teknologi solar cell. Menurut Junaidi, pemanfaatan tenaga surya dipilih untuk mengurangi ketergantungan pada energi listrik konvensional serta menekan biaya operasional. \u201cLPJU lah, yang menerangi dan itu menggunakan solar cell, sehingga tidak terlalu membebani biaya operasional kira-kira begitu,\u201d terangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1241\" data-end=\"1604\">Meski diakui bahwa investasi awal untuk lampu tenaga surya cenderung lebih mahal, Junaidi menyebutkan bahwa penghematan jangka panjang menjadi pertimbangan utama dalam pengadaannya. \u201cMemang untuk pembelian awal lebih mahal untuk lampu solar cell tetapi dari sisi operasional pemeliharaan dan sisi operasional beban operasionalnya pastilah lebih rendah,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1606\" data-end=\"1942\">Jika pencahayaan dari sistem yang ada belum mencukupi, pihaknya akan tetap mengaktifkan lampu konvensional sebagai pendukung. Hal ini guna memastikan kawasan tetap terang, terutama ketika ada aktivitas malam hari. \u201cKalaupun situasinya kurang begitu terang kita nyalakan yang lampu konvensionalnya, kan, itu yang utama,\u201d sambung Junaidi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1944\" data-end=\"2249\">Dispora Kaltim juga telah mengusulkan anggaran perubahan (ABT) tahun 2025, yang mencakup rencana perbaikan lampu sorot utama di beberapa titik penting stadion. \u201cNanti ada lampu tiang-tiang utama atau lampu-lampu tiang sorot utama, itu yang akan kita lakukan perbaikan lagi di ABT tahun 2025 ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2251\" data-end=\"2495\">Melihat kondisi stadion yang cukup luas dan kompleks, proses revitalisasi dilakukan secara bertahap agar lebih terarah. \u201cJadi memang kita bertahap, kalau stadion Palaran itu yang PR-nya mungkin banyak banget, termasuk gedung-gedung,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2497\" data-end=\"2778\">Junaidi menambahkan bahwa penentuan skala prioritas dilakukan dengan mempertimbangkan fungsi vital dari infrastruktur yang ada, bukan semata berdasarkan keinginan visual semata. \u201cLalu kalau seandainya itu saya lakukan perbaikan terhadap gedung-gedungnya duluan misalnya,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2780\" data-end=\"2963\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Melalui pendekatan bertahap dan efisien, UPTD Dispora Kaltim optimistis bahwa Stadion Utama Palaran akan kembali menjadi pusat kegiatan olahraga yang membanggakan di Kalimantan Timur.[] ADVERTORIAL<\/p>\n<p data-start=\"2780\" data-end=\"2963\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Pendekatan strategis dalam penataan kawasan Stadion Utama Palaran kini difokuskan pada penguatan sistem pencahayaan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim). Dalam perencanaan jangka menengah, pencahayaan dianggap sebagai elemen penting, baik dari segi estetika maupun efisiensi energi. Kepala UPTD Dispora Kaltim, Junaidi, menjelaskan bahwa lampu taman &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":66,"featured_media":123394,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,6596],"tags":[9272],"class_list":["post-123391","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dispora-kaltim","tag-stadion-palaran"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123391","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/66"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=123391"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123391\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":126612,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123391\/revisions\/126612"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/123394"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=123391"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=123391"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=123391"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}