{"id":1239,"date":"2014-06-01T07:36:40","date_gmt":"2014-05-31T23:36:40","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=1239"},"modified":"2022-10-16T10:48:03","modified_gmt":"2022-10-16T02:48:03","slug":"ujung-cor-memakan-korban","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ujung-cor-memakan-korban\/","title":{"rendered":"Ujung Cor Memakan Korban"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Warga yang melintas di kawasan Jalan Pangeran Suriansyah, Kelurahan Karang Mumus, Kecamatan Samarinda Kota, diminta berhati-hati. Terutama saat melewati ujung cor jalan tersebut.<br \/>\nKerap terjadi kecelakaan lalu lintas akibat pengendara motor terjatuh. Saat hendak menaiki atau menuruni cor yang terhubung dengan aspal tersebut.<br \/>\nDiungkapkan Ketua RT 8 Hidayat, selama Mei ini saja sudah tiga warga menjadi korban.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n\u201cKami meminta agar warga yang lewat di sana waspada. Soalnya sudah tiga warga mengalami kecelakaan. Ada yang luka lecet sampai patah tulang. Mereka dilarikan ke Rumah Sakit Islam,\u201d tandas Hidayat.<br \/>\nMenurut Hidayat, kemungkinan saat pengecoran jalan selesai kurang pengawasan. Makanya tak ada pembenahan antara ujung cor dan aspal, supaya mudah dilalui.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n\u201dKalau saya perhatikan ketika proyek jalan itu dikerjakan, kurang pengawasan dari pihak pemerintah. Begitu proyeknya selesai sambungan jalan tersebut tak diperhatikan, sehingga rawan menyebabkan kecelakaan,\u201d lanjut Hidayat. [] RedFj\/SP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Warga yang melintas di kawasan Jalan Pangeran Suriansyah, Kelurahan Karang Mumus, Kecamatan Samarinda Kota, diminta berhati-hati. Terutama saat melewati ujung cor jalan tersebut. Kerap terjadi kecelakaan lalu lintas akibat pengendara motor terjatuh. Saat hendak menaiki atau menuruni cor yang terhubung dengan aspal tersebut. Diungkapkan Ketua RT 8 Hidayat, selama Mei ini saja sudah tiga warga &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1240,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,37],"tags":[],"class_list":["post-1239","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1239","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1239"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1239\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22511,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1239\/revisions\/22511"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1239"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1239"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1239"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}