{"id":124328,"date":"2025-07-22T14:29:58","date_gmt":"2025-07-22T06:29:58","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=124328"},"modified":"2025-07-22T14:29:58","modified_gmt":"2025-07-22T06:29:58","slug":"prabowo-murka-rp100-triliun-raib-karena-mafia-beras","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/prabowo-murka-rp100-triliun-raib-karena-mafia-beras\/","title":{"rendered":"Prabowo Murka! Rp100 Triliun Raib karena Mafia Beras"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"415\"><b>JAWA TENGAH <\/b>\u2013 Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menunjukkan ketegasan atas maraknya praktik penipuan dalam distribusi beras yang diperkirakan merugikan negara hingga Rp100 triliun setiap tahun. Dalam kunjungannya ke Desa Bentangan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (21\/07\/2025), Prabowo menyatakan kekesalannya terhadap manipulasi penjualan beras medium yang dikemas dan dijual dengan harga premium.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"417\" data-end=\"766\">Saat meresmikan Koperasi Merah Putih, Presiden Prabowo menyampaikan instruksi langsung kepada Kapolri dan Jaksa Agung untuk segera menindak perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam praktik tersebut. \u201cKapolri, Jaksa Agung tolong dikejar yang bandel-bandel itu, biar masuk yang Rp100 triliun itu tiap tahun,\u201d ujarnya di hadapan masyarakat yang hadir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"768\" data-end=\"1146\">Menurut Prabowo, modus penipuan seperti ini bukanlah hal baru. Ia mengungkapkan bahwa Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, telah melaporkan bahwa praktik serupa terus berulang, bahkan setelah ada penindakan. \u201cPak Amran sudah pernah tindak, tapi muncul lagi, muncul lagi. Sama seperti minyak goreng, dikurangi 10%-20% takarannya. Ini praktik kotor, harus kita bersihkan!\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1148\" data-end=\"1432\">Presiden juga menyoroti bahwa kecurangan dalam distribusi pangan tidak hanya terjadi di Indonesia. Ia menyebut Malaysia tengah mengalami persoalan serupa terkait beras. \u201cDi Malaysia juga lagi heboh soal beras. Tapi kita harus lebih dulu tertibkan ini di negeri kita sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1434\" data-end=\"1827\">Ia menyayangkan praktik culas tersebut berlangsung di tengah kekayaan sumber daya alam Indonesia yang melimpah. Menurutnya, keberadaan oknum yang menyalahgunakan sistem distribusi telah mencederai rasa keadilan dan merugikan masyarakat luas. \u201cJadi, saudara-saudara, ternyata negara kita ini kaya. Tapi kekayaan itu dikorupsi secara halus oleh para oknum yang tidak punya hati,\u201d ungkap Prabowo.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1829\" data-end=\"2135\">Dalam kesempatan yang sama, Presiden mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawasi distribusi pangan, khususnya beras dan minyak goreng, agar tidak lagi menjadi ladang permainan curang. \u201cKalau kita bersatu, kita bisa tuntaskan ini. Tidak boleh lagi ada permainan yang menyengsarakan rakyat!\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2137\" data-end=\"2315\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Seruan tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam memberantas mafia pangan dan menata ulang sistem distribusi yang lebih adil dan transparan demi menjaga kesejahteraan rakyat.[]\n<p data-start=\"2137\" data-end=\"2315\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Admin05<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAWA TENGAH \u2013 Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menunjukkan ketegasan atas maraknya praktik penipuan dalam distribusi beras yang diperkirakan merugikan negara hingga Rp100 triliun setiap tahun. Dalam kunjungannya ke Desa Bentangan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (21\/07\/2025), Prabowo menyatakan kekesalannya terhadap manipulasi penjualan beras medium yang dikemas dan dijual dengan harga premium. Saat meresmikan Koperasi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":124330,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,35],"tags":[10692,2370],"class_list":["post-124328","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-berita-nasional","tag-beras-oplosan","tag-prabowo"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/124328","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=124328"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/124328\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":124332,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/124328\/revisions\/124332"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/124330"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=124328"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=124328"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=124328"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}