{"id":12445,"date":"2015-09-14T15:06:59","date_gmt":"2015-09-14T07:06:59","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=12445"},"modified":"2015-09-14T15:06:59","modified_gmt":"2015-09-14T07:06:59","slug":"jumlah-titik-panas-di-barsel-meningkat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/jumlah-titik-panas-di-barsel-meningkat\/","title":{"rendered":"Jumlah Titik Panas Di Barsel Meningkat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/20130107mendeteksi-kemunculan-titik-panas.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-12446 aligncenter\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/20130107mendeteksi-kemunculan-titik-panas.jpg\" alt=\"20130107mendeteksi-kemunculan-titik-panas\" width=\"486\" height=\"398\" \/><\/a><br \/>\n<strong>BARITO SELATAN\u00a0<\/strong>&#8211; Jumlah\u00a0titik panas\u00a0yang terpantau dikabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah dari bulan Agustus hingga September 2015 mengalami peningkatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Berdasarkan satelit National Oceanic Atmospheric Administration-18 (NOAA-18) pada bulan Agustus 2015 sebanyak 29 titik panas,&#8221; kata Kasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Barsel, Piad Jond, di Buntok, Jum&#8217;at.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ia mengatakan, berdasarkan pantauan dari satelit Terra\/Aqua (Nasa) disejumlah desa dienam kecamatan diwilayah Barsel ini lanjut dia, terpantau sebanyak 53 titik panas atau hotspot.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Sedangkan dari tanggal 1-9 September 2015 jumlah hotspot yang terpantau satelit NOAA sebanyak 15 titik api dan 35 titik terpantau oleh satelit Terra\/Aqua (Nasa),&#8221; jelas Piad Jond.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pantauan Antara, akibat banyaknya kebakaran lahan dan hutan yang menyebabkan kabut asap semakin pekat dalam 9 hari terakhir ini sangat mengganggu pernafasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Selain mengganggu pernafasan, kabut asap tebal tersebut juga mengganggu aktifitas para pengguna jalan, karena jarak pandang normal hanya antara 75 hingga 100 meter.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sementara kepala Dinas Kesehatan Barsel, drg Daryomo Sukiastono, M. AP meminta masyarakat diwilayah setempat untuk menggunakan masker mengingat kabut asap semakin pekat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Selain itu kita juga meminta kepada seluruh masyarakat agar mengurangi aktifitas diluar rumah dan gunakanlah masker bila ingin bepergian keluar rumah,&#8221; pintanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ia juga mengharapkan kepada masyarakat supaya menjaga pola hidup bersih dan sehat serta meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak terserang penyakit ISPA pada musim kemarau dan kabut asap seperti ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Peningkatan daya tahan tubuh dapat dilakukan dengan menjaga pola makan yang seimbang, melakukan aktifitas olahraga secara teratur dan beristirahat yang cukup,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dengan pola hidup bersih dan sehat serta meningkatkan daya tahan tubuh lanjutnya, maka akan bisa terhindar dari berbagai penyakit yang kerap kali muncul saat kabut asap.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BARITO SELATAN\u00a0&#8211; Jumlah\u00a0titik panas\u00a0yang terpantau dikabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah dari bulan Agustus hingga September 2015 mengalami peningkatan. &#8220;Berdasarkan satelit National Oceanic Atmospheric Administration-18 (NOAA-18) pada bulan Agustus 2015 sebanyak 29 titik panas,&#8221; kata Kasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Barsel, Piad Jond, di Buntok, Jum&#8217;at. Ia mengatakan, berdasarkan pantauan dari satelit &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12446,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2917,2259],"tags":[4110,4111,1530],"class_list":["post-12445","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-barito-selatan-provinsi-kalimantan-tengah","category-kalimantan-tengah","tag-daryomo-sukiastono","tag-kabut-asap-tebal","tag-kebakaran-lahan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12445","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12445"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12445\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12445"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12445"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12445"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}