{"id":124870,"date":"2025-07-26T09:33:29","date_gmt":"2025-07-26T01:33:29","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=124870"},"modified":"2025-07-26T09:33:29","modified_gmt":"2025-07-26T01:33:29","slug":"antara-mainan-dan-nyawa-layang-layang-mengintai-bandara-tjilik-riwut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/antara-mainan-dan-nyawa-layang-layang-mengintai-bandara-tjilik-riwut\/","title":{"rendered":"Antara Mainan dan Nyawa: Layang-Layang Mengintai Bandara Tjilik Riwut"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"236\" data-end=\"551\"><strong>PALANGKA RAYA<\/strong> \u2013 Keceriaan anak-anak yang bermain layang-layang ternyata menyimpan risiko besar terhadap keselamatan penerbangan, khususnya di sekitar jalur pendekatan menuju Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya. Aktivitas yang tampak sederhana tersebut kini menjadi perhatian serius otoritas navigasi penerbangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"553\" data-end=\"779\">General Manager AirNav Palangka Raya, Hermawansyah, menegaskan bahwa area dalam radius 15 kilometer dari bandara, khususnya pada jalur pendekatan pesawat, merupakan zona terlarang untuk aktivitas seperti bermain layang-layang. \u201cKami tidak melarang anak-anak bermain layang-layang, tetapi mereka harus tahu zona yang dilarang. Di area jalur pesawat, jika benangnya tersangkut ke badan atau mesin, bisa membahayakan penerbangan,\u201d ujarnya kepada awak media, Jumat (25\/7\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1033\" data-end=\"1280\">Ia menekankan bahwa keberadaan layang-layang di wilayah tersebut bukan hanya mengganggu visual pilot, tetapi juga bisa berakibat fatal jika benangnya\u2014terutama jenis gelasan atau kawat\u2014mengenai bagian vital pesawat seperti roda pendarat atau sayap. \u201cFase pendekatan akhir adalah tahap paling krusial. Pesawat dalam posisi rendah dan kecepatannya menurun. Gangguan sekecil apa pun bisa berdampak besar. Jika pilot terpaksa melakukan <em data-start=\"1467\" data-end=\"1478\">go around<\/em>, maka jadwal terganggu, bahan bakar terbuang, dan risiko kelelahan meningkat,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1571\" data-end=\"1791\">AirNav Palangka Raya, menurut Hermawansyah, telah melakukan berbagai upaya sosialisasi, termasuk menyasar beberapa sekolah dasar yang berada di sekitar kawasan rawan. Namun, jangkauan sosialisasi tersebut masih terbatas. \u201cKami sudah sosialisasi ke beberapa SD, terutama yang berada di dekat jalur pesawat. Tapi belum semua terjangkau. Ini tidak bisa hanya dibebankan ke AirNav, perlu kerja sama semua pihak,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1996\" data-end=\"2237\">Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, kelurahan, RT\/RW, hingga para guru dan orang tua, untuk terlibat aktif dalam mencegah potensi bahaya tersebut. Edukasi sejak dini dinilai menjadi kunci utama. \u201cKalau anak-anak tahu bahayanya dan orang tua mendukung, kita bisa mencegah dari awal. Kami ingin ruang udara tetap aman, tapi juga tidak ingin menghilangkan ruang bermain mereka,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2437\" data-end=\"2722\">Dengan sinergi semua pihak, kesenangan anak-anak tetap bisa dilestarikan tanpa mengabaikan keselamatan penerbangan. Langit Palangka Raya seharusnya menjadi ruang yang aman bagi semua\u2014baik untuk layang-layang yang ingin terbang tinggi maupun pesawat yang hendak mendarat dengan selamat. []\n<p data-start=\"2437\" data-end=\"2722\">Redaksi10<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALANGKA RAYA \u2013 Keceriaan anak-anak yang bermain layang-layang ternyata menyimpan risiko besar terhadap keselamatan penerbangan, khususnya di sekitar jalur pendekatan menuju Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya. Aktivitas yang tampak sederhana tersebut kini menjadi perhatian serius otoritas navigasi penerbangan. General Manager AirNav Palangka Raya, Hermawansyah, menegaskan bahwa area dalam radius 15 kilometer dari bandara, khususnya pada &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":48,"featured_media":124875,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2259,2264],"tags":[],"class_list":["post-124870","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-tengah","category-kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/124870","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/48"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=124870"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/124870\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":124876,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/124870\/revisions\/124876"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/124875"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=124870"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=124870"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=124870"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}