{"id":12497,"date":"2015-09-16T14:25:43","date_gmt":"2015-09-16T06:25:43","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=12497"},"modified":"2015-09-16T14:25:43","modified_gmt":"2015-09-16T06:25:43","slug":"sisilia-rina-siswi-kelas-3-smpn-i-sekadau-hilang-tanpa-kabar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/sisilia-rina-siswi-kelas-3-smpn-i-sekadau-hilang-tanpa-kabar\/","title":{"rendered":"Sisilia Rina, Siswi Kelas 3 SMPN I Sekadau Hilang Tanpa Kabar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/20150916sisilia_hilang.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-12498 aligncenter\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/20150916sisilia_hilang.jpg\" alt=\"20150916sisilia_hilang\" width=\"484\" height=\"400\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>SEKADAU<\/strong>\u00a0&#8211; Agustinus Jampren (37) terlihat sedang gelisah, saat didampingi istrinya, Rupina Wati. Jampren berusaha menutupi rasa sedihnya sembari bercerita kepada para pewarta tentang putrinya yang hingga kini belum diketahui dimana rimbanya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sisilia Rina, anak kedua Jampren dan Rupina Wati sudah meninggalkan rumah sejak Sabtu, 12 September lalu. Sudah empat hari ini Sisilia tak pulang.\n<\/p>\n<div style=\"text-align: justify\">&#8220;Ini kami baru pulang dari Polres melaporkan. Tolong disebarkan informasi ini siapa tahu ada yang melihat anak saya,\u00e2\u20ac\u009d tutur Jampren dengan raut wajah cemas.\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Dia menuturkan jika Sabtu pagi, masih sempat mengantar Sisilia pergi ke sekolahnya di SMPN 1 Sekadau, menggunakan sepeda motor.\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Namun, siang harinya, saat teman-teman satu sekolahan sudah pulang ke rumah masing-masing, Sisilia belum juga muncul. Kebetulan pula, hari itu saya tak sempat menjemput dia karena sedang bekerja. Tapi, biasanya ia bisa pulang sendiri tanpa harus dijemput. Entah kenapa, hari itu Sisilia tak seperti biasanya.\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">&#8220;Kami telah menanyakan kabarnya kesana-kemari. Semua teman-teman dia yang kami kenali sudah ditanyai semua. Namun, tak satupun yang mengetahui atau melihat Sisilia,&#8221; ujar dia.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Setelah berembuk dengan keluarganya, ia pun melaporkan peristiwa kehilangan anaknya ke Polres Sekadau. &#8220;Sisilia Rina duduk di kelas IX SMPN 1 Sekadau. Dia cukup terbuka, dan selalu menceritakan pengalaman sehari-hari kepada sang ibu, termasuk jika ada masalah,&#8221; paparnya lebih lanjut.\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Dua hari sebelum menghilang atau Kamis 10 September, Sisilia sempat cekcok dengan ayahnya. Waktu itu, Sisilia pergi hampir seharian dengan membawa sepeda motor ayahnya. Ia baru pulang ke rumah sore harinya. Sebagai orangtua, Jampren saat itu sangat mencemaskan anaknya. Apalagi, Sisilia pergi mengendarai motor tanpa mengenakan helm.\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\u00e2\u20ac\u0153Jadi hari Kamis lalu dia pergi bawa motor seharian. Pulangnya saya nasehati, tidak baik anak perempuan pergi dari rumah berhari-hari tanpa kabar. Setelah saya nasehati, dia ngadu ke ibunya. Dia mengancam suatu saat mau pergi dari rumah kalau ada duit,\u00e2\u20ac\u009d kisah Jampren.\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Jampren sama sekali tak menyangka kalau anaknya akhirnya benar-benar menghilang. Celakanya, belum ada kepastian apakah Sisilia sengaja pergi atau ada hal lain yang menimpanya. Ketidakpastian itulah yang membuat pihak keluarga sangat cemas.\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\u00e2\u20ac\u0153Setahu kami dia tidak punya pacar. Sekarang juga sekolah sedang libur, jadi kami tidak bisa mencari ke sekolah. Makanya kami bingung kemana dia ini. Namun, hari Sabtu lalu memang dia ada bawa pakaian di tasnya, katanya punya temannya. Kami sama sekali tidak menyangka jadi seperti ini. Kalau ada yang lihat tolong kabari kami, telepon saja nomor saya 082351655701,\u00e2\u20ac\u009d ujarnya.\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Sisilia Rina, memiliki ciri-ciri fisik khusus yakni tahi lalat di bagian pipi sebelah kiri, kulit agak kehitaman, rambut lurus, serta tubuh padat berisi.\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Sementara itu di konfirmasi terpisah, Kepala SMPN 1 Sekadau, Albinus mengakui belum tahu soal berita kehilangan anak yang merupakan salah satu siswanya itu.\n<\/div>\n<div>\u00e2\u20ac\u0153Saya baru tahu dari anda, belum ada orangtuanya lapor ke sekolah. Kami periksa dulu. Kami akan bantu mencari,\u00e2\u20ac\u009d pungkasnya.Sekadau (Antara Kalbar) &#8211; Agustinus Jampren (37) terlihat sedang gelisah, saat didampingi istrinya, Rupina Wati. Jampren berusaha menutupi rasa sedihnya sembari bercerita kepada para pewarta tentang putrinya yang hingga kini belum diketahui dimana rimbanya.<\/p>\n<div style=\"text-align: justify\">Sisilia Rina, anak kedua Jampren dan Rupina Wati sudah meninggalkan rumah sejak Sabtu, 12 September lalu. Sudah empat hari ini Sisilia tak pulang.\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">&#8220;Ini kami baru pulang dari Polres melaporkan. Tolong disebarkan informasi ini siapa tahu ada yang melihat anak saya,\u00e2\u20ac\u009d tutur Jampren dengan raut wajah cemas.\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Dia menuturkan jika Sabtu pagi, masih sempat mengantar Sisilia pergi ke sekolahnya di SMPN 1 Sekadau, menggunakan sepeda motor.\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Namun, siang harinya, saat teman-teman satu sekolahan sudah pulang ke rumah masing-masing, Sisilia belum juga muncul. Kebetulan pula, hari itu saya tak sempat menjemput dia karena sedang bekerja. Tapi, biasanya ia bisa pulang sendiri tanpa harus dijemput. Entah kenapa, hari itu Sisilia tak seperti biasanya.\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">&#8220;Kami telah menanyakan kabarnya kesana-kemari. Semua teman-teman dia yang kami kenali sudah ditanyai semua. Namun, tak satupun yang mengetahui atau melihat Sisilia,&#8221; ujar dia.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Setelah berembuk dengan keluarganya, ia pun melaporkan peristiwa kehilangan anaknya ke Polres Sekadau. &#8220;Sisilia Rina duduk di kelas IX SMPN 1 Sekadau. Dia cukup terbuka, dan selalu menceritakan pengalaman sehari-hari kepada sang ibu, termasuk jika ada masalah,&#8221; paparnya lebih lanjut.\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Dua hari sebelum menghilang atau Kamis 10 September, Sisilia sempat cekcok dengan ayahnya. Waktu itu, Sisilia pergi hampir seharian dengan membawa sepeda motor ayahnya. Ia baru pulang ke rumah sore harinya. Sebagai orangtua, Jampren saat itu sangat mencemaskan anaknya. Apalagi, Sisilia pergi mengendarai motor tanpa mengenakan helm.\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\u00e2\u20ac\u0153Jadi hari Kamis lalu dia pergi bawa motor seharian. Pulangnya saya nasehati, tidak baik anak perempuan pergi dari rumah berhari-hari tanpa kabar. Setelah saya nasehati, dia ngadu ke ibunya. Dia mengancam suatu saat mau pergi dari rumah kalau ada duit,\u00e2\u20ac\u009d kisah Jampren.\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Jampren sama sekali tak menyangka kalau anaknya akhirnya benar-benar menghilang. Celakanya, belum ada kepastian apakah Sisilia sengaja pergi atau ada hal lain yang menimpanya. Ketidakpastian itulah yang membuat pihak keluarga sangat cemas.\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\u00e2\u20ac\u0153Setahu kami dia tidak punya pacar. Sekarang juga sekolah sedang libur, jadi kami tidak bisa mencari ke sekolah. Makanya kami bingung kemana dia ini. Namun, hari Sabtu lalu memang dia ada bawa pakaian di tasnya, katanya punya temannya. Kami sama sekali tidak menyangka jadi seperti ini. Kalau ada yang lihat tolong kabari kami, telepon saja nomor saya 082351655701,\u00e2\u20ac\u009d ujarnya.\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Sisilia Rina, memiliki ciri-ciri fisik khusus yakni tahi lalat di bagian pipi sebelah kiri, kulit agak kehitaman, rambut lurus, serta tubuh padat berisi.\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Sementara itu di konfirmasi terpisah, Kepala SMPN 1 Sekadau, Albinus mengakui belum tahu soal berita kehilangan anak yang merupakan salah satu siswanya itu.\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\u00e2\u20ac\u0153Saya baru tahu dari anda, belum ada orangtuanya lapor ke sekolah. Kami periksa dulu. Kami akan bantu mencari,\u00e2\u20ac\u009d pungkasnya. [] ANT<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SEKADAU\u00a0&#8211; Agustinus Jampren (37) terlihat sedang gelisah, saat didampingi istrinya, Rupina Wati. Jampren berusaha menutupi rasa sedihnya sembari bercerita kepada para pewarta tentang putrinya yang hingga kini belum diketahui dimana rimbanya. Sisilia Rina, anak kedua Jampren dan Rupina Wati sudah meninggalkan rumah sejak Sabtu, 12 September lalu. Sudah empat hari ini Sisilia tak pulang. &#8220;Ini &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12498,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,2380],"tags":[4118,2611,4119],"class_list":["post-12497","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-sekadau-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-anak-menghilang","tag-sekadau","tag-sisilia-rina"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12497","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12497"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12497\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12497"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12497"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12497"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}