{"id":124990,"date":"2025-07-26T11:33:51","date_gmt":"2025-07-26T03:33:51","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=124990"},"modified":"2025-08-15T16:02:27","modified_gmt":"2025-08-15T08:02:27","slug":"kualitas-sdm-dispora-ditingkatkan-demi-layanan-prima","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kualitas-sdm-dispora-ditingkatkan-demi-layanan-prima\/","title":{"rendered":"Kualitas SDM Dispora Ditingkatkan Demi Layanan Prima"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"431\" data-end=\"765\"><strong data-start=\"431\" data-end=\"444\">SAMARINDA<\/strong> \u2013 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Prasarana Olahraga (PPO) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus memastikan keberlanjutan fasilitas olahraga di wilayahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"767\" data-end=\"993\">Kepala UPTD PPO Dispora Kaltim, Junaidi, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada penyediaan sarana olahraga, tetapi juga pada pemeliharaan fasilitas dan peningkatan kualitas layanan yang langsung dirasakan masyarakat. \u201cTugas utama kami di UPTD Prasarana Olahraga adalah memberikan pelayanan, melakukan pemeliharaan, serta mendukung pendapatan daerah melalui Perda Retribusi Daerah,\u201d ujar Junaidi saat ditemui di Kantor Dispora Kaltim, Jumat (25\/07\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1234\" data-end=\"1525\">Menurutnya, seluruh aktivitas yang dijalankan oleh UPTD PPO bertumpu pada pelayanan publik. Baik di Stadion Utama Palaran maupun Gelora Kadrie Oening, segala fasilitas terus diupayakan agar selalu dalam kondisi siap pakai bagi masyarakat umum, atlet, maupun pelaku kegiatan olahraga lainnya. \u201cSemua tugas itu bermuara pada inti pelayanan kepada masyarakat, dan saat ini kami sedang meningkatkan kualitas SDM kami di bidang hospitality, termasuk pelatihan tentang pelayanan yang baik bagi pengguna fasilitas,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1758\" data-end=\"1949\">Junaidi menjelaskan bahwa peningkatan pelayanan tidak cukup hanya dengan mengandalkan keramahan petugas. Kesiapan teknis serta kemampuan merespons kendala secara cepat juga menjadi prioritas. \u201cKami memperkuat pengetahuan petugas dalam hal respons cepat saat memberikan layanan terhadap fasilitas yang tersedia. Ini penting supaya masyarakat merasa nyaman dan terlayani dengan baik,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2155\" data-end=\"2359\">Dari aspek pemeliharaan, Junaidi tidak menampik bahwa tantangan anggaran masih menjadi kendala klasik. Meski begitu, hal tersebut tidak menyurutkan semangat pihaknya dalam menjaga fasilitas tetap optimal. \u201cUntuk urusan pemeliharaan, saya tidak ingin terlalu jauh membahas soal klasik seperti anggaran, karena masyarakat juga sudah paham bahwa ini tetap menjadi tantangan. Namun, kami tetap berupaya keras agar fasilitas yang ada tetap terjaga dan bisa dimanfaatkan masyarakat dengan baik. Ini bukan soal peningkatan, tetapi lebih kepada mempertahankan kualitas yang sudah ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2746\" data-end=\"3040\">Junaidi juga menyoroti pentingnya penerapan Peraturan Daerah (Perda) tentang Retribusi Daerah yang menjadi salah satu sumber pemasukan dalam pengelolaan fasilitas olahraga. Pendapatan yang diperoleh bukan dimaksudkan untuk mencari keuntungan, melainkan demi menunjang operasional dan perawatan. \u201cPendapatan dari Perda ini bukan untuk mengejar profit sebanyak-banyaknya. Justru lebih dari 40 persen porsinya diarahkan untuk pelayanan, termasuk perawatan fasilitas. Jadi ini bukan profit-oriented, melainkan untuk keberlangsungan layanan kepada masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3317\" data-end=\"3582\">Ia menjelaskan bahwa dana retribusi tidak langsung digunakan oleh UPTD, melainkan terlebih dahulu disetor ke kas daerah sebelum dialokasikan kembali sesuai prioritas kebutuhan. Selain sebagai sumber dana, Perda juga menjadi alat seleksi dalam pengelolaan fasilitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3317\" data-end=\"3582\">\u201cPerda ini penting bukan hanya soal pendapatan, tapi juga menjadi penyaring agar penggunaan fasilitas stadion dilakukan secara terukur dan berdasarkan skala prioritas. Kalau semua gratis tanpa seleksi, bisa dibayangkan jadwal pemakaian akan penuh bahkan hingga bertahun-tahun ke depan, sementara biaya operasionalnya tidak ada yang menutup,\u201d terangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3940\" data-end=\"4170\">Dengan pendekatan berimbang antara pelayanan dan keberlanjutan, Dispora Kaltim berharap fasilitas olahraga yang ada dapat terus dimanfaatkan secara efektif oleh masyarakat, tanpa mengabaikan kualitas dan daya tahan jangka panjang. \u201cDengan adanya Perda, kita bisa memilah mana penggunaan yang lebih penting agar fasilitas olahraga tetap terjaga dan berkelanjutan,\u201d tutup Junaidi. [] ADVERTORIAL<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Rifky Irlika Akbar | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Prasarana Olahraga (PPO) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus memastikan keberlanjutan fasilitas olahraga di wilayahnya. Kepala UPTD PPO Dispora Kaltim, Junaidi, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada penyediaan sarana olahraga, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":60,"featured_media":129030,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,6596],"tags":[1911,10821],"class_list":["post-124990","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dispora-kaltim","tag-junaidi","tag-ppo"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/124990","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/60"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=124990"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/124990\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":128757,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/124990\/revisions\/128757"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/129030"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=124990"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=124990"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=124990"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}