{"id":126147,"date":"2025-07-31T14:07:19","date_gmt":"2025-07-31T06:07:19","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=126147"},"modified":"2025-08-02T14:13:33","modified_gmt":"2025-08-02T06:13:33","slug":"politisi-kaltim-soroti-urgensi-budaya-dalam-era-teknologi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/politisi-kaltim-soroti-urgensi-budaya-dalam-era-teknologi\/","title":{"rendered":"Politisi Kaltim Soroti Urgensi Budaya dalam Era Teknologi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SAMARINDA<\/strong> \u2013 Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Fadly Imawan, menyampaikan urgensi transformasi digital sebagai instrumen penting dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis lokal. Ia menilai bahwa kemajuan teknologi harus dimanfaatkan secara menyeluruh agar warisan budaya tidak kehilangan tempatnya di tengah derasnya pengaruh globalisasi dan perkembangan zaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pandangannya, digitalisasi budaya bukan hanya menjadi kebutuhan zaman, melainkan juga jalan strategis untuk menyelaraskan identitas kebangsaan dengan peluang ekonomi kreatif. \u201cBudaya yang tidak masuk ke ruang digital akan tertinggal, terutama di mata generasi muda. Kita harus melihat budaya bukan hanya sebagai identitas, tapi sebagai sumber daya ekonomi yang bernilai tinggi,\u201d ujar Fadly pada (30\/07\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, dokumentasi budaya dalam bentuk arsip atau catatan sejarah tidak lagi cukup. Perlu langkah lanjut berupa pengemasan ulang yang menarik dan sesuai dengan pola konsumsi masyarakat modern, seperti konten visual, pertunjukan daring, hingga media interaktif edukatif yang bisa diakses dengan mudah oleh khalayak luas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fadly menyebut pendekatan semacam itu mampu menciptakan peluang ekonomi baru, khususnya dalam sektor industri kreatif yang berbasis pada nilai-nilai budaya. Namun, ia juga menegaskan bahwa proses transformasi ini membutuhkan dukungan konkret dari pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKita butuh ekosistem yang mendukung\u2014akses internet merata, pelatihan teknologi, sampai kolaborasi lintas sektor. Tanpa itu, digitalisasi hanya jadi jargon,\u201d tegas politisi muda dari Kalimantan Timur ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia turut mendorong kolaborasi multipihak, mulai dari komunitas seni, pelaku usaha, akademisi, hingga sektor pariwisata agar bersama-sama berkontribusi dalam membangun narasi budaya yang relevan, kreatif, dan mampu menjangkau pasar nasional maupun internasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fadly juga menggarisbawahi bahwa upaya pelestarian budaya tidak harus selalu dalam bentuk konservatif. Sebaliknya, ia menilai bahwa pengelolaan budaya yang inovatif dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBudaya adalah aset strategis. Kalau dikelola secara inovatif, ini bisa jadi kekuatan ekonomi yang berbasis masyarakat dan berkelanjutan,\u201d pungkasnya.[] ADVERTORIAL<\/p>\n<p>Penulis: Muhammad Ihsan | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Fadly Imawan, menyampaikan urgensi transformasi digital sebagai instrumen penting dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis lokal. Ia menilai bahwa kemajuan teknologi harus dimanfaatkan secara menyeluruh agar warisan budaya tidak kehilangan tempatnya di tengah derasnya pengaruh globalisasi dan perkembangan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":126148,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,14],"tags":[10945],"class_list":["post-126147","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-parlementaria-dprd-kaltim","tag-fadly-imawan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/126147","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=126147"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/126147\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":126149,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/126147\/revisions\/126149"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/126148"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=126147"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=126147"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=126147"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}