{"id":126166,"date":"2025-07-17T15:24:22","date_gmt":"2025-07-17T07:24:22","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=126166"},"modified":"2025-08-02T15:44:47","modified_gmt":"2025-08-02T07:44:47","slug":"wisata-alam-kukar-menarik-keamanan-jadi-perhatian-dprd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wisata-alam-kukar-menarik-keamanan-jadi-perhatian-dprd\/","title":{"rendered":"Wisata Alam Kukar Menarik, Keamanan Jadi Perhatian DPRD"},"content":{"rendered":"<article class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" tabindex=\"-1\" data-testid=\"conversation-turn-76\" data-scroll-anchor=\"true\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @[37rem]:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @[72rem]:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:32rem] @[34rem]:[--thread-content-max-width:40rem] @[64rem]:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\" tabindex=\"-1\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-5\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"7ee57e18-3d5c-47f0-b833-b90ceddb989a\" data-message-model-slug=\"gpt-4o\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full break-words dark markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"383\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"23\">SAMARINDA \u2013<\/strong> Komitmen untuk mendorong kemajuan sektor pariwisata di wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) kembali disuarakan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Didik Agung Eko Wahono. Ia menyoroti potensi besar yang dimiliki Kecamatan Tenggarong Seberang dalam mengembangkan wisata berbasis kearifan lokal yang dikelola langsung oleh masyarakat desa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"385\" data-end=\"695\">Didik menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif dan kreativitas warga dalam mengelola destinasi wisata secara mandiri, terutama melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Menurutnya, semangat kemandirian yang tumbuh di desa-desa patut mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah maupun pihak terkait.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"697\" data-end=\"928\">\u201cSaya melihat pengelolaan wisata oleh masyarakat dan pemerintah desa, terutama melalui Pokdarwis, sudah berjalan baik. Mereka berdikari di bidang ekonomi, dan ini patut didukung,\u201d kata politisi PDI Perjuangan itu pada (16\/07\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"930\" data-end=\"1175\">Ia menyebut beberapa lokasi wisata di Tenggarong Seberang yang kini mulai dilirik pengunjung, seperti Air Terjun Pesona Perjiwa, Goa Batu Gelap, Batu Ampar, Bukit Mahoni, serta Taman Gubang yang menawarkan pesona danau lengkap dengan wahana air.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1177\" data-end=\"1497\">Didik menilai bahwa potensi pariwisata bisa ditemukan di setiap wilayah, asalkan ada keberanian untuk menggali dan mengembangkan potensi tersebut secara konsisten. Ia juga menegaskan bahwa pembangunan sektor wisata seharusnya berorientasi pada peningkatan taraf hidup masyarakat sekitar, bukan sekadar pencitraan daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1499\" data-end=\"1648\">\u201cYang pertama kali akan meramaikan tempat wisata adalah warga lokal. Kalau mereka sudah sejahtera, maka kunjungan dari luar akan menyusul,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1650\" data-end=\"1969\">Meski begitu, ia mengingatkan perlunya kesadaran terhadap kemungkinan dampak negatif yang bisa muncul dari perkembangan wisata. Ia menekankan bahwa peningkatan jumlah wisatawan kerap diiringi dengan potensi kerawanan, terutama terhadap tindak kejahatan yang dapat merugikan pengunjung dan mencoreng nama baik destinasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1971\" data-end=\"2214\">\u201cPariwisata memang membawa manfaat ekonomi dan sosial, tapi kita tidak boleh abai terhadap dampak negatifnya. Wisatawan bisa jadi sasaran kejahatan karena mereka tidak familiar dengan lingkungan. Ini bisa merusak citra daerah wisata,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2216\" data-end=\"2446\">Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen\u2014baik masyarakat, pengelola wisata, maupun pemerintah\u2014untuk bersinergi dalam mewujudkan destinasi yang bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga aman dan nyaman bagi siapa pun yang datang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2448\" data-end=\"2588\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">\u201cKalau pengelolaannya serius dan dampak negatif bisa dikendalikan, pariwisata akan jadi pendorong kuat pertumbuhan ekonomi lokal,\u201d tutupnya.[] ADVERTORIAL<\/p>\n<p data-start=\"2448\" data-end=\"2588\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Penulis: Muhammad Ihsan | Penyunting: Rasidah<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/article>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Komitmen untuk mendorong kemajuan sektor pariwisata di wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) kembali disuarakan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Didik Agung Eko Wahono. Ia menyoroti potensi besar yang dimiliki Kecamatan Tenggarong Seberang dalam mengembangkan wisata berbasis kearifan lokal yang dikelola langsung oleh masyarakat desa. Didik menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":126167,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,14],"tags":[10903,1912],"class_list":["post-126166","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-parlementaria-dprd-kaltim","tag-didik-agung-eko-wahono","tag-wisata-kukar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/126166","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=126166"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/126166\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":126168,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/126166\/revisions\/126168"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/126167"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=126166"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=126166"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=126166"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}