{"id":126175,"date":"2025-07-10T16:18:43","date_gmt":"2025-07-10T08:18:43","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=126175"},"modified":"2025-08-02T16:28:42","modified_gmt":"2025-08-02T08:28:42","slug":"infrastruktur-hulu-kukar-didukung-dprd-kaltim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/infrastruktur-hulu-kukar-didukung-dprd-kaltim\/","title":{"rendered":"Infrastruktur Hulu Kukar Didukung DPRD Kaltim"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"461\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"23\">SAMARINDA \u2013<\/strong> Upaya memperkuat aksesibilitas antarwilayah di kawasan hulu terus diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur strategis. Salah satunya adalah proyek jalan penghubung sepanjang 4,5 kilometer yang kini mulai dibangun untuk menghubungkan Desa Sebelimbingan di Kecamatan Kota Bangun dengan Dusun Pandamaran, Desa Tuana Tuha, Kecamatan Kenohan. Proyek ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2025 dengan nilai anggaran mencapai Rp50 miliar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"463\" data-end=\"879\">Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) dari daerah pemilihan Kutai Kartanegara (Kukar), Salehuddin, memberikan dukungannya terhadap proyek tersebut. Ia menilai, pembangunan jalan ini memiliki arti penting bukan hanya dalam konteks pembangunan fisik, tetapi juga sebagai sarana membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat di wilayah-wilayah pedalaman Kukar seperti Kenohan, Tabang, dan Kembang Janggut. \u201cIni bukan sekadar membangun jalan, tapi membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan hulu,\u201d ujarnya, Selasa (09\/07\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1019\" data-end=\"1404\">Menurut politisi tersebut, pendekatan dalam pembangunan infrastruktur harus menyasar pada jangka panjang dan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam yang tidak berkelanjutan. Ia pun menyarankan agar pemerintah daerah menjajaki opsi pembiayaan melalui skema alternatif seperti pinjaman ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), agar kelanjutan pembangunan tidak terhambat kendala anggaran. \u201cKita tidak bisa setengah-setengah. Kalau mau hasil yang berdampak luas, harus dirancang menyeluruh,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1519\" data-end=\"1852\">Selain mempertegas pentingnya proyek tersebut, Salehuddin juga menyinggung soal pemerataan pembangunan. Menurutnya, kawasan hulu selama ini masih sering luput dari perhatian pembangunan yang proporsional, sehingga langkah ini patut diapresiasi sebagai bentuk nyata dari upaya menjangkau wilayah-wilayah yang sebelumnya terpinggirkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1854\" data-end=\"2063\">Adapun pembiayaan jalan ini berasal dari dua sumber utama, yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kutai Kartanegara sebesar Rp20 miliar dan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp30 miliar. \u201cJalan ini nantinya akan mempercepat mobilitas warga serta mendukung distribusi hasil pertanian dan perkebunan dari pedalaman Kukar,\u201d pungkasnya.[] ADVERTORIAL<\/p>\n<p data-start=\"1854\" data-end=\"2063\">Penulis: Muhammad Ihsan | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Upaya memperkuat aksesibilitas antarwilayah di kawasan hulu terus diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur strategis. Salah satunya adalah proyek jalan penghubung sepanjang 4,5 kilometer yang kini mulai dibangun untuk menghubungkan Desa Sebelimbingan di Kecamatan Kota Bangun dengan Dusun Pandamaran, Desa Tuana Tuha, Kecamatan Kenohan. Proyek ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2025 dengan nilai anggaran &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":126176,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,14],"tags":[10948,10614,8997,1372,1812],"class_list":["post-126175","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-parlementaria-dprd-kaltim","tag-desa-sebelimbingan","tag-desa-tuana-tuha","tag-kenohan","tag-kota-bangun","tag-salehuddin"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/126175","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=126175"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/126175\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":126177,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/126175\/revisions\/126177"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/126176"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=126175"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=126175"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=126175"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}