{"id":126178,"date":"2025-07-10T16:42:06","date_gmt":"2025-07-10T08:42:06","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=126178"},"modified":"2025-08-02T16:45:46","modified_gmt":"2025-08-02T08:45:46","slug":"akses-jalan-buruk-aspirasi-utama-reses-guntur-di-kukar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/akses-jalan-buruk-aspirasi-utama-reses-guntur-di-kukar\/","title":{"rendered":"Akses Jalan Buruk, Aspirasi Utama Reses Guntur di Kukar"},"content":{"rendered":"<article class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" tabindex=\"-1\" data-testid=\"conversation-turn-84\" data-scroll-anchor=\"true\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @[37rem]:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @[72rem]:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:32rem] @[34rem]:[--thread-content-max-width:40rem] @[64rem]:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\" tabindex=\"-1\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-5\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"e8e2296f-864d-4adf-96eb-4680209bc3af\" data-message-model-slug=\"gpt-4o\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full break-words dark markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"410\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"23\">KUTAI KARTANEGARA \u2013<\/strong> Permasalahan infrastruktur jalan kembali mencuat sebagai aspirasi utama warga Kutai Kartanegara (Kukar) dalam kegiatan Reses Masa Sidang II Tahun 2025. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) dari Daerah Pemilihan IV Kukar, Guntur, mengungkapkan bahwa keluhan terkait akses jalan lingkungan masih mendominasi suara masyarakat, khususnya di beberapa kecamatan yang kondisi jalannya dinilai memprihatinkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"412\" data-end=\"801\">Saat ditemui pada Selasa (09\/07\/2025), Guntur menyebut bahwa warga di Kecamatan Muara Badak, Marangkayu, dan daerah sekitarnya secara konsisten menyuarakan keinginan mereka untuk mendapatkan perbaikan jalan lingkungan yang lebih layak. Permintaan ini dinilai mendesak karena menyangkut langsung dengan kelancaran aktivitas harian masyarakat, termasuk kegiatan ekonomi dan akses pendidikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"803\" data-end=\"976\">\u201cSebagian besar masyarakat meminta perbaikan akses jalan lingkungan. Ini yang paling mendesak karena sangat berpengaruh pada mobilitas dan aktivitas ekonomi warga,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"978\" data-end=\"1347\">Meski demikian, Guntur menjelaskan bahwa perbaikan jalan harus disesuaikan dengan pembagian kewenangan yang berlaku. Untuk jalan-jalan yang menjadi tanggung jawab provinsi, pihaknya siap mendorong melalui penganggaran DPRD. Sedangkan untuk jalan kabupaten, ia berharap ada kolaborasi yang kuat antara DPRD dan pemerintah daerah agar perbaikan tetap bisa direalisasikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1349\" data-end=\"1489\">\u201cKalau itu ranah provinsi, kita bisa dorong lewat anggaran. Kalau jalan kabupaten, kita kolaborasikan dengan pemerintah setempat,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1491\" data-end=\"1848\">Tak hanya soal infrastruktur, Guntur juga menerima aspirasi dari sektor pertanian. Keluhan yang paling mencolok datang dari para petani yang kesulitan memperoleh pupuk, baik dari sisi ketersediaan maupun distribusi. Ia menilai persoalan ini perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat yang selama ini menjadi penanggung jawab distribusi bantuan pupuk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1850\" data-end=\"2010\">\u201cBantuan pupuk saat ini langsung dari pusat. Kita di daerah hanya bisa memperjuangkan dengan mendorong pusat agar memperhatikan kebutuhan petani kita,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2012\" data-end=\"2242\">Guntur menegaskan bahwa dirinya berkomitmen untuk tidak menjadikan aspirasi reses sebagai formalitas semata. Ia memastikan seluruh masukan masyarakat akan diperjuangkan melalui pembahasan anggaran dan program kerja lintas lembaga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2244\" data-end=\"2388\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">\u201cSaya pastikan aspirasi ini tidak berhenti di catatan. Saya akan kawal agar bisa terwujud dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,\u201d pungkasnya.[] ADVERTORIAL<\/p>\n<p data-start=\"2244\" data-end=\"2388\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Penulis: Muhammad Ihsan | Penyunting: Rasidah<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/article>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI KARTANEGARA \u2013 Permasalahan infrastruktur jalan kembali mencuat sebagai aspirasi utama warga Kutai Kartanegara (Kukar) dalam kegiatan Reses Masa Sidang II Tahun 2025. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) dari Daerah Pemilihan IV Kukar, Guntur, mengungkapkan bahwa keluhan terkait akses jalan lingkungan masih mendominasi suara masyarakat, khususnya di beberapa kecamatan yang kondisi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":126183,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,14],"tags":[2146,1729,650],"class_list":["post-126178","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-parlementaria-dprd-kaltim","tag-guntur","tag-marangkayu","tag-muara-badak"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/126178","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=126178"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/126178\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":126186,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/126178\/revisions\/126186"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/126183"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=126178"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=126178"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=126178"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}