{"id":12630,"date":"2015-09-23T19:07:19","date_gmt":"2015-09-23T11:07:19","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=12630"},"modified":"2015-09-23T19:07:19","modified_gmt":"2015-09-23T11:07:19","slug":"kabut-di-sukamara-semakin-pekat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kabut-di-sukamara-semakin-pekat\/","title":{"rendered":"Kabut di Sukamara Semakin Pekat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/abut_asap_sukamara.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-12631 size-full\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/abut_asap_sukamara.jpg\" alt=\"abut_asap_sukamara\" width=\"479\" height=\"332\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif\"><strong>SUKAMARA<\/strong>\u00a0 &#8211; Kebakaran hutan dan lahan yang berdampak pada makin pekatnya kabut asap dirasakan warga Kabupaten Sukamara. Pada Rabu pagi ini jarak pandang yang dirasakan warga hanya berkisar antara 5 meter sampai 10 meter saja. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif\">Salah seorang warga bernama Tapa mengatakan jarak pandang pada pagi hari sampai jam 08.00 WIB pagi sangat dekat antara 5-10 meter saja, sehingga saat berkendara atau jalan kaki warga harus sangat berhati-hati agar tidak terjadi kecelakaaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif\">&#8220;Karena jarak pandang hanya dekat dan tidak bisa ditembus cahaya lampu sepeda motor maupun mobil, membuat pengendara harus ektra hati-hati dengan memperlambat laju kendaraannya agar tidak mengalami kecelakaan,\u00e2\u20ac\u009d ucap Tapa di Sukamara<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif\">Akibat kabut asap ini juga pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Sukamara\u00a0 mulai Selasa (22\/9) sudah meliburkan aktivitas sekolah, hingga hari Sabtu (26\/9) sambil menunggu perkembangan kondisi selanjutnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif\">Sementara itu Kabid PMK Dinas Kesehatan Sukamara H Ahmad Darsoni mengatakan Dinas Kesehatan telah membagikan masker sebanyak 13 ribu masker yang dikhususkan anak-anak sekolah dan puskesmas di seluruh Kabupaten Sukamara.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif\">&#8220;Uuntuk mempersiapkan dampak dari kebakaran hutan dan lahan, seperti kabut asap ini dinas kesehatan sebayak 13 ribu masker, dengan rincian sisa tahun yang lalu itu sebanyak 2.000 masker, bantuan dari Dinas Kesehatan Provinsi sebanyak 1000 masker dan pengadaan pada tahun 2015 sebanyak 10 ribu dengan total 13 ribu masker,&#8221; jelas darsoni<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif\">Menurutnya, pembagian masker ini tentu hanya bersipat stimulus saja, karena masker yang dibagikan tentu hanya dapat bertahan 2-3 hari, oleh karena itu diharapkan agar masyarakat bisa swadaya untuk membeli masker yang lebih baik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif\">&#8220;Sifatnya masker yang dibagikan itukan hanya sementara, kemungkinan bertahan hanya 2 atau 3 hari saja, oleh karena itu diharapkan kepada orang tua untuk dapat membuat masker untuk anaknya dari bahan kain,\u00a0 memiliki pori-pori kecil dan kainnya juga lembut,&#8221;\u009d ucap Darsoni. [] ANT<br \/>\n<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SUKAMARA\u00a0 &#8211; Kebakaran hutan dan lahan yang berdampak pada makin pekatnya kabut asap dirasakan warga Kabupaten Sukamara. Pada Rabu pagi ini jarak pandang yang dirasakan warga hanya berkisar antara 5 meter sampai 10 meter saja. Salah seorang warga bernama Tapa mengatakan jarak pandang pada pagi hari sampai jam 08.00 WIB pagi sangat dekat antara 5-10 &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12631,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2259,2413],"tags":[1461,4122,4123],"class_list":["post-12630","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-sukamara-provinsi-kalimantan-tengah","tag-kabut-asap","tag-kabut-asap-sukamara","tag-serangan-kabut-asap"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO 5.0.1.1 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"SUKAMARA - Kebakaran hutan dan lahan yang berdampak pada makin pekatnya kabut asap dirasakan warga Kabupaten Sukamara. Pada Rabu pagi ini jarak pandang yang dirasakan warga hanya berkisar antara 5 meter sampai 10 meter saja. Salah seorang warga bernama Tapa mengatakan jarak pandang pada pagi hari sampai jam 08.00 WIB pagi sangat dekat antara 5-10\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"main-administrator\"\/>\n\t<meta name=\"google-site-verification\" content=\"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U\" \/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kabut-di-sukamara-semakin-pekat\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO (AIOSEO) 5.0.1.1\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Kabut di Sukamara Semakin Pekat - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"SUKAMARA - Kebakaran hutan dan lahan yang berdampak pada makin pekatnya kabut asap dirasakan warga Kabupaten Sukamara. Pada Rabu pagi ini jarak pandang yang dirasakan warga hanya berkisar antara 5 meter sampai 10 meter saja. Salah seorang warga bernama Tapa mengatakan jarak pandang pada pagi hari sampai jam 08.00 WIB pagi sangat dekat antara 5-10\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kabut-di-sukamara-semakin-pekat\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"449\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"100\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-09-23T11:07:19+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-09-23T11:07:19+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:site\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Kabut di Sukamara Semakin Pekat - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"SUKAMARA - Kebakaran hutan dan lahan yang berdampak pada makin pekatnya kabut asap dirasakan warga Kabupaten Sukamara. Pada Rabu pagi ini jarak pandang yang dirasakan warga hanya berkisar antara 5 meter sampai 10 meter saja. Salah seorang warga bernama Tapa mengatakan jarak pandang pada pagi hari sampai jam 08.00 WIB pagi sangat dekat antara 5-10\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/kabut-di-sukamara-semakin-pekat\\\/#blogposting\",\"name\":\"Kabut di Sukamara Semakin Pekat - Berita Borneo\",\"headline\":\"Kabut di Sukamara Semakin Pekat\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/kaltim-administrator\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":12631},\"datePublished\":\"2015-09-23T19:07:19+08:00\",\"dateModified\":\"2015-09-23T19:07:19+08:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/kabut-di-sukamara-semakin-pekat\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/kabut-di-sukamara-semakin-pekat\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"Kalimantan Tengah, Sukamara, kabut asap, kabut asap sukamara, serangan kabut asap\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/kabut-di-sukamara-semakin-pekat\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-tengah\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Tengah\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-tengah\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kalimantan Tengah\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-tengah\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-tengah\\\/kabupaten-sukamara-provinsi-kalimantan-tengah\\\/#listItem\",\"name\":\"Sukamara\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-tengah\\\/kabupaten-sukamara-provinsi-kalimantan-tengah\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"Sukamara\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-tengah\\\/kabupaten-sukamara-provinsi-kalimantan-tengah\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/kabut-di-sukamara-semakin-pekat\\\/#listItem\",\"name\":\"Kabut di Sukamara Semakin Pekat\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-tengah\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Tengah\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/kabut-di-sukamara-semakin-pekat\\\/#listItem\",\"position\":4,\"name\":\"Kabut di Sukamara Semakin Pekat\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-tengah\\\/kabupaten-sukamara-provinsi-kalimantan-tengah\\\/#listItem\",\"name\":\"Sukamara\"}}]},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\",\"name\":\"PT Media Maju Bersama Bangsa\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"telephone\":\"+62811545499\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/Logo_beritaborneo_449x100.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/kabut-di-sukamara-semakin-pekat\\\/#organizationLogo\",\"width\":449,\"height\":100,\"caption\":\"berita borneo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/kabut-di-sukamara-semakin-pekat\\\/#organizationLogo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/profile.php?id=100085329087231\",\"https:\\\/\\\/twitter.com\\\/beritaborneo1\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/berita.borneo\\\/?hl=en\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@beritaborneo\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@beritaborneo1\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/beritaborneo\\\/recent-activity\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/kaltim-administrator\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/kaltim-administrator\\\/\",\"name\":\"main-administrator\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/kabut-di-sukamara-semakin-pekat\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/37cd82c511f1c8bff288be47da4c6998dacb5112777142229b74cf30c6590581?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"main-administrator\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/kabut-di-sukamara-semakin-pekat\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/kabut-di-sukamara-semakin-pekat\\\/\",\"name\":\"Kabut di Sukamara Semakin Pekat - Berita Borneo\",\"description\":\"SUKAMARA - Kebakaran hutan dan lahan yang berdampak pada makin pekatnya kabut asap dirasakan warga Kabupaten Sukamara. Pada Rabu pagi ini jarak pandang yang dirasakan warga hanya berkisar antara 5 meter sampai 10 meter saja. Salah seorang warga bernama Tapa mengatakan jarak pandang pada pagi hari sampai jam 08.00 WIB pagi sangat dekat antara 5-10\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/kabut-di-sukamara-semakin-pekat\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/kaltim-administrator\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/kaltim-administrator\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":12631,\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/kabut-di-sukamara-semakin-pekat\\\/#mainImage\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/kabut-di-sukamara-semakin-pekat\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2015-09-23T19:07:19+08:00\",\"dateModified\":\"2015-09-23T19:07:19+08:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"name\":\"Berita Borneo\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO -->\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Kabut di Sukamara Semakin Pekat - Berita Borneo","description":"SUKAMARA - Kebakaran hutan dan lahan yang berdampak pada makin pekatnya kabut asap dirasakan warga Kabupaten Sukamara. Pada Rabu pagi ini jarak pandang yang dirasakan warga hanya berkisar antara 5 meter sampai 10 meter saja. Salah seorang warga bernama Tapa mengatakan jarak pandang pada pagi hari sampai jam 08.00 WIB pagi sangat dekat antara 5-10","canonical_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kabut-di-sukamara-semakin-pekat\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"","webmasterTools":{"google-site-verification":"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U","miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BlogPosting","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kabut-di-sukamara-semakin-pekat\/#blogposting","name":"Kabut di Sukamara Semakin Pekat - Berita Borneo","headline":"Kabut di Sukamara Semakin Pekat","author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/kaltim-administrator\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"},"image":{"@type":"ImageObject","url":12631},"datePublished":"2015-09-23T19:07:19+08:00","dateModified":"2015-09-23T19:07:19+08:00","inLanguage":"en-US","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kabut-di-sukamara-semakin-pekat\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kabut-di-sukamara-semakin-pekat\/#webpage"},"articleSection":"Kalimantan Tengah, Sukamara, kabut asap, kabut asap sukamara, serangan kabut asap"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kabut-di-sukamara-semakin-pekat\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/#listItem","name":"Kalimantan Tengah"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/#listItem","position":2,"name":"Kalimantan Tengah","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/kabupaten-sukamara-provinsi-kalimantan-tengah\/#listItem","name":"Sukamara"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","name":"Home"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/kabupaten-sukamara-provinsi-kalimantan-tengah\/#listItem","position":3,"name":"Sukamara","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/kabupaten-sukamara-provinsi-kalimantan-tengah\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kabut-di-sukamara-semakin-pekat\/#listItem","name":"Kabut di Sukamara Semakin Pekat"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/#listItem","name":"Kalimantan Tengah"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kabut-di-sukamara-semakin-pekat\/#listItem","position":4,"name":"Kabut di Sukamara Semakin Pekat","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/kabupaten-sukamara-provinsi-kalimantan-tengah\/#listItem","name":"Sukamara"}}]},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization","name":"PT Media Maju Bersama Bangsa","description":"Terlengkap se-Kalimantan","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","telephone":"+62811545499","logo":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kabut-di-sukamara-semakin-pekat\/#organizationLogo","width":449,"height":100,"caption":"berita borneo"},"image":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kabut-di-sukamara-semakin-pekat\/#organizationLogo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","https:\/\/twitter.com\/beritaborneo1\/","https:\/\/www.instagram.com\/berita.borneo\/?hl=en","https:\/\/www.tiktok.com\/@beritaborneo","https:\/\/www.youtube.com\/@beritaborneo1","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/beritaborneo\/recent-activity\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/kaltim-administrator\/#author","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/kaltim-administrator\/","name":"main-administrator","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kabut-di-sukamara-semakin-pekat\/#authorImage","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/37cd82c511f1c8bff288be47da4c6998dacb5112777142229b74cf30c6590581?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g","width":96,"height":96,"caption":"main-administrator"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kabut-di-sukamara-semakin-pekat\/#webpage","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kabut-di-sukamara-semakin-pekat\/","name":"Kabut di Sukamara Semakin Pekat - Berita Borneo","description":"SUKAMARA - Kebakaran hutan dan lahan yang berdampak pada makin pekatnya kabut asap dirasakan warga Kabupaten Sukamara. Pada Rabu pagi ini jarak pandang yang dirasakan warga hanya berkisar antara 5 meter sampai 10 meter saja. Salah seorang warga bernama Tapa mengatakan jarak pandang pada pagi hari sampai jam 08.00 WIB pagi sangat dekat antara 5-10","inLanguage":"en-US","isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kabut-di-sukamara-semakin-pekat\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/kaltim-administrator\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/kaltim-administrator\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":12631,"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kabut-di-sukamara-semakin-pekat\/#mainImage"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kabut-di-sukamara-semakin-pekat\/#mainImage"},"datePublished":"2015-09-23T19:07:19+08:00","dateModified":"2015-09-23T19:07:19+08:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","name":"Berita Borneo","description":"Terlengkap se-Kalimantan","inLanguage":"en-US","publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"}}]},"og:locale":"en_US","og:site_name":"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan","og:type":"article","og:title":"Kabut di Sukamara Semakin Pekat - Berita Borneo","og:description":"SUKAMARA - Kebakaran hutan dan lahan yang berdampak pada makin pekatnya kabut asap dirasakan warga Kabupaten Sukamara. Pada Rabu pagi ini jarak pandang yang dirasakan warga hanya berkisar antara 5 meter sampai 10 meter saja. Salah seorang warga bernama Tapa mengatakan jarak pandang pada pagi hari sampai jam 08.00 WIB pagi sangat dekat antara 5-10","og:url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kabut-di-sukamara-semakin-pekat\/","og:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:secure_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:width":449,"og:image:height":100,"article:published_time":"2015-09-23T11:07:19+00:00","article:modified_time":"2015-09-23T11:07:19+00:00","article:publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","twitter:card":"summary_large_image","twitter:site":"@beritaborneo1","twitter:title":"Kabut di Sukamara Semakin Pekat - Berita Borneo","twitter:description":"SUKAMARA - Kebakaran hutan dan lahan yang berdampak pada makin pekatnya kabut asap dirasakan warga Kabupaten Sukamara. Pada Rabu pagi ini jarak pandang yang dirasakan warga hanya berkisar antara 5 meter sampai 10 meter saja. Salah seorang warga bernama Tapa mengatakan jarak pandang pada pagi hari sampai jam 08.00 WIB pagi sangat dekat antara 5-10","twitter:creator":"@beritaborneo1","twitter:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"12630","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":null,"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":null,"og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":null,"robots_max_videopreview":null,"robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":null,"local_seo":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"ai":null,"created":"2023-06-29 02:34:11","updated":"2025-06-04 08:44:36","focus_keyword":null,"additional_keywords":null,"truseo_locale":null,"seo_analyzer_scan_date":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\" title=\"Home\">Home<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/\" title=\"Kalimantan Tengah\">Kalimantan Tengah<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/kabupaten-sukamara-provinsi-kalimantan-tengah\/\" title=\"Sukamara\">Sukamara<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\tKabut di Sukamara Semakin Pekat\n\t\t<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Home","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main"},{"label":"Kalimantan Tengah","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/"},{"label":"Sukamara","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/kabupaten-sukamara-provinsi-kalimantan-tengah\/"},{"label":"Kabut di Sukamara Semakin Pekat","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kabut-di-sukamara-semakin-pekat\/"}],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12630","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12630"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12630\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12630"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12630"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12630"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}