{"id":126740,"date":"2025-08-05T09:13:11","date_gmt":"2025-08-05T01:13:11","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=126740"},"modified":"2025-08-05T09:13:11","modified_gmt":"2025-08-05T01:13:11","slug":"dprd-samarinda-bahas-awal-kua-ppas-2026-senilai-rp5-triliun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dprd-samarinda-bahas-awal-kua-ppas-2026-senilai-rp5-triliun\/","title":{"rendered":"DPRD Samarinda Bahas Awal KUA-PPAS 2026 Senilai Rp5 Triliun"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"308\" data-end=\"777\"><strong>SAMARINDA<\/strong> \u2013 Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda menegaskan bahwa pihaknya tengah memasuki tahap awal pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026. Dokumen tersebut baru saja diserahkan Pemerintah Kota Samarinda kepada DPRD dengan nilai estimasi lebih dari Rp5 triliun. Saat ini, seluruh fraksi di DPRD sedang melakukan kajian internal sebelum berlanjut ke pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"779\" data-end=\"941\">\u201cKan kita baru terima KUA-PPAS itu baru kemarin,\u201d ujar Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, saat ditemui di Kantor DPRD, Senin (4\/8\/2025) sore.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"943\" data-end=\"1189\">Samri menjelaskan, langkah awal yang ditempuh DPRD adalah menyusun jadwal pembahasan internal. Tahapan ini diperlukan untuk mendalami isi dokumen dan memahami arah kebijakan anggaran sebelum melangkah ke forum pembahasan eksternal bersama TAPD.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1191\" data-end=\"1376\">\u201cDPR sekarang sedang pertama kita menyusun jadwal persiapan untuk membahas internal dulu di DPR, setelah itu baru kita membahas secara eksternal dengan TAPD Kota Samarinda,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1378\" data-end=\"1631\">Meski besaran pagu anggaran telah disampaikan secara umum, DPRD tidak bisa langsung memberikan persetujuan. Kajian mendalam diperlukan agar kebijakan, program pembangunan, serta peruntukan anggaran benar-benar sesuai kebutuhan dan aspirasi masyarakat. \u201cKarena tadi kan baru masuk KUA-PPAS, Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Sementara Anggaran,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1740\" data-end=\"1962\">Ia menyebutkan, nilai total anggaran yang diajukan pemerintah mencapai sekitar Rp5 triliun lebih. Angka ini akan dianalisis dari berbagai aspek, mulai dari teknis pelaksanaan, prioritas program, hingga urgensi kebutuhan. \u201cBerarti untuk anggarannya berapa gitu, secara umum kurang lebih 5 triliun, kurang lebih 5 triliun sekian-sekian,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2091\" data-end=\"2283\">Samri menegaskan, DPRD tidak hanya berperan menyetujui pengajuan anggaran. Lembaga legislatif juga akan melakukan koreksi, penelaahan, dan penyesuaian agar rencana pembangunan tepat sasaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2285\" data-end=\"2517\">\u201cJustru itulah nanti kita bahas di sini melihat termasuk usulan-usulan pemerintah, rencana pembangunan dan sebagainya, kita DPRD kan akan melihat apakah kebijakannya pembangunannya sudah sesuai dengan harapan masyarakat,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2519\" data-end=\"2744\">Fokus pembahasan juga diarahkan pada urgensi program, kelayakan alokasi dana, serta manfaat langsung bagi warga. DPRD berkomitmen memastikan tidak ada anggaran yang terbuang atau digunakan untuk kegiatan yang tidak relevan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2746\" data-end=\"3008\">\u201cNah, ini kan perlu kita koreksi termasuk juga penggunaan anggaran-anggaran kesesuaian dan sebagainya, itulah di antaranya akan kita bahas, misalnya mengajukan pembangunan ini yang nanti kan kita tanya apa, urgensinya untuk kepentingan masyarakat,\u201d pungkasnya. [] ADVERTORIAL<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Rasidah<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda menegaskan bahwa pihaknya tengah memasuki tahap awal pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026. Dokumen tersebut baru saja diserahkan Pemerintah Kota Samarinda kepada DPRD dengan nilai estimasi lebih dari Rp5 triliun. Saat ini, seluruh fraksi di DPRD sedang &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":66,"featured_media":126741,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,6585],"tags":[229,8348,1831],"class_list":["post-126740","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dprd-kota-samarinda","tag-kua-ppas","tag-samri-shaputra","tag-tapd"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/126740","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/66"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=126740"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/126740\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":126766,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/126740\/revisions\/126766"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/126741"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=126740"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=126740"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=126740"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}