{"id":127310,"date":"2025-08-07T09:31:11","date_gmt":"2025-08-07T01:31:11","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=127310"},"modified":"2025-08-07T09:31:11","modified_gmt":"2025-08-07T01:31:11","slug":"pengenalan-kampus-atau-pengkondisian-politik-pkkmb-unmul-jadi-sorotan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengenalan-kampus-atau-pengkondisian-politik-pkkmb-unmul-jadi-sorotan\/","title":{"rendered":"Pengenalan Kampus atau Pengkondisian Politik? PKKMB Unmul Jadi Sorotan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"287\" data-end=\"643\"><strong data-start=\"287\" data-end=\"302\">SAMARINDA \u2013<\/strong> Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2025 di Universitas Mulawarman menuai reaksi keras dari kalangan akademisi. Acara yang digelar pada Selasa (05\/08\/2025) di Gedung Olahraga 27 September Unmul tersebut diikuti lebih dari 6.400 mahasiswa baru dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Unmul TV.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"645\" data-end=\"921\">Sorotan tajam datang dari akademisi Fakultas Hukum Unmul, Herdiansyah Hamzah. Ia mempertanyakan esensi forum yang semestinya memberi ruang perkenalan terhadap nilai-nilai akademik dan kebebasan berpikir, namun justru menghadirkan sosok-sosok dari kalangan pejabat dan militer.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"923\" data-end=\"1147\">\u201cKatanya ini pengenalan kehidupan kampus, bukan pengenalan pejabat. Sayang sekali, mahasiswa baru baru saja menginjakkan kaki di kampus, tapi sudah diajarkan bermesraan dengan kekuasaan,\u201d ujar Herdiansyah, Rabu (06\/08\/2025).<\/p>\n<p data-start=\"1149\" data-end=\"1469\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-127312 alignleft\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-06-at-12.21.10-1-1392x783-1-300x169.jpeg\" alt=\"\" width=\"362\" height=\"204\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-06-at-12.21.10-1-1392x783-1-300x169.jpeg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-06-at-12.21.10-1-1392x783-1-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-06-at-12.21.10-1-1392x783-1-768x432.jpeg 768w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-06-at-12.21.10-1-1392x783-1.jpeg 1392w\" sizes=\"(max-width: 362px) 100vw, 362px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1149\" data-end=\"1469\">Kehadiran Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji dan Brigjen TNI Deni Sukwara, Kapoksahli Pangdam VI\/Mulawarman, menjadi pemicu perdebatan. Herdiansyah menilai, pelibatan unsur militer dalam kegiatan kampus berpotensi menjadi bentuk pembatasan ruang berpikir mahasiswa, yang seharusnya tumbuh dalam kebebasan akademik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1471\" data-end=\"1690\">\u201cKalau soal cinta tanah air, saya lebih percaya rektor atau dosen pengajar kewarganegaraan dan Pancasila. Kalau soal kedisiplinan, belajar saja dari tokoh sipil seperti Bung Hatta. Tidak harus dengan militer,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1692\" data-end=\"2003\">Dalam kegiatan tersebut, Brigjen TNI Deni Sukwara membawakan materi bertema <em data-start=\"1768\" data-end=\"1854\">Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa dan Pembinaan Kesadaran Bela Bangsa<\/em>. Sementara itu, Seno Aji menyampaikan paparan terkait program unggulan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang dikenal dengan sebutan <em data-start=\"1991\" data-end=\"2002\">Gratispol<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2005\" data-end=\"2338\">Namun, ketika program tersebut dipresentasikan, sejumlah mahasiswa baru dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan terlihat membelakangi panggung sebagai bentuk ekspresi ketidaksetujuan. Aksi serupa terjadi saat materi bela negara disampaikan, di mana para mahasiswa melantunkan lagu \u201cBuruh Tani\u201d dan \u201cMars Mahasiswa\u201d secara lantang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2340\" data-end=\"2531\">Herdiansyah menilai, tindakan tersebut merupakan refleksi spontan dari mahasiswa baru yang mengharapkan atmosfer pendidikan tinggi dijalankan sesuai dengan prinsip-prinsip kebebasan akademik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2533\" data-end=\"2622\">\u201cItu kegiatan pengenalan kehidupan kampus. Bukan pengenalan pejabat,\u201d katanya menegaskan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2624\" data-end=\"2927\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Ia menyayangkan bahwa kegiatan awal mahasiswa justru diisi dengan pendekatan kekuasaan, bukan ruang untuk mendorong pemikiran kritis. Kritik ini menjadi cerminan dari harapan agar pendidikan tinggi tidak kehilangan arah dan tetap menjaga integritasnya sebagai ruang pembentukan karakter dan intelektual.[]\n<p data-start=\"2624\" data-end=\"2927\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Admin05<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2025 di Universitas Mulawarman menuai reaksi keras dari kalangan akademisi. Acara yang digelar pada Selasa (05\/08\/2025) di Gedung Olahraga 27 September Unmul tersebut diikuti lebih dari 6.400 mahasiswa baru dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Unmul TV. Sorotan tajam datang dari akademisi Fakultas &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":127311,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,26,37],"tags":[11096,1583,434],"class_list":["post-127310","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda","tag-pkkmb-unmul","tag-universitas-mulawarman","tag-unmul"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127310","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=127310"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127310\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":127314,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127310\/revisions\/127314"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/127311"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=127310"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=127310"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=127310"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}